Beranda Artikel Aji Welut Putih Kian Diburu Pembesar Eks, Leg Maupun Yudikatif Negara Ini

Aji Welut Putih Kian Diburu Pembesar Eks, Leg Maupun Yudikatif Negara Ini

0
3793

Sesuai namanya ajian Welut Putih ini memiliki keistimewaan jika dipegang (lawan) sulit tertangkap karena licin namun, jika memegang (lawan / kawan) efeknya mampu mencengkram dengan erat. Kata welut putih sendiri memiliki dua unsur kata yang bermakna Welut, ( sejenis ikan licin yang hidup di dua alam dan memiliki lendir yang berefek licin jika dipegang) Putih berarti warna putih.

Tidak terlalu jelas kapan dan dimana lahirnya ajian ini. Namun menurut beberapa sumber, ajian ini diciptakan langsung oleh pembesar Kerajaan Mataram yaitu Prabu Airlangga.

Menurut beberapa sumber praktisi Supranatural yang identitasnya sengaja dirahasiakan ( sebut saja Ki. Wellut) menerangkan, ajian ini pada dasarnya merupakan ajian yang baik adanya. Karena saya meyakini segenap leluhur negeri ini, mencipta Ilmu maupun Ajian untuk anak cucu maupun muridnya pasti dengan tujuan baik. Nah jika Ilmu tersebut menjadi salah guna, mutlaklah harus kita kembalikan pada pemegangnya masing – masing.

Ki Wellut juga membuka beberapa rapal mantra beserta tata cara menggunakan ajian Welut Putih. diantaranya,

Mantra
“Niat Ingsun matek Ajiku Ajine Welut Puteh kang malang tugel, kang kesandung putung, kang keserampar tugel. Cinekel merocot kang nyandak luput cot merocot, kelawan kersane Gusti Allah Laa ilaaha illallaah Muhammad Rasululloh”.

Lelaku
Puasa mutih 41 hari, pada malam harinya Tapa Kungkum di sungai mengikuti Puasa dan membaca mantra sebanyak 1000 kali lalu Tapa Kungkum dilanjutkan esoknya lagi. Kesepuhan ilmu bisa ditingkat dengan berpuasa lagi dengan niat untuk nyepuh ilmu ini yang dilaksanakan Ganjil seperti 51, 61, 71, 81, 91 hingga tanpa batasan.

Cara Mengunakan
Untuk mengunakan ilmu ini harus membutuhkan sarana Air entah Aqua, Air Hujan, Comberan bahkan sungai dan laut. Sesat Anda merasa membutuhkan ilmu ini mantra dibaca sebanyak 1 kali, dan siramkan air ke muka tidak perlu banyak cukup sepercik saja.

Baca Juga:  Kerbau Bule Kyai Slamet Pengawal Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta

Pantangan
Tidak boleh memakan sebangsa belut

Dari saking istimewanya ilmu sepuh Welut Putih, banyak oknum dari kalangan bawah hingga atas di era globalisasi saat ini yang memburu dan akhirnya menguasai ilmu tersebut.

Karena tuntutan kebutuhan yang terlalu belebihan hingga akhirnya membutakan mata hati, menjadikan tidak sedikit orang menyalah gunakan ilmu itu dijalan yang benar-benar sesat. Misalnya, digunakan untuk memuluskan aksi korupsi, aksi menipu, juga aksi-aksi lainnya yang efeknya merugikan masyarakat luas.

Menurut Ki. Wellut, tidak sedikit oknum dari Aparat Eksekutif, Legislatif maupun yudikatif yang rela bersusah payah demi mendapatkan ilmu tersebut. “Dalam tahun ini saja (2018), saya sudah menerima dan meluluskan ilmu tersebut lebih dari 140 orang. Itupun sebagian besar dari pejabat Negara,” ungkapnya. Terkait siapa saja yang mendapat ijazah ajian welut putih tersebut, Ki. Wellut enggan mengatakan. ” Kalo disebut satu persatu kurang etis mas, biarlah mereka mendapatkan buah dari tanamannya sendiri, terlepas itu digunakan dalam kebaikan maupun keburukan. Namun, saya tetap akan mendoakan mereka ( mantan murid ) dengan doa yang baik,” terangnya.

Saat ditanyakan mengenai efek keampuhan diantara dua musuh yang memiliki ilmu sama, Ki Wellut mengatakan, Hal yang demikian jika bisa harus dihindari karena, selain akan terjadi efek benturan energi yang sama, secara tidak langsung mereka telah membuat dosa pada si mpunya yang pertama kali. Namun jika memang terpaksa, hal itu dapat ditoleransi. Terkait siapa yang unggul diantara kedua musuh dengan ajian yang sama, Ki. Wellut mengungkapkan hal itu tergantung dari tingkat pengasahan ilmu yang dimiliki masing-masing. Semakin sering diasah ( diamalkan ) maka, semakin ampuhlah ajian yang dimiliki.

Nah terkait dengan semua kebenaran dan kesalahan yang ada, sebagai hamba Tuhan marilah kita bersama memasrahkannya pada sang Pencipta. Wallahu Bissowab. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here