Kupas Supranatural Rasio Dari Bilah Bambu Kramat

0
1319

Bilah bambu yang biasa disebut orang jawa dengan nama Preng atau juga disebut oleh orang Pulau Borneo dengan julukan nama Buluh atau Aur, Eru dan lain sebagainya ini, memiliki syarat keragaman makna dan misteri luas yang terdapat pada tanaman tersebut.

Bambu sendiri tergolong dalam tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat karena, memiliki sistem rhizoma idependen unik yang dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60 cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam.

Selain mudah tumbuh dan gampang ditemukan ternyata, tanaman bambu ini juga sangat beragam kegunaannya. Dengan difungsikan sebagai material bangunan, alat rumah tangga, obat herbal juga yang tak kalah unik sebagian bambu dipercaya memiliki daya supranatural.

Kali ini sejarah-budaya.com akan mengupas sekelumit bilah bambu keramat dari sisi magis supranatural rasio.

Menurut Soein Farkhert seorang praktisi supranatural rasional dari Mesir, bambu sendiri pada umumnya sudah memiliki energi alam murni seperti layaknya tumbuhan lain. Namun, memang ada sebagian tanaman bambu yang memiliki kelebihan energi multi dan dapat disingkronisasikan pada energi manusia sehingga, dapat menimbulkan pembawaan karakter yang beragam.

Bambu jenis demikian biasanya dapat digolongkan pada jenis bambu cacat atau bambu yang tumbuh tidak dengan cara yang semestinya. Dimana saat bambu tersebut mengalami pertumbuhan yang tidak wajar, terdapat tekanan dalam perkembangannya sehingga hal inilah yang menampung energi di dalam batang bambu.

Adapun keberagaman manfaat yang dihasilkan bambu cacat tersebut, tergantung pada jenis bambu, kultur tempat tumbuh dan bentuknya.

Yang paling marak dikancah perbincangan masyarakat biasanya bambu dengan jenis Temu ruas / ros, ada juga jenis buluh perindu dan sebagainya. Jenis-jenis bambu yang demikian tersebut selain marak dicari karena kelebihan energinya, juga yang paling mengejutkan adalah harganya yang dapat mencapai harga selangit.

Baca Juga:  Bukit Pecaron Dan Kisah Cinta Syekh Maulana Ishaq

Walau demikian, bambu-bambu cacat yang memiliki keistimewaan seperti tersebut diatas, pada dasarnya hanyalah sebagai pembawaan karakter semata bagi pemiliknya. Terlepas dari itu semua, terkait adanya fungsi kebal, pengasihan dan lain – lain, merupakan hasil yang tidak murni dari olah manusia itu sendiri. Sehingga barang yang semestinya tidak memiliki daya upaya dipermukaan dapat disulap layaknya benda canggih yang mengalahkan fungsi dari pemegangnya sendiri.

Untuk itulah sebagai manusi beragama dan bertuhan kita hendaknya senan tiasa mengandalkan logika ketuhanan daripada logika kebendaan. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here