Politik Sebatas Leher Jangan Masuk Rasa Maupun Hati

0
494

Dalam menyikapi politik dunia maya maupun nyata hendaknyalah jangan sampai melabuhkan perasaan dan hati, melainkan cukup dari otak ke mulut dan tenggorokan saja. Artinya menyikapi maupun mengaplikasi sebuah sistem Politik cukup dengan melihat, berfikir dan berbicara saja. Jangan pernah dirasakan lalu ditelan hingga menjadi karakter penjiwaan.

Mengapa harus demikian,? Pada dasarnya ajang sepak politik yang sengaja ditebarkan oleh rata-rata oknum Parpol, hanyalah sebatas mencari dukungan belaka agar, target yang akan diraihnya terkesan memiliki banyak masa. Terlepas dibalik itu semua ada tujuan baik di akhinya, sikapilah hal itu semua dengan pasif. Sebab, jika sampai dirasa hingga mendarah daging maka dapat dipastikan kita akan terjebak pada tujuan yang tidak pasti.

Karena, jika kita lihat di dunia maya maupun nyata, sebuah ajang politik dari oknum parpol cukuplah dianggap sebagai manufer plin-plan. Bagai mana tidak,,,? Misalnya saat pilbub mereka antar parpol yang berbeda dapat menjadi sahabat dukungan atau kwalisi. Namun, setelahnya dalam Pilgub maupun Pilpres mereka dapat menjadi lawan. Hal ini bagi oknum pelaku politik kepartaian sangatlah dianggap wajar dan lumrah. Sebab, tindakan yang terkesan plin-plan tersebut dianggapnya sebagian dari manufer.

Oleh: Mukhlis Tambajong SH

(dats)

Baca Juga:  Ajaran Kaharingan Suku Dayak Borneo, Wujud Keberagaman NKRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here