Beranda Artikel Mindset Terjebak Dalam Sudut Pandang, Kekayaan Lokal Dituai Hasil Negara Asing

Mindset Terjebak Dalam Sudut Pandang, Kekayaan Lokal Dituai Hasil Negara Asing

0
507

Mindset atau pola fikir manusia, seringkali menjebak dan menyesatkan manusia itu sendiri. Hal ini disebabkan karena, 80% mindset tersebut, dilatari dari sudut pandang yang kemudian tanpa analisa lanjutan, langsung mengarah pada kesimpulan. Semisal, jika kita melihat seorang mengayuh becak pasti kebanyakan kita sudah menyimpulkan orang tersebut sebagai tukang becak. Padahal, pada nyatanya orang tersebut hanya meminjam becak untuk dia kayuh sebagai sarana hiburan saja.

Atau jika kita melihat seseorang memiliki banyak benda antik seperti keris dan lain-lain, kita sudah berkesimpulan bahwa mereka adalah dukun (yang identik negatif). Padahal seorang tersebut memiliki banyak benda-benda antik, nyatanya hanya sebagai kolektor atau hobi belaka.

Hal ini pulalah yang menyebabkan sebagian dari masyarakat Indonesia tidak dapat menemukan mindset baru atau ciptaan kreasi baru dari kekayaan yang tersedia, di banding dengan masyarakat luar negeri. Dimana, tidak dapat dipungkiri adanya trobosan-trobosan spektakuler yang telah kita adopsi selama ini, merupakan hasil cipta dari karya luar negeri. Semisal, adanya pembangunan rumah gedung dan kantor adalah hasil lanjutan dari bangsa Belanda. Sedang masyarakat indonesia hanya tinggal melanjutkan saja. Ada lagi Kopi Luak dimana, pada jaman dahulu kopi luak di Indonesia, berserakan terbuang karena dianggap kotoran hewan yang menjijikkan. Sehingga sebagian masyarakat menganggap kopi luak hanya sebagai sampah penyubur tanaman belaka.

Baru ketika kopi luak tersebut pada tahun 80-an, disentuh dan diolah kembali oleh bangsa asing, sejak itulah masyarakat bangsa indonesia mulai mempopulerkan karena harga jualnya yang mahal.

Merujuk pada contoh diatas, sebagian mindset masyarakat kita, cukup teradopsi oleh sebuah ujung penghasilan besar, dengan tanpa berproses guna dapat mencipta. Dengan kata lain, menghindari kerumitan namun ingin meraih kejayaan.

Baca Juga:  Asal Usul Bumi Pertiwi Nusantara yang Sejak Lampau Jadi Perebutan Asing

Hal inilah yang sebenarnya ditangkap oleh bangsa asing untuk lebih memanfaatkan kekayaan Indonesia yang belum tersentuh. Dan oleh sebab itu, mengapa banyak produk kita yang lebih populer di negara lain, sedang di negri sendiri menjadi hal yang kerdil dan bahkan hanya menjadi bahan guyonan yang tiada ujung pangkal berkembangnya (Slimpet).

Jika di negri ini, sebuah wayang, keris, dan bahan antik lainnya dijadikan suatu yang tabu, justeru di negara lain barang-barang tersebut menjadi sebuah kebanggaan yang memiliki nilai harga cukup tinggi.

Perlulah kita semua sadari, akan perlunya untuk mengolah, menganalisa mindset atau pola fikir sebelum mengerucut pada kesimpulan. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here