Sejarah Saksi Bisu Kejayaan Bondowoso Dimasa Lalu

0
1590

Kabupaten Bondowoso memang dikenal dengan sebutan kota kecil sejuk dan penuh dengan segudang kesan eksotis. Selain dikelilingi banyak gunung dan perbukitan kecil ternyata Kota yang berada di Jawa Timur ini, juga memiliki sejarah panjang kejayaan di masa lampau.

Selain dapat dibuktikan dengan banyaknya bukti situs megalitikumnya kota yang juga berjuluk dengan kota Tape ini, juga memiliki banyak peninggalan megah dimasa kolonial lampau.

Kenangan manis dan pahit Bondowoso pun tampak membekas di sebagian penduduknya, dari sejak jaman kejayaan prasejarah sampai jaman kejamnya pemerintahan kolonial penjajah.

Namun, kali ini sejarah-budaya.com akan sedikit mengupas beberapa bukti sejarah berdasar adanya dokumentasi beberapa informasi, foto – foto yang terangkum dari beberapa sumber dan koleksi Disparporahub Bondowoso.

Menginjak pada keberadaan monumen Juliana yang pernah ada pada masa pemerintahan kolonial Belanda sekitar tahun 1927 hingga 1929. Hal ini sebagai bukti penanda atas adanya kunjungan ratu Juliana ke Bondowoso dimasanya. Akan tetapi keberadaan monumen tersebut yang dulunya terletak di sekitar alun-alun kota, hingga saat ini sudah tidak dapat ditemukan lagi keberadaannya. Menurut dari cerita beberapa sumber, dihancurkannya monumen Juliana sejak adanya invasi militer jepang yang masuk ke Bondowoso pada masa lalu.

Yang ke dua, adanya pabrik tebu di jalur lintas Kabupaten Situbondo – Bondowoso tepatnya di Kecamatan Tenggarang. Walau hingga saat ini pabrik tersebut sudah tidak difungsikan lagi namun, keberadaannya masih dapat terlihat beserta beberapa serpihan puing bekas lori.

Selanjutnya yang tidak kalah berkesannya yakni, Stasiun Bondowoso yang sempat masih eksis digunakan hingga pertengahan tahun 90an. Akan tetapi, karena alasan kurang efisien untuk dilalui kereta api, stasiun tersebut sekarang dialih fungsikan sebagai musium di Bondowoso. Bangunan stasiun hingga saat ini tampak tidak ada perubahan sama sekali masih asli seperti arsitek jalam dahulu, hanya saja tampak dibeberapa sudut bangunan tersebut mengalami pemugaran.

Baca Juga:  Pesona Sejarah Padang Savana Cikasur Gunung Argopuro

Berikutnya, jalan lintas barat Bondowoso Surabaya yakni Arak – arak tempo dulu yang Sampai saat ini masih difugsikan sebagai jalur provinsi. Pembuatan jalur arak-arak ini, pada masa lalu dibangun masih menggunakan tenaga manual manusia utamanya rakyat Bondowoso.

Kemudian, jalur puncak Gunung Raung, tepatnya di pos 01 terlihat segenap menir – menir Belanda mengabadikan moment yang dilatari pemandangan eksotis. Adapun data terkait dengan foto tersebut tertera pada tanggal 1912. Tampak dari segenap menir yang beristirahat selepas mendaki gunung raug dari jalur sumber wringin. Hal ini menunjukkan bahwa dari jaman dulu, Bondowoso merupakan jalur surga bagi segenap pendaki.

Walau hanya sekelumit, bukti-bukti sejarah kejayaan lampau yang terdapat di Bondowoso namun, hal ini cukup membuktikan bahwa dimasa lalu, kota tape ini pernah mencapai sebuah masa kejayaan, dengan berbagai bukti peninggalannya. Tugas kita bersamalah yang seharunya dapat menjaga melestarikan serta mengembangkan tinggalan masa lalu tersebut hingga berdampak baik di era saat ini. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here