Berkembangnya Kata SEGHORO Memupuk Jiwa Arif Kaum Jawa

0
807

Membahas ragam filosfi ajaran leluhur Jawa, memang tidak akan pernah ada habisnya. Hal ini dikarenakan ribuan bahkan jutaan makna atau Teges bisa terdapat hanya dalam satu kalimat atau petuah jawa. Petuah-petuah tersebut pastinya dominan memuat tentang ajaran kebajikan yang kerap diringkas dalam sebuah perumpamaan atau sanepan.

Diketahui perumpamaan atau sanepan tersebut digunakan agar segenap pengkaji atau pendengar mendapatkan sari pati ilmu yang tidak instan. Sehingga yang diharapkan segenap sesepuh jawa, sang penerima dapat memproses mentahan ilmu dengan fikir jiwa dan rasanya supaya kelak sari pati kearifan tidak mudah luntur.

Nah kali ini sejarah-budaya.com akan sedikit mengupas filosofi sanepan dari kata SEGHORO yang disanepankan sehingga memiliki arti kearifan bagi kehidupan manusia.

Seghoro dalam arti harfiahnya adalah lautan dan seluruh penghuni hidup didalamnya. Bagi sesepuh jawa Seghoro salah satunya diartikan sebagai “ngesreki ing rogho” (menyesuaikan pada raga). Dalam penjelasan sanepan jawa, seghoro sendiri sangat identik dengan gambaran manusia dewasa yang bijak dan mampu menerima segala hal, baik maupun buruk.

Digambarkan adanya seluruh air lautan rasanya asin namun, hampir seluruh kehidupan didalamnya memiliki rasa yang tawar, adapun ikan asin karena ikan tersebut telah mati. Hal ini diumpamakan bahwa, air lautan yang asin adalah gambaran kehidupan di dunia. Dimana, warna-warni senang dan susah kehidupan fana tersebut bukan merupakan suatu tujuan mutlak. Bahkan sebagian ada yang menganggap dunia ini hanyalah panggung sandiwara yang tidak perlu diprioritaskan. Oleh sebab itulah, hidup kita berada dalam gelombang air yang asin.

Sesuai fitroh adanya kehidupan di samudra yang tetap tawar, kita haruslah tetap menjadi insan “hidup” (tidak mati) agar tidak terjebak dalam prioritas asinnya hidup yang fana.

Baca Juga:  Resep Nasi Goreng Jawa, Tinggalan Mataram Kuno

Hidup disini dalam katagori wedar jawa, dimaknai dengan adanya jiwa yang selalu menyatu pada diri pribadi, Tuhan dan alam semesta. Sehingga dengan demikian, kita tidak mudah terjebak dalam arus asinnya dunia fana yang sesungguhnyalah hanya amanah saja.

Sampai disini bisa disimpulkan bahwa, satu kata SEGHORO memiliki keluasan makna bagi orang jawa. Hal inipun bukan suatu makna mutlak yang dapat disimpulkan. Masih banyak ragam lagi untuk mengartikan satu kata seghoro. Selama nafas masih berkutat di dunia, orang jawa percaya suatu pemahaman akan selalu berkembang dan menjadi tuntunan untuk insan lebih arif lagi. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here