Beranda agama Rahasia dan Faidah Besar Sholawat Bagi Alam Semesta dan Seluruh Isinya

Rahasia dan Faidah Besar Sholawat Bagi Alam Semesta dan Seluruh Isinya

0
3182

Sholawat merupakan salah satu amalan tanda cinta kita pada Rasulullah Muhammad SAW dimana pahala dan faidahnya tergolong sebagai amalan yang istimewa untuk dikerjakan bagi ummat muslim. Sholawat bisa di lakukan kapan saja dan dimana saja, walau kita hanya mengucapkannya di bibir, hal tersebut sudah termasuk dalam hitungan ibadah terlebih juga diresapi dalam fikir dan lubuk sanubari terdalam, pasti akan mendapat bonus istimewa dari Allah.

Selain itu keistimewaan Sholawat ini, bukan hanya dibaca seluruh alam semesta bahkan malaikat dan Allah sendiripun juga bersholawat pada Rosulullah SAW.

Adapun beberapa sabda Nabi terkait Sholawat diantaranya,

  • Sabda Nabi SAW, “Bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku dapat membersihkan dosa-dosamu, serta mintalah pada Allah untukku wasilah”. Para sahabat bertanya, “Apakah wasilah itu?” Beliau menjawab, “Derajat yang tertinggi di surga yang hanya seorang saja yang akan mendapatkannya serta aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnya.”

  • Sabda Nabi SAW, “Bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku dapat membersihkan dosa-dosamu, serta mintalah pada Allah untukku wasilah”. Para sahabat bertanya, “Apakah wasilah itu?” Beliau menjawab, “Derajat yang tertinggi di surga yang hanya seorang saja yang akan mendapatkannya serta aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnya.”

  • Sabda Nabi SAW, “Barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat, maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat padanya serta menghapus sepuluh kesalahannya.” (HR. Nasai)

  • Sabda Nabi SAW, “Barangsiapa yang membacakan shalawat untukku di suatu hari seratus kali, maka Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat serta 30 di dunia.” (Kitab Jam’ul Jawami’, Hal: 796)

  • Sabda Nabi SAW, “Barangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah turunkan sepuluh rahmat padanya, mengangkat sepuluh derajat padanya, serta menghapus sepuluh kesalahan.” (HR. Nasai)

  • Sesungguhnya Umar bin Khattab RA berkata, “Aku mendengar kalau doa itu ditahan di antara langit serta bumi, tidak akan bisa naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad SAW.” (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)

  • Hal semacam ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yaitu, “Sesungguhnya lebih utama bagiku manusia besok pada hari kiamat, yaitu mereka yang lebih banyak membaca Shalawat kepadaku.” (HR. Turmudzi dari Ibn’ Mas’ud Ra)

  • Doa serta permohonan mempunyai pengaruh penting dalam mengundang datangnya karunia serta nikmat-nikmat Allah SWT. Shalawat merupakan doa. Dengan bershalawat, otomatis kita sudah mengundang datangnya karunia serta nikmat-nikmat dari Allah, Sang Pemberi Nikmat.

  • Rasulullah SAW merasa senang dengan shalawat, sebagaimana beliau sudah bersabda: “Sesungguhnya aku membanggakan adanya kalian pada umat-umat yang lain.” Sebagai umat yang dibanggakan, selayaknya lah kita mencintai beliau, selalu menyebut namanya serta bershalawat untuknya.

  • Pernah suatu saat, sebagaimana diwahyukan Allah SWT pada Rasulullah SAW, Allah bertitah pada Nabi Musa as, “Wahai Musa, apakah kamu ingin agar Aku lebih dekat padamu dari pada kedekatan ucapan pada lidahmu, dari pada bisikan hatimu dari hatimu sendiri, dari pada ruhmu ke tubuhmu serta dari pada cahaya matamu pada matamu?”. Musa as. kemudian menjawab, “Ya, wahai Tuhanku.” Lalu Tuhan berfirman, “Maka perbanyaklah membacakan shalawat untuk Muhammad SAW.”

Baca Juga:  Kewalian Gus Huddi Malang, Senyap Dipermukaan

Meski adap membaca Sholawat cukup mudah dilakukan namun, amalan yang termasuk dalam ibadah ini juga memiliki adabnya tersendiri dalam mengerjakannya. Berikut ini adalah adab membaca sholawat.

  • Suci dari najis, Berwudhu, Menghadap kiblat (lebih utama), Berpikir mengenai Nabi Muhammad SAW yang mulia (sifat, tingkah laku serta perkataanya), Membaca dengan seluruh jiwa serta perasaan, Meresapi makna shalawat yang dibaca (makna kalimat, huruf dan Sirrnya), Membaca dengan penuh tawadu’ (dhohir dan Bathin) serta lillahi ta’ala (karena Allah). Meyakinkan hati bahwa Rasulullah SAW merupakan suri tauladan yang paling utama yang harus di contoh, membaca secara tartil masing- masing huruf sholawat, dan Tak tergesa- gesa pada saat membaca kalimat- kalimat sholawat.

Dari Ka’ab bin ‘Ujroh, beliau menyampaikan, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahu bagaimana kami mengucapkan salam kepadamu. Lalu bagaimana kami bershalawat kepadamu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah, “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid” Ya Allah, berilah shalawat pada Muhammad serta kerabatnya karena engkau memberikan shalawat pada kerabat Ibrahim. Sebenarnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 56. Syaikh Al Albani memberi komentar kalau sanad hadits ini shohih). gambar via: Syaamil Quran

Di antara shalawat yang disarankan yang bisa kita amalkan yaitu:

Dari Zaid bin Abdullah berkata kalau sebenarnya mereka disarankan mengucapkan, “Allahumma sholli ‘ala Muhammad an nabiyyil ummiyyi. Ya Allah, berilah shalawat pada Muhammad Nabi yang Ummi” (Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 60. Syaikh Al Albani memberi komentar kalau hadits ini shohih)

Baca Juga:  Rahasia Pesugihan Halal Dari Istiqomah Mengamalkan Sholawat

Dari Ka’ab bin ‘Ujroh, beliau menyampaikan, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahu bagaimana kami mengucapkan salam kepadamu. Lalu bagaimana kami bershalawat kepadamu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah, “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid” Ya Allah, berilah shalawat pada Muhammad serta kerabatnya karena engkau memberikan shalawat pada kerabat Ibrahim. Sebenarnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 56. Syaikh Al Albani memberi komentar kalau sanad hadits ini shohih)

Dalam riwayat Bukhari no. 3370, ada lafazh shalawat seperti berikut ini, “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama barokta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Ya Allah, berilah shalawat pada Muhammad serta kerabatnya karena engkau memberi shalawat pada Ibrahim serta kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan pada Muhammad serta kerabatnya karena engkau memberikan keberkahan pada Ibrahim serta kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Demikianlah sepercik tentang faidah amalan Sholawat yang memiliki keistimewaan dahsyat untuk bekal sarana menuju keselamatan, drajat yang tingga fiddunya akhiroh. ( dats )

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here