Beranda Artikel Pancasila Adalah Buah Pemekiran Ulama’ Baiturrohmah Malang, Yuk Kenang Kembali

Pancasila Adalah Buah Pemekiran Ulama’ Baiturrohmah Malang, Yuk Kenang Kembali

0
5011

Pondok Pesantre Baiturrohmah yang berada di Jl. Ciliwung, Purwantoro Blimbing Malang ini adalah, sebuah pondok pesantren yang menghususkan ajarannya di dalam bidang pembinaan dan pembenahan kerohanian Islam, secara metamorfosa pengkajian diri / Kholwah menuju manusia yang dapat merasuk Al-Islam secara hakiki dan berkeseluruhan / melebur menjadi Islam itu sendiri. Mulai dari syari’at, thariqat, haqiqat dan ma’rifat-Nya. Sehingga mencetak manusia yang fleksibel disegala aspek ruang dan waktu kehidupan, nantinya.

 

Pondok Pesantren Baiturrohmah didirikan oleh Asy-Syaikh KH.Abdul Chayyi Muchyiddin Al-Amien (mbah.Yayi).  Nama Muchyiddin Al-Amien adalah pemberian Allah Azza wa Jalla melalui wakilnya yang terpilih sewaktu Yayi menunaikan ibadah haji di Makkah al-Mukaromah. Beliau mempunyai putra yang kemudian menjadi penerusnya yakni Asy-Syaikh KH.M.Sholeh Hudi Muchyiddin Al-Amien yang sekarang menjadi penerus pengasuh pondok pesantren Baiturrohmah. Beliau (mbah Yayi) adalah putra dari Asy-Syaikh Muhammad Sholeh yang mana putra dari Asy-Syaikh Hasan Munadi yang apabila dirunut adalah keturunan dari Asy-Syaikh Syarif Hidayatulloh atau biasa dikenal sebagai Kanjeng Sunan Gunung Jati.

mbah. KH Muhyiddin AL – Amin

 

Beliau KH. Chayyi mempunyai peranan penting di dalam sejarah Negara Indonesia ini. Baik dalam proses sebelum maupun sesudah kemerdekaan,  diwaktu perjuangan maupun pengisian kemerdekaan, mbah yayi juga berjuang secara fisik, sewaktu jaman perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia, beliau pernah berada di dalam organisasi perjuangan kemerdekaan Indonesia yang bernama laskar hizbullah. Dan setelah merdeka beliau kembali pulang untuk fokus membangun pondok pesantren. Sebelum beliau mendirikan bangunan pondok pesantren, Yayi selalu mengajak muridnya untuk berjalan – jalan, guna mengajarkan tafaqqur alam. Terkadang di lembah pesawahan yang cukup luas, kadang juga masuk hutan, dan sering juga berkhalwat di Goa – goa. Beliau seringkali mengerahkan santri-santrinya untuk berjuang dan membangun Negara baru yang bernama Indonesia ini.

Baca Juga:  Belajar Hitung Weton dan Mengaitkan Karakter Alam

Dimana Pancasila di gagas oleh KH.Anwar Thohir yang kemudian dicetuskan dan dibawa oleh Bung Karno. Siapakah KH.Anwar Thohir ?,  Beliau adalah santri pertama dari Asy-Syaikh KH.Abdul Chayyi Muchyiddin Al-Amien atau Yayi. Kyai Anwar ini juga waktu jaman presiden Soeharto mendapat amanah untuk merumuskan P-4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dan atas jasa beliau, Pak Harto waktu itu mau memberi beliau sebuah pondok pesantren yang letaknya di pulau Sumatera, namun beliau menolak dan kembali ke pondok pesantrennya sendiri yang terletak di Sonotengah, Malang.

 

 

 

 

 

Banyaknya masjid – masjid yang dibangun di seluruh Indonesia adalah juga buah dari mbah Yayi yang pada saat th.1970 – an terkenal di media massa waktu itu dengan berita ‘Soekarno bangkit kembali’ karena saking miripnya beliau menyalin rupa seperti Soekarno untuk menemui Presiden Soeharto di istana Negara dan meminta beliau (Pak Harto) untuk memperbanyak dan memudahkan pembangunan masjid – masjid di seluruh Indonesia yang pada waktu itu masih sedikit.

Di zaman reformasi pun juga tidak terlepas dari kiprah santri – santri Yayi. Adalah Abah To’ib padangan, Mojokerto yang mengawal masa transisi dan untuk mengisi kekosongan sekaligus untuk peredaman situasi dengan menggunakan jasad KH.Abdurrahman Wachid atau yang biasa dikenal dengan sebutan akrab Gus Dur. Dan masih banyak lagi kiprah dan jasa dari Yayi maupun santri – santri pondok pesantren Baiturrohmah Malang ini terhadap Alam Semesta, Dunia, Negara, Masyarakat pada umumnya yang tidak dapat disebut satu – persatu. Perlu diketahui bahwa di pondok pesantren Baiturrohmah tidak ada istilah alumni, yang ada adalah santri tua.

Dari beberapa Santri tua yang sampai dengan saat ini, masih dikenang jasa – jasa di daerahnya masing masing salah satunya, alm. Mbah. Yai. Jatmiko Mojokerto, alm. Mbah. Mahfudz Tegal Dlimo Banyuwangi, Yai Abd. Halim Bondowoso, dan lain – lain. Dimana banyak diketahii sebagian besar dari para santri tua tersebut, telah banyak mengukir prestasi keruhanian bagi anak didiknya masing masing. Semoga manfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here