Beranda Sejarah Sebagus Apapun Perbuatan, Ingatlah Kebagusan Itu Hanya Milik Sang Pencipta

Sebagus Apapun Perbuatan, Ingatlah Kebagusan Itu Hanya Milik Sang Pencipta

0
748
Sebagus Apapun Perbuatan, Ingatlah Kebagusan Itu Hanya Milik Sang Pencipta
SejarahBudayaLuqman Al-Hakim  لقمان الحكيم adalah seorang Ahli Hikmah  yang disebut dalam Al-Qur’an, surah Luqman (31)-12-19. Dimana beliau terkenal karena nasihat berharga kepada anaknya. 

Ibnu Katsir  berpendapat bahwa nama panjang Luqman ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun.
Sedangkan asal usul Luqman, banyak sejumlah ulama berbeda pendapat. Ibnu Abbas  menyatakan bahwa Luqman adalah seorang tukang kayu dari Habsyi.

Riwayat lain dari Nubah menyebutkan ia bertubuh pendek dan berhidung mancung, dan ada yang berpendapat ia berasal dari Sudan. Ada pula yang berpendapat Luqman adalah seorang hakim pada zaman nabi. Namun apapun pendapatnya Lukman, adalah seorang Filosof, yang menciptakan buah pemikiran arif ditengah umat Islam hususnya, hingga saat ini.

Dikisahkan dalam sebuah riwayat, bahwa pada suatu hari Luqman al-Hakim sedang memasuki pasar dengan menaiki seekor himar (keledai), sedangkan anaknya mengikutinya dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, orang-orang berkata, “Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki.”

Setelah mendengarkan desas-desus dari orang-orang tersebut maka Luqman pun turun dari keledainya itu, lalu dinaikkanlah anaknya di punggug keledai itu. Melihat keduanya, maka orang di pasar itu berkata pula, “Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya asik menaiki keledai itu, sungguh kurang ajar anak itu.”

Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun naik ke punggung himar itu bersama anaknya. Kemudian orang-orang berkata lagi, “Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, mereka sungguh menyiksa himar itu.” Karena ia tidak suka mendengar percakapan orang, Luqman dan anaknya turun dari himar itu, dan berjalan kaki dengan membiarkan keledai tak ditumpangi, kemudian terdengar lagi orang berkata, “Dua orang berjalan kaki, dan himar itu tidak dikendarai, sungguh bodoh kedua ayah dan anak itu,”

Kemudian Lukman dan anaknya, seketika menggendong keledai itu, seorang dengan sinis berkata, ” lihat seperti orang gila kedua ayah dan anak itu.”

Dalam perjalanan pulang, Luqman al-Hakim menasihati anaknya mengenai sikap manusia dan ucapan-ucapan dan penilaian yang orang sampaikan, Lukmanpun berkata, “Sesungguhnya tidak ada seseorang pun yang lepas dari ucapannya. Maka orang yang berakal tidak akan mengambil pertimbangan kecuali kepada Allah saja. Siapa pun yang mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya.”Kemudian Luqman al-Hakim berpesan kepada anaknya, “Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal agar kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tidak ada satu pun orang fakir itu kecuali mereka mengalami tiga perkara, yaitu tipis keimanan terhadap agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu), dan hilang kepribadiannya.  Lebih celaka lagi, orang-orang yang suka merendahkan orang lain dan menganggap ringan urusan orang lain, dan selalu menganggap yang lain Salah.”

Pada intinya sebagus apapun perbuatan seseorang, pasti akan ada yang menganggapnya salah, dan sebaliknya. 

Lukman Al-Hakim mengajarkan pada anaknya, sebagai manusia yang sadar agar tidak menilai orang lain sebagai kesalahan atas kebenarannya sendiri. Namun justru lebih menilai kesalahan pribadinya, diatas kebenaran yang dilihatnya.

Baca Juga:  Tragedi Tewasnya Pahlawan Blambangan Merebut Benteng Bayu

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here