Mantra Sepuh Aksara Caraka Terbalik Pamungkas Waringin Sungsang

0
13129

Aksara Caraka memang cukup populer di tengah masyarakat Jawa pada masanya. 20 aksara tersebut, bagi sebagian orang sarat memiliki arti makna bahkan energi tersendiri untuk menuntun bekal hidup di maya pada.

Kali ini sejarah-budaya.com akan menggali sarat energi aksara Jawa dari berbagai sumber limusin Jawa Timur.

Menurut Eyang Saman dari padepokan Mabes Pekuniran, 20 huruf caraka tersebut sangat luas maknanya. Dari luas tersebut jika diteliti dengan keheningan dapat memenuhi ujung timur hingga barat jagad ini.

Dalam kesempatan ini, beliau menjelaskan salah salah satu cara beserta guna dari aksara Caraka supaya dapat menjadi perantara Tuhan mengeluarkan energi. Sehingga dengan demikian energi tersebut dapat menjadi bekal sarana hidup di dunia.

Aksara Caraka dapat dibaca terbalik sbb:

NGO . THO . BO . GO. MO
NYO . YO . JO . DHO . PO
LO . WO . SO . TO . DO
KO . RO . CO . NO . HO

Bacaan yang demikian tersebut, menurut Eyang Saman merupakan Ilmu sepuh pamungkas dari Ilmu waringin Sungsang. Disebut waringin sungsang karena, menurut beliau hidup ini dapat benar-benar dicapai tujuannya ketika kita sadar bahwa tiada satupun hasil tindakan yang tanpa melalui jalan proses kebalikannya. Misal, seseorang tidak akan pernah menemukan surga tanpa melalui berkasnya.

Nah, disinilah sebenernya kita sebagai manusia dapat ingat menerima dan waspada dengan neraka yang dijalani. Jika kita mampu Ikhlas akan pemberian surga dari Tuhan, di dunia ini kita harus belajar menerima dengan ikhlas pula Neraka yang memang diciptakan.

Menurut pria sepuh ini, pada ujung pengertian kelak kita diharap memiliki rasa yang sama di surga maupun di neraka, tentu hal demikian harus melalui proses belajar yang sabar dan cukup panjang.

Mbah Saman menerangkan bacaan aksara Caraka ini dapat digunakan sementara atas perjalanan susah menghadapi neraka dunia.

Adapun cara yang beliau terangkan sebagai berikut:

  1. Sucikan jiwa dan fikiran. Hal ini bisa dilalui dengan meditasi, puasa, dan ibadah lainnya. Laku ini minimal dilakukan dalam kurun waktu 7 hari.

  2. Keluarlah di halaman yang tidak beratap dan berdiri menghadap matahari terbit.

  3. Sambil benar-benar menanamkan keyakinan, bacalah aksara caraka tersebut sebanyak 41 kali.

  4. Setelahnya searah jarum jam beralih menghadap ke 3 arah lainya dengan membaca dan jumlah bacaan yang sama.

  5. Setelah itu, kembali menghadap matahari terbit seraya berdoa kepada Tuhan mengharap hajatnya segera terkabul.

Hal ini, terbukti dapat menetralkan energi penghalang kebahagian menjadi energi positif yang berangsur menuntaskan masalah yang ada dan segera mendatangkan hajat yang diharap. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here