Keris Mojopahit Joko Tole, Pesan Tersirat Dari Sang Putra Madura

1
1728

 Mojopahit Joko Tole, Pesan Tersirat Dari Sang Putra Madura 

SejarahBudaya- Keris yang gagangnya dominan menyerupai bentuk manusia setengah badan, dengan posisi tangan sendekap kedepan ini, konon banyak diciptakan dari hasil buah tangan seorang pemuda sakti yang bernama Joko Tole. 
Dimana pemuda sakti tersebut adalah putra angkat dari seorang mpu besar yang bernama  R. Samandirjo atau yang lebih akrab disapa mpu. Kelleng. Joko tole ditemukan disebuah hutan dengan kondisi, sedang disusui seekor kerbau putih. Dimana belakangan diketahui bahwa Joko tole adalah anak dari seorang raja bernama Adi Podey dan seorang ibu yang berjuluk Potre koning. Dikarenakan adanya hubungan batin dan cinta terlaranglah kedua sejoli ( adi poday dan potre koning) sehingga mengharuskan membuang kedua bayinya, Joko Tole dan adiknya Agus Wedi. 
Dari keseharian Joko Tole yang selalu terbiasa dengan suasana pande besi ayah angkatnya inilah, membuat kebiasaan joko tole dengan senang meniru kebiasaan ayah angkatnya membuat keris.
Konon ketika Joko tole beranjak dewasa, dirinya gemar mencipta keris mini dari kepalan tanah liat dengan dapur Suro Mojopahit, berciri disetiap pesinya berbentuk seperti seorang yang sedang  bersendekap. Keris tersebut sengaja ia ciptakan tidak untuk dirinya sendiri, melainkan untuk diberikan kepada setiap orang yang ia temui. 
Dengan tujuan pemberitahuan tersirat kepada masyarakat untuk selalu tunduk patuh kepada sang pencipta seperti bentuk keris tersebut. Sedang pada bagian bilah ia ciptakan berkelok dan lurus, dengan maksud kehidupan lurus ataupun berliku semua adalah kehendak pencipta. Dimana manusia hanya menjadi peran yang menjalankan alur kehidupan tersebut, dan tak dapat menolaknya. Hanya saja manusia itu diberikan kewenangan untuk memilih. Seperti itu pula Joko Tole memberikan  buah tangannya kepada seseorang. Dimana ia selalu menyodorksn 2 keris yang berbilah beda (lurus dan luk), untuk dipilih penerimanya.
Setelah mengalami perjalanan panjang Joko Tolepun memilih mengahiri hidupnya menjadi seorang Resi disebuah desa kecil dipulau garam Madura.
Oleh: Nur. HM

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan