Beranda Tokoh Ra Lilur; Sindiran Tuhan Bagi Yang Berfikir dan Beriman Dalam Al-Quran

Ra Lilur; Sindiran Tuhan Bagi Yang Berfikir dan Beriman Dalam Al-Quran

0
1489

Wahai orang-orang yang Beriman
Wahai orang-orang yang Berfikir dan lain sebagainya.

Kata2 ini sering terdengar dlm pembacaaan Al Qur’an, jika kita renungkan dalam taraf keheningan, kata yang sering disebut itu bermakna perintah, Peringatan, sindiran ataukah teguran…?

Dalam hal ini, akan digali jawabannya dari sosok Kiai Kholilurrahman atau kerap disapa Ra Lilur yang dikenal masyarakat luas sebagai sosok yang bermakom Jadab. Beliau merupakan putra dari KH Ahmad Tamyiz dan Nyai Romlah. Dimana, Ibunya merupakan cucu dari Mbah Kholil Bin Abdul Lathif Bangkalan.

Pada saat itu hari kamis Wage pertengahan tahun 2014, tepatnya sekitar jam 13:00 wib, team sejarah-budaya.com berkunjung ke kediaman Ra Lilur di Desa Banjar, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura yang cukup sederhana bahkan terkesan menggambarkan kemiskinan. Dalam kunjungan kunjungan kali ini team, bermaksud silaturahmi dan minta doa barokah pada beliau.

Setelah mengutarakan maksud, sosok bermakom jadab yang jarang berkata-kata itu lalu berbicara. Kata pesannya dalam bahasa Madura, “Oreng se seneng mekker ben se Iman riyah la aromasah bhunga, polanah seggut esebut delem Qor’an. Derih seggudeh esebbut, apah tak sadar, se iman ben se mekker jiyeh, mon lah esender ben ghusteh?” terangnya.

Artinya: “orang yang senang berfikir dan yang beriman itu, sudah merasa senang, karena sering disebut dalam Al-Quran. Dari seringnya disebut, apa tidak sadar, yang Iman dan yang berfikir itu, telah disindir oleh Tuhan”.

Usai berkata demikian, Ra Lilurpun beranjak pergi tanpa meninggalkan pesan lagi dan kepergian beliau, cukup meninggalkan segudang tanya bagi team. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan