Alur Inspirasi Kesuksesan BOB SADINO “Rencana Adalah Bencana”

0
1492

Bambang Mustari Sadino atau akrab dipanggil Bob Sadino, (lahir di Tanjung Karang (sekarang Bandar Lampung), pada 9 Maret1933 dan meninggal di Jakarta pada 19 Januari 2015 pada usia 81 tahun. Bob Sadino, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat santai dengan mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya sehari-hari.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa, Bob Sadino lahir pada 9 Maret 1939, namun sebenarnya Sadino lahir pada tanggal 9 Maret 1933. Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara, yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Pekerjaan pertama yang dilakoni Bob Sadino setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp.100.

Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.

Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.

Adapun berkembangnya usaha BOB, tidak terlepas dari pemikiran yang dianggap gila oleh sebagian kalangan. Bob Sadino kerap mempengaruhi banyak orang dalam dunia wirausaha. Bagaimana tidak, pemikirannya yang out of the box dan sering terdengar nyeleneh seringkali tidak bisa diterima oleh akal sehat orang kebanyakan.

Seperti yang kita tahu, Bob Sadino adalah salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Ia dikenal ketika bisnis telur ayam negeri mengalami perkembangan pesat di Indonesia. Bob Sadino memiliki beberapa bisnis, diantaranya adalah bisnis bahan pangan olahan, bisnis sayur dengan sistem hidroponik, bisnis biro perjalanan wisata, hingga bisnis supermarket.

Namun, semua kesuksesan bisnisnya tidak terjadi begitu saja. Bahkan dulu ia pernah mengalami keterpurukan dalam menjalankan usahanya. Menurut Bob Sadino, pemikirannya selama ini lah yang membuatnya bangkit dari keterpurukan dan sukses dalam berbisnis.

Berikut ini adalah 5 pemikiran yang dianggap gila dari Bob Sadino dan bisa menjadi memotivasi Anda untuk sukses di masa depan:

1. Jangan Banyak Rencana, Karena Rencana adalah Bencana

Pemikiran ini tentu sangat bertolak belakang dengan kebanyakan pebisnis yang biasanya suka melakukan perencanaan secara matang. Menurut Bob Sadino, membuat perencanaan yang matang adalah sesuatu yang bisa menjadi bencana.

Ia menulis dalam buku yang berjudul “Mereka Bilang Saya Gila”, di buku tersebut Bob Sadino menyebutkan bahwa rencana hanya berlaku bagi seseorang yang belajar ilmu manajemen. Dalam dunia usaha tidak ada seperti itu, sebuah usaha tidak mungkin bisa lurus persis seperti yang direncanakan.

Lebih lanjut, Bob Sadino juga menyebutkan bahwa sepak terjangnya di bisnis peternakan ayam pun bisa berhasil bukan karena direncanakannya.

2. Pemikiran Gila Bob Sadino “Carilah Kegagalan dan Kerugian”

Tentunya semua orang tidak ingin menerima kegagalan maupun kerugian, dan pasti berusaha keras untuk menghindarinya. Tapi berbeda dengan Bob Sadino, ia justru menyarankan untuk mencari kegagalan dan kerugian.

Di dalam buku berjudul “Belajar Goblok dari Bob Sadino”, ia menjelaskan bahwa kebanyakan pengusaha berpikir linear: kalau mau usaha berarti harus untung agar berhasil. Faktanya, saat menjalankan usaha seringkali pengusaha justru mengalami kerugian dan kegagalan.

Itulah alasan mengapa ia menyarankan untuk mencari kegagalan dan kerugian. Bagi Bob Sadino sebuah keberhasilan dalam bisnis adalah sebuah titik puncak dari sekian banyak kegagalan yang telah dialami.

3. Jangan Kebanyakan Analisis

Hampir sama dengan poin nomor #2 “Recana adalah Bencana”, menurut Bob Sadino tidak perlu melakukan banyak analisis jika mau sukses. Alasannya, seringkali orang yang melakukan analisis justru membuatnya fokus pada hal-hal negatif.

Analisis membuat seseorang berpikir tentang hal buruk yang bisa terjadi pada sebuah bisnis. Hal ini kemudian akan membuat orang tersebut menjadi sulit melangkah. Menurut Bob Sadino, lebih baik segera bertindak dan memulai usaha Anda, dan cetak keuntungan setiap bulannya.

4. Orang Bodoh Jadi Bos

Ini adalah pemikiran gila Bob Sadino yang mungkin tidak masuk akal bagi kebanyakan orang. Anda mungkin sudah tahu salah satu kutipan kata-kata Bob Sadino yang nyentrik ini, “Setinggi apapun pangkat yang dimiliki, Anda tetap seorang pegawai. Sekecil apapun usaha yang Anda punya, Anda adalah bossnya.”

Pemikiran inilah yang mengawali keputusan Bob Sadino untuk kembali ke tanah air setelah sekian lama menjadi karyawan di Amsterdam dan Hamburg. Orang yang dianggap bodoh memang harus membuat usaha sendiri karena ia selalu ditolak oleh berbagai macam pekerjaan.

5. Menjadi Peka Berkat Jalanan

Selama bertahun-tahun Bob Sadino “hidup di jalanan” dan melihat berbagai hal yang berhubungan dengan dunia wirausaha. Hal ini membuatnya menjadi lebih peka dalam melihat berbagai peluang usaha yang ada di sekitarnya.

Menurut Bob Sadino, riwayat pendidikan seseorang bukanlah sesuatu yang harus diagungkan. Menurutnya, pribadi yang pintar cenderung hanya akan banyak bicara tanpa bisa melaksanakan apa yang diucapkannya, khususnya dalam dunia wirausaha.

Lepas itu, kondisi kesehatan Bob Sadino merosot setelah istrinya, Soelami Soejoed meninggal dunia pada Juli 2014. Setelah istrinya meninggal Om Bob jatuh sakit dan sempat dirawat selama dua pekan di Rumah Sakit Pondok Indah, hingga di usia 81 tahun pada 19 Januari 2015, sore hari pkl. 18.05, Ia meninggal dunia karena sakit.

Meskipun saat ini Bob Sadino sudah meninggal, ada banyak pelajaran dan inspirasi yang bisa kita dapatkan dari sosok nyentrik ini. Dan tentu saja Bob Sadino akan terus dikenang bukan hanya karena kesuksesannya dalam membangun bisnis namun, karena pemikiran-pemikiran yang out of the box. (dats)

Tinggalkan Balasan