Beranda Tokoh Perebutan Jenazah dan Bulir Biji Pisang Sunan Bonang

Perebutan Jenazah dan Bulir Biji Pisang Sunan Bonang

0
1611

Raden Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang, lahir pada tahun 1465, dari ibunda Nyai Ageng Manila dan ayahanda Sunan Ampel.

Julukan Bonang sendiri, merupakan adopsi dari nama sebuah desa di kabupaten Rembang. Selain itu, nama Sunan Bonang juga diduga sebutan dari Bong Ang sesuai nama marga Bong seperti nama ayahnya Bong Swi Hoo alias Sunan Ampel.

Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M, dan saat ini makam aslinya berada di kota Tuban. Lokasi makam Sunan Bonang ada dua karena konon, saat dia meninggal, kabar wafatnya beliau, sampai pada telinga seorang muridnya yang berasal dari Madura. Sang murid sangat mengagumi dia sampai ingin membawa jenazahnya ke Madura. Namun, murid tersebut tak dapat membawanya dan hanya dapat membawa kain kafan dan pakaian-pakaian beliau. Saat melewati Tuban, ada seorang murid Sunan Bonang yang berasal dari Tuban yang mendengar ada murid dari Madura yang hendak membawa jenazah Sunan Bonang, hingga mereka memperebutkannya. Singkat cerita, jenazah sang Waliullah akhirnya dimakamkan di Tuban.

Selain cerita diatas, ada satu lagi cerita yang sangat menarik yaitu, tumbuhnya pohon pisang klutuk di sekitar makam Sunan Bonang. Konon munculnya pohon pisang tersebut berawal dari bulir tasbih Sunan Bonang semasa hidupnya.

Dikisahkan, pada saat Sunan Bonang sedang berzikir dengan khusuknya, tiba-tiba tasbih yang tergenggam di tangan putus talinya. Sehingga biji tasbih yang berjumlah 100 buah biji itu, jatuh berantakan ke tanah.

Para santri yang mengetahui runtuhnya tasbih, segera membantu untuk mengumpulkan biji-biji tasbih tersebut. Setelah berhasil dikumpulkan, lalu di untai kembali. Setelah teruntai, ternyata jumlah bulir yang semula berjumlah 100 tinggal 99 buah, masih satu biji yang hilang.

Baca Juga:  Perjalanan Brawijaya V Hingga Berjuluk Sunan Lawu

Setelah lama dicari oleh segenap santri namun tidak juga ditemukan, akhirnya Sunan Giri turut mencari dan dapat menemukannya. Setelah satu bulir itu diserahkan, Sunan Bonang malah berkata, “BIARLAH YANG SATU ITU DI TANAM SAJA, UNTUK MENGHIDUPKAN ANAK CUCU DISINI,”.

Setelah bulir Tasbih diletakkan kembali, beberapa waktu kemudian tumbuhlah pohon pisang klutuk. Kemunculan Pohon pisang klutuk yang bijinya dapat di buat tasbih tersebut, akhirnya jadi kerajinan rakyat TUBAN, di JAWA TIMUR. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here