Saksi Awal – Akhir Kerajaan Kediri, Singosari Dan Majapahit

0
1005

Candi Penataran merupakan salah satu tempat yang menjadi saksi awal hingga akhir kejayaan 3 kerajaan di Jawa Timur.

Candi yang terletak di Desa Penataran, kecamatan Nglegok, kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia dengan lokasi koordinat GPS : 8 0059.06 S 112 1234.90 E ini merupakan candi terbesar dimasanya.

Lokasinya yang terletak di kaki gunung Kelud, menjadikan area Candi Penataran berhawa sejuk. Candi ini, adalah kompleks percandian terbesar dan paling terawat di provinsi Jawa Timur, Indonesia

Penataran merupakan candi yang kaya dengan berbagai macam corak relief, arca, dan struktur bangunan yang bergaya Hindu. Adanya pahatan Buta Kala (raksasa menyeringai), arca Ganesya (dewa ilmu pengetahuan dalam mitologi Hindu), arca Dwarapala (patung raksasa penjaga pintu gerbang), dan juga relief Ramayana adalah bukti tidak terbantahkan bahwa Penataran adalah candi Hindu.

Prasasti Palah yang terdapat di area Candi Penataran mengabarkan bahwa candi ini mulai dibangun sekitar tahun 1194, pada masa pemerintahan raja Syrenggra yang memerintah kerajaan Kadiri, dan selesai pada masa kerajaan Majapahit. Dengan demikian candi ini melewati masa tiga kerajaan besar Nusantara yaitu Kadiri, Singasari, dan Majapahit. Candi Penataran memegang memiliki peranan cukup penting bagi kerajaan-kerajaan tersebut yaitu, sebagai tempat pengangkatan para raja dan tempat untuk upacara pemujaan terhadap Sang Pencipta.

Berbagai kajian oleh para sejarawan terhadap teks-teks kuno, kitab Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca, misalnya, dijelaskan bahwa Candi Penataran sangat dihormati oleh para raja dan petinggi kerajaan besar di JawaTimur. Selain itu, candi Penataran pernah juga digunakan sebagai tempat menyimpan abu dari raja Rajasa (Ken Arok), pendiri kerajaan Singosari, abu dari raja Kertarajasa Jayawardhana (Raden Wijaya) pendiri kerajaan Majapahit.

Baca Juga:  Sejarah Terbentuknya POLRI Sejak Kerajaan Majapahit

Bahkan konon, menurut legenda rakyat setempat, sumpah sakral Mahapatih Gajah Mada, untuk menyatukan seluruh Nusantara dalam kekuasaan Majapahit, yang dikenal dengan nama Sumpah Palapa, juga diucapkan di Candi Penataran.

Oleh karenanya dari awal pembuatan hingga saat ini, Candi Penataran dipercaya selain sebagai simbol Negara juga merupakan tempat yang sangat disucikan bagi masyarakat Indonesia pada khususnya dan Dunia pada umumnya. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here