Tradisi Budaya NYONTENG di Bondowoso Wujud Syukur Kepada Sang Pencipta

0
1344

Tradisi budaya Nyonteng kerap dilaksanakan oleh sebagian masyarakat pedesaan utamanya kultur madura di Bondowoso, Situbondo, Jember dan sekitarnya dalam menyambut panen.

Kata Nyonteng sendiri dimaknai sebagai upaya penyempurnaan atau sunting dalam aplikasi wujud syukur sebagai hamba yang akan menghadapi anugrah rizki berupa panen padi.

Biasanya nyonteng ini, digelar dengan beragam upacara adat. Dimana dalam upacara itu banyak tersedia sesaji jajanan pasar, makanan lezat (bisa dikatakan sesaji) yang nantinya setelah usai di doai, akan dimakan bersama minimal oleh keluarga besar pemilik sawah.

Selain sesaji, biasanya pemilik sawah juga akan menyisihkan sebagian hasil panen nantinya, untuk dibagikan kepada sanak saudara dan segenap tetangga.

Pada jaman dahulu, tradisi nyonteng dilakukan secara masal yang dikoordinir oleh kepala desa. Untuk dapat pula menciptakan hiburan setelah 4 bulan menanam, biasanya nyonteng akan dibarengi dengan hiburan tayub, kuda lumping dan lain sebagainya.

Namun, tradisi yang arif juga bertujuan membangun kebersamaan dan memupuk kepedulian terhadap sesama ini, semakin tergusur di era globalisasi saat ini.

Perlulah kiranya sebagai generasi bangsa yang cinta kultur kebhinekaan untuk tetap berupaya melestarikan tradisi ysng demikian. Salam RAHAYU. (dats)

Baca Juga:  Legenda Banyuwangi Citra Karakter Kesetiaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here