Mengenal Tuhan Melalui Tahapan Dari Tuhan Pula

0
2031

Belajar mengenal Tuhan, tentulah menjadi dilema bagi setiap insan. Bahkan, tidak sedikit dari golongan – golongan pencari Tuhan tersebut, yang rela mengorbankan segalanya demi memenuhi panggilan sang Ilahi. Namun, tak jarang juga dari mereka yang merasa sudah mencapai ketuhanan walau hanya dengan bekal ayat sepenggal yang terputus. Hal ini tentu bukan menjadi berkah namun, justru mendatangkan kerugian.

Oleh karenanya, dalam menggapai ketuhanan ini, kita dapat melalui tahapan-tahapan yang telah ditentukan Tuhan melalui Rosulnya.

Di dalam Kitab Suci Umat Islam Al’quran telah begitu lugas dan gamblang Allah menjelaskan tentang segala hal baik tentang kehidupan bermasyarakat (Hablumminannash) maupun berhubungan dengan Allah(Hablumminallah).

Sebagai manusia yang memiliki Akal Fikiran dan Hati Nurani menjadi karunia besar dibanding dengan makhluk apapun di dunia ini. Maka dari itu, sudah selayaknyalah kita belajar dan mengkaji makna yang terkandung dalam Al’quran maupun Hadist Rasulullah SAW sehingga kita bisa menjalankan Ibadah yang dapat diterima Allah SWT.

Dalam menuju hal tersebut, sejarah-budaya.com akan mengupas sedikit dari AWALLUDIN MA’RIFATULLAH yang berarti Awal Agama dengan Mengenal Allah.

Sebagai manusia yang berakal sudah sepatutnyalah kita mencoba untuk lebih dalam Mengenal Allah.

Mengutip perkataan Imam Al-Ghazali yang mengatakan : “Ilmu tanpa amal adalah gila dan pada masa yang sama, amalan tanpa ilmu merupakan suatu amalan yang tidak akan berlaku dan sia- sia.”

Banyak kalangan masyarakat yang saya jumpai enggan untuk lebih dalam mengenal Allah dengan berbagai alasan, salah satunya dengan mengatakan bahwa semua sudah diatur dalam Al-quran dan Hadist dan sudah dijalankan oleh Rasulullah, Sahabat dan para Ulama ,kita tinggal menjalankannya tanpa perlu tahu lebih dalam lagi mengenai Tuhan.

Baca Juga:  Sepenggal Liku Mistis Presiden ke Dua Pertiwi Indonesia

Alasan yang demikian tidaklah salah sebab bagi umat Islam yang hanya mengikuti Aturan Islam saja InsyaAllah sudah dijamin Akhiratnya.

Yang jadi permasalahannya jika kita hanya mengikuti aturan yang sudah ada dengan apa adanya ,APAKAH BISA MENJAMIN hingga akhir hayat nanti tetap ber Iman kepada Allah dalam makna yang sebenarnya??… sebab, dunia sekarang ini terlalu banyak halangan dan rintangan bagi kita yang dengan sangat mudah menggeser Akidah kita terhadap Allah dan Rasul Nya.

Hendaknyalah sebagai hamba Tuhan, agar lebih meluangkan waktu sedikit dan menggunakan hati dan akal sedikit saja untuk mencoba mengenal Allah sebagai dasar TAUHID kita kepada Allah.

Kemudian timbul pertanyaan bagaimana MENGENAL ALLAH (Ma’rifatullah) tersebut..?

Jalan mengenal Allah sangatlah luas hal ini, tidak akan pernah lepas dari konteks awal yaitu MENGENAL DIRI, seperti Hadist Qudsi dan Hadist Rasullah di bawah ini:

  1. MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU : Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya.

  2. WA MAN AROFA ROBBAHU FAQOD JAHILAN NAFSAHU : Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa bodoh.

  3. MAN TOLABAL MAOLANA BIGOERI NAFSI FAQODDOLA DOLALAN BAIDA : Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh.

  4. IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL YAOMA ALAIKA HASBI : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri.

  5. ALLAHU BATHINUL INSAN, AL INSANU DHOHIRULLAAH : Allah itu bathinnya manusia, manusia adalah dhohirnya (kenyataannya) Allah.

  6. AL INSANU SIRI WA ANA SIRUHU : Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.

  7. DALAM SETIAP RONGGA ANAK ADAM AKU CIPTAKAN SUATU MAHLIGAI YANG DISEBUT DADA, DI DALAM DADA ADA QOLBU, DALAM QOLBU ADA FUAD, DALAM FUAD ADA SYAGOFA, DI DALAM SYAGOFA ADA SIR, DALAM SIR ADA AKU, TEMPAT AKU MENYIMPAN RAHASIA.

  8. LAA YARIFALLAAHU GHOIRULLAH : Yang mengenal Allah hanya Allah.

  9. AROFTU ROBBI BI ROBBI : Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan.

  10. MAA AROFNAKA HAQQO MA’RIFATAKA : Aku tidak mengenal Engkau, kecuali sampai sebatas pengetahuan yang Engkau perintahkan.

Baca Juga:  7 Ayat Al-Fatihah Menjadi Ayat Pertolongan Dalam Segala Keterhimpitan

Jelas sekali dari Hadist tersebut di atas menggambarkan bahwa Untuk Lebih Mengenal Allah maka terlebih dahulu kita harus Mengenal diri kita.

Dalam mengenal diri hendaklah kita menggunakan dua sisi Karunia Allah yaitu Fikiran dan Hati Nurani.

Disini kita haruslah mengetahui dan mengkaji awal mula sewaktu kita didalam Rahim Ibu bahkan, sebelum kita ada didalam Rahim Ibu, kita berada di mana kemudian, apa tujuan kita (manusia) diciptakan dan akan kembali kemana kita setelah tiada dan lain sebagainya. Setelah kita mengenal diri kita lebih dalam barulah kita bisa bersaksi dengan ke Imanan yang teguh “LAILAHAILALLAH MUHAMMADURASULULLAH”. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here