Joko Sambat, Temukan Pencerahan Dari Kesesatan [bagian 1]

0
383

Joko Sambat, Temukan Pencerahan Dari Kesesatan [bagian 1]

SejarahBudaya – Disuatu Desa terpencil, hiduplah seorang pemuda sederhana bernama “Joko Sambat”. Kehidupannya sebagai seorang anak tunggal, membuat dirinya begitu disayang kedua orang tuanya. Meski begitu gaya hidup Joko, tak selalu dianggap layak dibanding remaja lain sebayanya. Hal ini dikarenakan kondisi perekonomian orang tuanya serba pas-pasan. Ayah Joko yang hanya pengayuh becak dan ibundanya yang menjadi buruh cuci inilah yang membuat keluarga tersebut hidup pas-pasan bahkan terkesan serba kekurangan. 
Banyaknya keinginan yang tak terpenuhi, membuat Joko selalu mengeluh terutama mengeluh pada dirinya sendiri. Dengan keluhan yang ada Pemuda itu sering mengalami frustasi, depresi dan lain – lain.

Hingga pada suatu ketika, diahir masa pendidikannya yang tinggal menunggu beberapa minggu saja, pemuda pengeluh itu terjerat cinta dengan seorang wanita. Dari saking cintanya pada wanita tersebut, ia rela mengorbankan sekolahnya hingga tidak dapat meraih kelulusan. Walau begitu Jokopun membranikan diri menikahi wanuta tersebut. Tentu saja dengan tanpa restu kedua orang tua Joko.  Satu tahun pertama pernikahan yang tak direstui itu berjalan lancar, hingga kelahiran putri pertamanya. Mendengar Joko dikaruniai buah hati, setuju atau tidak, orang tua jokopun ahirnya menyetujui pernikahan joko. Dari persetujuan inilah Joko dan anak istrinya berani pulang guna menyambung kembali ikatan darah yang pernah terputus. 
Disinilah awal keretakan rasa antara Joko dan istrinya, dikarenakan si istri  melawan dan sering marah kepada orang tua joko. 
Perselisihan demi perselisihan kerap terjadi antara mertua dan menantunya. Hingga dua tahun berlangsung, Putra kedua Joko terlahir kedunia. Kelahiran putra kedua ini bukan malah membuat keluarga joko tentram, namun justru sebaliknya. Joko yang hanya bekerja srabutan, membuat istri tercintanya tidak lagi setia, hingga tega menjalin asmara dengan pria lain. Hingga pada malam naas itu, joko berpamit pada istrinya untuk bekerja. Namun ada teman kerja Joko yang kasihan pada bapak 2 anak itu, hingga dia memberi tahu joko, bahwa saat  ini istrinya sedang selingkuh dengan pria lain dirumahnya. Dari keterangan tersebut joko pulang dari tempat kerjanya, guna memastikan kondisi istrinya tersebut. Setelah sampai dirumah, joko melihat istrinya tidur dengan pria yang dimaksud. Kalap jokopun terlibat perkelahian dengan pria selingkuhan istrinya tersebut. 
Singkat cerita, malah jokolah yang diusir istri dengan dukungan mertua dan beberapa saudara istrinya tersebut. 
Tepat pada tengah malam sekitar hampir subuh, Joko keluar meninggalkan istri dan kedua anaknya. 
Dalam perjalanan joko benar benar depresi, ia tak tau harus berbuat apa dan mau kemana. Bahkan sempat terbersit dalam benak, untuk mengahiri hidupnya. Sampai pada ujung depresi tersebut, antara sadar dan tidak, Joko didatangi sosok tua renta yang ia kenal wajah itu adalah kakeknya yang sudah lama tiada. 

Kakek : wahai cucuku, ketahuilah untuk dapat berdiri terkadang kita harus melalui Jatuh yang amat sakit. Hidupmu masih panjang, banyak yang belum kau ketahui tentang makna hidup ini. Maka bangkitlah engkau dan berjalanlah ke arah timur, temukanlah titik heningmu disebuah hutan lebat diujung timur pulau jawa ini.
Seolah tersambar petir Jokopun terbangun dari duduknya dan bertekat menemukan hutan sesuai petunjuk tadi. 18 hari Joko berjalan, hingga ahirnya menemukan tempat yang dimaksud kakek dalam mimpinya tersebut. Hingga ditempat tersebut Joko bertemu dengan seorang kiyai yang dikenal penduduk setempat sebagai juru kunci hutan tersebut. 
Singkat cerita bergurulah Joko pada kiyai tersebut. Hingga tanpa terasa, masa ia berguru sudah lebih 4 tahun. Dalam waktu yang tidak sebentar itu Joko, sudah mengalami perubahan sifat, pemikiran yang  berbeda jauh dari sebelumnya. Dari yang biasanya pemarah memjadi lebih tenang dan lebih dingin. Mungkin karna memang pelajaran yang diberikan kiyai tersebut benar – benar diterapkan oleh Joko. 
Hingga suatu hari sang guru berpesan, ” Nak mas engkau sudah terlalu lama berada disini, bukannya niatku mengusirmu namun, akan lebih manfaat jika apa yang kau serap dariku, kau gunakan dan kau tularkan pada keluarga dan masyarakat ditempatmu berasal. Tak harus kau jawab sekarang, fikirlah dulu masak – masak sebelum kau ambil keputusan. Aku cukup senang dengan adanya kau disini, namun aku tidak ingin mengkerdilkan dirimu dengan terus menerus menahanmu di hutan ini. Baiklah sekarang kau boleh undur diri untuk memikirkan apa yang q katakan, dan setelah kau dapat menjawabnya segera kau temui aku kembali”.

Dengan pikiran yang bingung Joko beranjak dari duduknya, menuju tempat dimana ia bisa tinggal selama 4 tahun ini. Joko bingung dikarenakan selama ia berguru ini memang banyak yang ia dapatkan, namun sampai detik ini dirinya belum mendapatkan apa yang dicarinya. Selang seminggu Jokopun menemui kembali gurunya tersebut.
Joko: Wahai guruku, selama ini aku sudah mendapatkan banyak ilmu darimu, namun selama ini pula aku belum mendapatkan apa yang aku cari.
Kiyai: Apakah yang kau cari wahai anakku?
Joko: Aku belum mengetahui kesejatian diriku yang sebenarnya, dan untuk apakah diriku ini ada?.
Kiyai: Heeemm…baiklah sebelum kujawab, ada satu pertanyaan yang akan kuajukan padamu, Coba engkau tunjuk dengan jarimu dimana yang sejatinya bernama Joko tersebut ?, dari ujung rambut sampai kaki sudah memiliki nama fitroh sendiri. Tak ada satupun dari bagian tubuh manusia yang bernama Joko. Ada yang namanya hati, jantung, tangan, ruh, jasad, sukma dan lain lain. Lalu bisakah kau tunjuk dengan jarimu dimana letak joko? Kau marah, karna kau merasa Joko, kau tersenyum karna kau merasa joko, kau diacuhkan, dihina, dan diabaikan karna kau Joko. Dengan kata lain Joko yang kau banggakan adalah joko yang membawa dirimu pada kesesatan. Bukan hanya menyembah berhala dan menyekutukan kitab, nabi, dan lain lain yang di anggap sesat, lupa akan siapa dirimu yang sebenarnya itulah sebenarnya kesesatan yang nyata yang tidak kau kau sadari. ” Leburkanlah dirimu dengan dzat dan sifat sifat ketuhananmu, hingga dapat kau sadari dirimu takkan mampu apapun tanpa atas pertolongannya. Jika kau sudah mampu sadari itu semua yakinlah Tuhan selalu bersamamu.

Tanpa sepatah katapun Joko menundukkan kepala sambil terurai deras air matanya, sambil terucap dalam hatinya: “Tuhan hanya engkaulah yang tau atas kesesatanku selama ini. Hingga selama ini kau baru menyadarkanku, terima kasig tuhan, karna kau telah menyadarkanku sebelum kau lepas ruh ini dari ragamu”
Alhamdulillah alhamdulillah…. 

Tamat.
Oleh:  Nur HM
Baca Juga:  7 Ayat Al-Fatihah Menjadi Ayat Pertolongan Dalam Segala Keterhimpitan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here