Tuntunan Ibadah Menyambut Gerhana Bulan Total Reminder 28 Juli 2018

0
935

Gerhana bulan total atau gerhana Reminder tahun ini, dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia, pada malam Sabtu, tanggal 28 Jili 2018 yang Insya Allah besar kemungkinan kemunculannya dimulai awal pada jam 00:14 WIB sampai dengan jam 05:19 WIB.

Oleh karenanya kita semua sebagai manusia bertuhan, diwajibkan untuk berfikir dan lebih mendekatkan diri pada sang pencipta akan adanya kejadian alam yang sesungguhnya dapat menjadi anugrah maupun peringatan dari Tuhan.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi SAW bersabda:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah”.
(HR. Bukhari No. 1044)

Mengacu pada hadis diatas, sebagai hamba hendaknyalah kita perbanyak Zikir dan Istighfar (Istighfar Kubro/Sayyidul Istighfar). Selain itu, mulai juga memperbanyak Takbir dengan tuntunan Syari’at, mengumandangkan Takbir atau Takbiran Gerhana (karena bayangan gelap mulai masuki Awal Umbra)

Dilanjutkan dengan berjama’ah Shalat Gerhana (Khusyufil Qamar) untuk wilayah masing-masing dan sekitarnya secara serentak (karena Bulan akan mengalami kegelapan dalam keadaan tertutup total berwarna merah dengan ukuran magnitude umbral sebesar 1,61yang mengakibatkan terjadi pasang air laut menuju daratan),

Usai Shalat dilanjut dengan khutbah Gerhana dengan tema bahwa Gerhana Bulan Total merupakan Kebesaran dan Kekuasaan Allah, dapat disampaikan pula syari’at dan hakikat gerhana yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW yang dilanjutkan dengan pengumpulan dan Pembagian Shadaqah

Hingga Adzan Shubuh berkumandang, untuk seluruh wilayah Indonesia yang dilanjut dengan Iqomah juga Sholat Shubuh Berjama’ah dan Wirid/Zikir.

Usai itu, melanjutkan Gema Takbir hingga Gerhana terbuka kembali bersinar secara sempurna yang berakhir pada pukul 05:19 WIB (Akhir Umbra) atau bisa berakhir dengan memperbanyak takbir, dan istighfar hingga sekitar jam 06:28 WIB.

Baca Juga:  Kupas Gerhana Matahari Cincin, Dekat Titik Nodal

Untuk itu, kepada seluruh Kaum Muslimin wal Muslimat dihimbau untuk :

  1. Memperbanyak Takbir, Tahlil, Istighfar dengan syari’at mengumandangkan Gema Takbir membesarkan Asma Allah.

  2. Menyeru Salat berjama’ah

  3. Solat Gerhana Bulan (solat KhusyufilQamar) dgn 2 rokaat, setiap rokaat 2 kali ruku, 2 kali baca Al-Fatihah dan Surah Pilihan, dan 2 kali sujud.

  4. Khotib berkhutbah gerhana
    Dengan Tema Gerhana sebagai Kebesaran dan Kekuasaan Allah.

  5. Memperbanyak Takbir, Tahlil, Tahmid, dan Istighfar hingga akhir gerhana.

  6. Mengumpulkan dan membagikan Sodaqoh.

  7. Seusai Khutbah/Solat Gerhana, Gema Takbir dapat dilanjutkan kembali hingga Akhir Gerhana.

  8. Bersyukur kepada Allah, setelah Gerhana kembali terbuka bercahaya.

Tuntunan diatas semata merupakan tuntunan juga informasi atas semakin banyak menyimpangnya adab manusia di zaman yang sudah mulai udzur. Semoga kita semua dapat digolongkan dengan orang-orang yang mendapat syafaat Tuhan dan Rosulnya. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here