Beranda Sejarah Beberapa Fakta Rahasia Dibalik Kemerdekaan NKRI

Beberapa Fakta Rahasia Dibalik Kemerdekaan NKRI

0
753

Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi waktu paling bersejarah bagi masyarakat Indonesia. Di mana pada hari itu, kumandang proklamasi kemerdekaan centar membahana di seluruh pelosok negeri.

Kemerdekaan yang dinanti seluruh masyarakat Indonesia selama berabad-abad tahun akhirnya, dapat diraih melalui perjuangan panjang. Namun, suapa sangka ternyata ada banyak fakta menarik tentang kemerdekaan yang mungkin tidak banyak diketahui khlayak umum. Bahkan, beberapa di antaranya juga tidak tertulis didalam buku sejarah.

Adapun beberapa fakta yang dikutip sejarah-budaya.com dari berbagai sumber diantaranya,

  • Saat membacakan proklamasi kemerdekaan, Ir. Soekarno dalam keadaan sakit malaria yang kambuh tepat sebelum membacakan proklamasi.

  • Upacara kemerdekaan 17 Agustus 1945 dirayakan dengan sederhana tanpa musik dan protokol. Saking sederhananya, tiang bendera yang digunakanpun hanya terbuat dari batang bambu.

  • Tahukah kamu, jika naskah asli teks proklamasi yang ditulis langsung oleh Bung Karno dibuang di tong sampah. Orang yang menemukan dan memiliki teks proklamasi yang asli bukanlah pemerintah, melainkan wartawati asal Aceh bernama DM Diah. Dimana, teks proklamasi yang dibuang sendiri tersebut merupakan draft yang kemudian diketik ulang oleh Sajuti Melik. Wartawati DM Diah baru menyerahkan draft itu pada pemerintah pada 29 Mei 1992.

  • Perintah pertama yang diberikan Ir Soekarno saat menjabat sebagai presiden bukan tentang pemerintahan atau politik, melainkan permintaan untuk membelikan lima puluh tusuk sate di dekat kediamannnya.

  • Dokumentasi prosesi proklamasi hampir jatuh ke tangan tentara Jepang, jika Frans Mendoer tidak menyelamatkannya. Dia menyembunyikan negatif film dokumentasi itu di sebuah pohon di kantor Harian Asia Raja.

Baca juga: Petani Marhaen Hingga Ideologi NKRI

  • 17 Agustus sendiri, juga menjadi momen menyedihkan bagi Bangsa Indonesia. Pasalnya pada tanggal itu, pencipta lagu Indonesia Raya, WR Soepratman (1937), dan pencetus ilmu Bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (1894), meninggal dunia.

  • Meski mendapat sebutan sebagai bapak Proklamator, nyatanya gelar itu secara resmi disematkan setelah 41 tahun kemerdekaan Indonesia. Setelah kemerdekaan, ibukota Indonesia sempat pindah sebanyak 3 kali dalam waktu 4 tahun. Adapun kota yang dijadikan sebagai ibukota Indonesia diantaranya Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948), dan Bukittinggi (1948-1949).

  • Tahukah kamu, jika mikrofon yang digunakan Soekarno saat upacara proklamasi 17 Agustus 1945 dicuri dari stasiun radio milik Jepang.

  • Rekaman suara Soekarno yang membaca proklamasi 17 Agustus 1945 bukan berasal dari tahun yang sama. Rekaman itu dibuat dari suara asli Bung Karno pada 1951 di Radio Republik Indonesia untuk kebutuhan dokumentasi.

Baca Juga:  Peristirahatan di Bondowoso Dalam Napak tilas Hayam Wuruk

Baca juga: Andalan Rangkap Nyawa Sang Proklamator

  • Upacara proklamasi 17 Agustus 1945 sempat didatangi lima opsir Kepang yang menyampaikan perintah Gunseikan yang melarang Soekarno menyatakan proklamasi. Namun proklamasi tetap dilanjutkan untuk mencegah hal buruk terjadi, Barisan Pelopor langsung mengepung rumah Soekarno sembari bersenjatakan golok dan bambu runcing. Mereka menggertak para opsir Jepang yang kemudian akhirnya meninggalkan kediamanan Soekarno.

  • Penyebaran berita proklamasi kemerdekaan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Mereka melakukannya mulai dari mulut ke mulut, selebaran, teriakan, grafiti di tembok, trem kota, sampai gerbong kereta api.

  • Sebelum naskah proklamasi dibuat oleh Ir Soekarno dan Muh Hatta, Sjahrir telah lebih dulu membuatnya. Naskah itu dibuat setelah mereka mendengar kekalahan Jepang pada 14 Agustus 1945. Saat itu Soekarno berjanji mengumumkan proklamasi pada 15 Agustus 1945, dan segera Sjahrir membuat naskah proklamasi sepanjang 300 kata. Adapun isi naskah menggambarkan tentang penderitaan bangsa Indonesia dibawah Jepang dan ketidak inginan mereka untuk jatuh kolonialis lain. Sayang setelah naskah itu dibuat, Soekarno tak kunjung memproklamirkannya. Meski demikian pengumuman kemerdekaan, telah lebih dulu diproklamirkan oleh Dokter Sudarsono, anggota gerakan bawah tanah pada 15 Agustus 1945. Proklamasi itu dikumandangankan di Cirebon dan dihadiri 150an anggota. Sayangnya, naskah proklamasi yang dibaca Sudarsono tak diketahui keberadaannya sampai sekarang.

Itulah beberapa fakta tersembunyi dari kejadian seputar kumandangnya Proklamasi Kemerdekaan NKRI. Semoga hal ini menjadi acuan segenap pembaca untuk menjadikan NKRI tercinta ini lebih bersatu dan tanpa terpecah belah. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here