Meditasi Pengendalian Diri dan Atasi Problem Fisik Juga Metafisika

0
789

Tidak sedikit orang mengira bahwa meditasi membutuhkan ruangan tenang, musik khusus dan waktu yang ekstra. Padahal, kita bisa melakukannya kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi apa saja dengan mudah. Misalnya kita dapat melakukan meditasi saat menunggu bus datang, berjalan kaki, atau di tengah kemacetan.

Nah, kali ini sejarah-budaya.com akan sedikit mengupas tentang manfaat dan kemudahan dalam melakukan meditasi disegala situasi dan kondisi.

Meditasi merupakan suatu tindakan jiwa dan raga dalam melatih fokus pikiran sehingga, kita memiliki pandangan yang jernih tetap merasa tenang di segala situasi dan kondisi. Praktek ini umumnya dijalankan dengan duduk, berdiri maupun tidur tenang dengan mengatur pernafasan perlahan-lahan dan teratur selama setidaknya 15 hingga 20 menit.

Meditasi sendiri, sesungguhnya tidak memerlukan peralatan atau biaya khusus. Jika dijalani secara teratur, praktek yang telah ada sejak ribuan tahun lalu ini, dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk untuk kesehatan mental.

Namun sebelum itu, mari kita bahas dulu Cara Kerja Meditasi. Disaat tubuh merespons stres dengan melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin yang menyebabkan detak jantung, aliran darah, dan tekanan darah meningkat kita sering sulit mengendalikan ketenangan fikir. Dalam hal ini olah Meditasi yang rutin, dapat menurunkan detak jantung kembali hingga mudah mengendalikan emosi. Selain itu, meditasi juga dapat mengatur aliran dan tekanan darah menjadi normal kembali. Saat bermeditasi, otomatis kita juga turut berlatih mengesampingkan berbagai pikiran negatif, yang bisa menyebabkan datangnya stres. Hal ini juga membuat pikiran menjadi lebih tenang dari sebelumnya.

Di samping itu, meditasi juga efektif dalam mengaktifkan gelombang gamma di otak yang berperan dalam proses belajar, konsentrasi, ingatan, dan kesadaran. Oleh sebab itu, meditasi cukup mampu menghasilkan emosi positif berupa kebahagiaan dan kesehatan.

Baca Juga:  Budaya Sedekah Bumi, Halal Haram Hanyalah Sudut Pandang

Berbagai Manfaat Meditasi untuk Kesehatan

Berbagai manfaat meditasi terbukti dapat memberikan ketenangan dan keseimbangan jiwa sehingga, emosi dan kesehatan tubuh menjadi stabil secara keseluruhan. Manfaat ini tidak hanya akan terasa sepanjang kita melakukan meditasi tetapi, juga akan dapat dirasakan dalam aktivitas sehari-hari.

Tidak sekedar menciptakan ketenangan batin, meditasi kini juga banyak digunakan sebagai salah satu cara untuk menangani gangguan mental fisik maupun non fisik, di antaranya, kecanduan nikotin, obat-obatan, dan minuman keras. Depresi, stres, dan kecemasan, Rasa nyeri Tekanan darah tinggi dan lain sebagainya.

Selain itu, meditasi juga berperan dalam kesehatan emosional dengan mendatangkan manfaat-manfaat sebagai berikut:

Meningkatkan kesadaran diri, mendukung kemampuan fokus secara umum, mengurangi emosi negatif, melatih diri untuk mengelola stres dengan mampu melihat penyebabnya dari sisi lain yang lebih positif.

Namun yang tidak kalah pentingnya, meditasi juga banyak terbukti dapat menetralisir segala jenis gangguan metafisika.

Adapun Tehnik dan Proses Meditasi

Ada banyak jenis dan teknik relaksasi dalam meditasi, seperti yoga, meditasi transedental, Tai chi, Qi gong dan meditasi tafaqqur. Dimana, kesemuanya itu bertujuan sama, yaitu mencapai kedamaian dan ketenangan diri.

Secara umum, ada dua teknik meditasi yang paling dikenal yaitu:

Meditasi konsentrasi
Tehnik ini terletak pada Fokus satu suara, bayangan, tarikan napas, fikiran, atau kata-kata yang diucapkan atau dibacakan.

Meditasi kesadaran, bertujuan agar pelakunya dapat sadar akan perasaan, pikiran, suara, atau bayangan yang melintas pada pikiran.

Metode meditasi yang dilakukan dalam rendaman air

Meski berbeda-beda cara namun, terdapat beberapa elemen yang umumnya ada pada semua jenis meditasi, yaitu:

Memfokuskan pikiran

Membebaskan pikiran dari segala hal yang mengganggu konsentrasi yang menjadi sumber penyebab kekhawatiran dan stres. Dimana, dalam hal ini fikiran kemudian difokuskan pada hal spesifik lain, seperti gerakan bernapas, kata-kata, atau bayangan tertentu dalam fikiran.

Baca Juga:  Ini Cara Rahasia Gemukkan Sapi Limosin Rekomendasi Negara Prancis

Bernapas secara perlahan

Menarik napas dalam-dalam dan perlahan-lahan menggunakan otot diafragma yang melebarkan paru-paru. Pernapasan yang lebih efektif dan lambat dapat mendatangkan lebih banyak oksigen ke dalam paru-paru. Banyak diajarkan dalam hal ini ciri tarik nafas yang baik dengan tidak bersuara.

Duduk tenang

Bagi orang yang baru melakukan meditasi, dapat mempraktekannya di tempat tenang yang bebas dari hal-hal yang berpotensi menjadi gangguan, seperti dering telepon genggam, bunyi TV, atau bunyi kendaraan. Setelah terbiasa melakukannya di tempat tenang, kita dapat membiasakan diri bermeditasi di waktu dan tempat lain, seperti di tengah hiruk pikuk kemacetan, dalam posisi berdiri, maupun berjalan.

Cara Memulai Meditasi

Untuk berlatih, Anda dapat bergabung dalam kelas atau kelompok meditasi, maupun mencobanya sesuai cara sendiri. Tidak perlu memikirkan bagaimana cara yang paling sempurna untuk melakukan meditasi. Karena hal ini justru dapat menjadi penambah stres.

Mulailah di waktu Anda dapat tenang dan leluasa sekitar 10 menit, dengan melakukan cara-cara berikut:

Tarik napas dalam secara perlahan-lahan dengan tanpa bersuara berulang kali. Kemudian, fokuskan perhatian pada tarikan nafas dan perasaan, sambil terus menarik napas perlahan, fokuskan pikiran pada berbagai bagian tubuh secara bergantian. Sadari apa yang kita rasakan di bagian-bagian tubuh tersebut. Kita dapat juga mengombinasikan aktivitas meditasi dengan menyebut kata, bacaan atau nama sesuai kepercayaan masing-masing. Setelah terbiasa melakukan meditasi dengan duduk, kita bisa mencoba bermeditasi dengan berdiri hingga berjalan. Dalam hal ini cukup fokuskan pada pergerakan kaki dan hindari berjalan terlalu cepat. Lokasi berjalan bisa di mana saja. Bisa dilakukan di taman kota, trotoar yang lapang, atau di dalam mal. Membaca dan merefleksi bacaan bahkan bisa menjadi bagian dari meditasi. Musik yang tenang juga dapat menjadi cara untuk menenangkan diri dalam meditasi.

Baca Juga:  ORGONITE Jimat Anti Radiasi Rasional

Meditasi dapat dilakukan dengan membuka atau menutup mata, tergantung kenyamanan dan kemudahan masing-masing untuk konsentrasi. Namun hindari menyalakan alarm untuk menandai selesainya durasi meditasi. Selain itu, sebaiknya meditasi tidak dilakukan hingga dua jam setelah makan, karena proses pencernaan dapat terganggu. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, jadikanlah meditasi sebagai bagian dari aktivitas rutin setiap hari. Dengan melakukannya secara rutin niscaya jiwa dan raga kita akan senantiasa dapat mengarungi bahtera hidup dalam segala situasi dan kondisi. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here