Beranda Artikel Tradisi Pengantin Menyelipkan Keris Dipinggang Bermula Dari Kyai Setan Kober

Tradisi Pengantin Menyelipkan Keris Dipinggang Bermula Dari Kyai Setan Kober

0
2387

Asal muasal cerita tradisi, terselipnya keris berajut bunga melati dipinggang pengantin pria jawa, bermula dari cerita Keris Kyai Setan Kober milik Adipati Jipang, Arya Penangsang. Dimana, keris tersebut dikenakan sang Adipati pada waktu ia perang tanding melawan Sutawijaya.

Dikisahkan, dalam pertempuran tersebut Arya Penangsang bertempur menggunakan senjata Keris Setan Kober sedangkan lawannya Sutawijaya menggunakan tombak Kyai Pleret. Dalam pertarungan ini, Arya Penangsang tertikam tombak Kyai Pleret hingga ususnya terburai keluar perut. Walau demikian, Aryo Penangsang tidak juga jatuh tersungkur justru, dengan sigap sang Adipati Jipang ini, menyangkutkan buraian ususnya itu pada warangka atau sarung-hulu keris Setan kober yang terselip di pinggangnya, dan terus bertempur melawan Sutawijaya.

Mendapat perlawanan sengit, Sutawijaya terdesak hebat dan kesempatan itu digunakan oleh Arya Penangsang untuk segera penuntaskan perang tanding tersebut, dengan mencabut keris dari dalam warangka dan langsung hendak menghunuskannya pada Sutawijaya. Namun, tanpa disadari bahwa usus yang terburai tadi tersangkut di wilahan atau mata keris Kyai Setan Kober. Saat dicabut dari warangkanya, seketika langsung memotong usus yang terburai. Wal hasil Aryo Penasang langsung tewas seketika, tertikam kerisnya sendiri.

Ki Juru Mertani ( penasehat Sutawijaya ) terkesan menyaksikan betapa gagahnya Arya Penangsang dengan usus terburai yang menyangkut pada hulu kerisnya. Ia lalu memerintahkan agar anak laki-lakinya, jika kelak menikah meniru Arya Penangsang, dan menggantikan buraian usus dengan rangkaian atau ronce bunga melati. Dengan begitu maka, pengantin pria akan tampak lebih gagah, dan tradisi tersebut tetap digunakan hingga saat ini.

Adapun Keris Pusaka Kyai Setan Kober sendiri, dibuat oleh Mpu Supo Mandrangi , putra seorang empu di Tuban , Jawa Timur. Supo Mandrangi kemudian memeluk agama Islam dengan menjadi murid Sunan Ampel, dengan tetap membawa kemampuannya membuat keris.

Banyak keris pusaka yang dibuat oleh Mpu Supo, diantaranya adalah Keris Pusaka Setan Kober, selain karya monumentalnya, keris Kanjeng Kyai Sengkelat dan Kanjeng Kyai Nogososro. Keris Pusaka Setan Kober, aslinya bernama ‘Bronggot Setan Kober’, dibuat pada awal kerajaan Islam Demak Bintoro dan Keris tersebut kemudian dimiliki oleh Djafar Shodiq atau Sunan Kudus yang kemudian diberikan pada murid kesayangannya Arya Penangsang, Adipati Jipang Panolan. Keris Pusaka Setan Kober sangat ampuh, tetapi membawa hawa ( perbawa ) panas, sehingga yang membawa keris tersebut akan mudah marah. Sifat pemarah Arya Penangsang pun sebenarnya terbawa oleh hawa pembawaan pusakanya itu.

Baca juga: Keris Sodo Lanang

Sampai sekarang keberadaan keris ini tak diketahui, seperti halnya Keris Mpu Gandring yang misterius. Padahal keris-keris maupun pusaka-pusaka legendaris pada masa kuno diwarisi oleh Kraton Surakarta maupun Kraton Yogjakarta tetapi untuk keris Setan Kober ini tidak pernah diceritakan setelah kematian Arya Penangsang. Demikian juga “dapur” atau model Keris Setan Kober juga tak di tiru oleh para Empu-Empu keris di era setelahnya. Ada kepercayaan bahwa keris yang telah dipakai untuk membunuh orang-orang penting pada masa lalu sengaja dimusnakan karena kalau tak dimusnakan akan membawa sial sebab, diaggap telah “haus darah”. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan