Betoh Nyaeh Visualisasi Kesuburan dan Kemakmuran Tanah Bondowoso

0
1217

Secara anatomi penelitian purbakala, Kabupaten Bondowoso yang terletak di sebelah timur kaki gunung Argopuro ini, dikenal dengan julukan gudangnya peninggalan prasejerah. Hal ini mengacu pada banyaknya benda purbakala khususnya bebatuan purba. Selain benda purbakala kota Bondowoso yang asri nan sejuk ini juga memiliki berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit dalam Napak Tilas Hayam Wuruk.

Peninggalan kekayaan era lampau tersebut berjumlah ribuan keping yang tersebar di setiap pelosok kota tape ini. Adapun dari beberapa tempat tersebut meliputi,

  1. Di Kec.Bondowoso terdapat “Sarkofagus” yang tersimpan di Dinas Pariwisata Kab.Bondowoso

  2. Di Desa Kalianyar Kec.Tamanan sekitar 17 km selatan Bondowoso, terdapat Batu Dolmen yang akrab disapa “Batu Katak atau Frog Stone” karena dilihat dari bentuknya yang mirip seekor katak.

  3. Di Kecamatan Tenggarang terdapat “Situs Tenggarang”

  4. Di Kecamatan Pujer terdapat “Batu Dolmen”

  5. Di Desa Lombok Kulon Kec.Wonosari terdapat Batu Dolmen

  6. Di Kec.Klabang terdapat Stone Chamber (alat kapak)

  7. Di Kec.Tapen terdapat “Punden Berundak” dan

  8. Di Kec.Grujugan terdapat situs Pekauman. Situs ini merupakan situs yang sangat lengkap dan terbesar di Kabupaten Bondowoso. Bahkan beberapa diantaranya hanya ada dua di Indonesia.

Hal ini cukup menjadi bukti bahwa kota Bondowoso di masa lampau, memiliki ragam kekayaan kultur, budaya bahkan sejarah yang lebih canggih dibanding daerah lain disekitarnya.

Nah, dari beberapa situs tersebut, sejarah-budaya.com akan memberikan sekelumit wedaran mengenai kepercayaan maupun penyikapan terhadap salah satu batu yaitu, Batu Nyai. Dimana batu ini dipercaya sebagai Visualisasi dari lambang kemakmuran dan kesuburan.

Masyarakat sekitar batu ini menyebutnya dengan nama “Betoh Nyaeh” yang berarti batu Nyai atau batu putri. Betoh nyaeh sendiri terletak di areal persawahan Situs Pekauman kecamatan Grujugan sekitar 10 km sebelah selatan pusat kota Bondowoso.

Baca Juga:  Muasal Api Tak Kunjung Padam dan Pernikahan Ajaib Ki Moko

Situs Pekauman Betoh Nyaeh ini, memiliki ciri dengan tinggi 153 cm, ketebalan badan 52 cm serta lingkar dada 60 cm dan 46 cm lingkar kepalanya. Arca ini bagian paha sampai bawah menancap pada tanah.

Selain itu, batu tersebut dipercaya erat dengan pemujaan roh oleh nenek moyang lampau yang masih menganut paham “Animisme”, batu ini juga dipercaya sebagai wujud dari seorang perempuan yang menjadi Dewi Kesuburan, atau dalam bahasa lain dewi Sri. Latar pembuatan patung ini juga berkaitan erat dengan pemujaan roh nenek moyang dan juga sebagai penganugrahan terhadap tokoh masyarakat atau kepala suku yang disegani.

Dari beberapa sumber baik masyarakat sekitar ataupun arkeolog dan budayawan batu dewi kesuburan tersebut juga memiliki cerita legenda yang sangat unik.

Dimana terkisah pada waktu lampau, batu tersebut adalah sosok putri rengganis yang bertapa karena ingin menjadikan lembah Bondowoso subur dan dapat menghidupi rakyatnya. Dalam pertapaannya tersebut sang penguasa kahyangan Hiyang Wenang akan mengabulkan permintaan sang dewi dengan satu syarat.

<<<<baca juga Sejarah Peninggalan Putri Rengganis>>>>

Adapun syarat tersebut, hiyang wenang meminta agar tanah tersebut ditumbali dengan dewi rengganis sendiri. Karena ingin melihat rakyatnya hidup makmur, sang dewi Rengganispun setuju untuk menjadi tumbal. Seketika itupun sang dewi berubah wujud menjadi batu dan hingga kini batu nyai juga dikenal dengan nama batu dewi kesuburan dan kemakmuran. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here