Eksotis Jalur Cemoro Sewu dan Segudang Misterinya

0
1793

Jalur Cemoro Sewu merupakan salah satu dari beberapa jalur pendakian menuju puncak gunung Lawu. Dikatakan salah satu karena, ada beberapa jalur lain yang kerap dilalui pendaki. Salah satunya ada 3 jalur yang populer, yakni jalur Candi Cetho, Cemoro Kandang, dan Cemoro Sewu. Dua jalur pertama terletak di Jawa Tengah, sementara Cemoro Sewu terletak di Magetan, Jawa Timur.

Meskipun terletak di 2 provinsi yang berbeda, Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang, hanya terpaut sekitar beberapa ratus meter saja.

Menurut cerita yang beredar di antara pengelola warung dan masyarakat sekitar lereng di Gunung Lawu, jalur pendakian Lawu via Cemoro Sewu ini, konon “dirintis” oleh presiden ke 2 NKRI Bapak Soeharto.

Penggunaan tanda kutip di sini untuk menunjukkan bahwa maksudnya bisa bermacam-macam. Bisa jadi Soeharto merintis atau hanya merehab jalur yang sudah ada seperti Daendels membangun Jalan Raya Pos ataupun kemungkinan lainnya.

Berbeda dari dua jalur lain yang populer, yakni Candi Cetho dan Cemoro Kandang, jalur pendakian Lawu via Cemoro Sewu merupakan trek berbatu dari base camp sampai puncak Hargo Dalem (petilasan Brawijaya V).

Ada sebuah fenomena unik di jalan yang landai dengan bebatuan makadam tersebut. Dimana pada medan terjal jalur itu konon, sangat membantu pendaki yang sedang naik. Akan tetapi akan membuat lelah pendaki yang sedang turun. “Kok bisa?” Coba saja sendiri buat tahu jawabannya.

Gunung yang dipercaya mayoritas orang jawa, sebagai gunung sakral itu, memang tampak dipadati pengunjung di hari-hari tertentu. Tak ayal jika gunung yang menjadi pilihan terahir raja majapahit menjalani kamoksan ahirnya ini, menjadi tempat yang cukup kramat.

Bahkan banyak yang meyakini Begawan Hanomanlah yang menjadi penguasa di gunung lawu.

Baca Juga:  Keunikan Puncak Hargo Dalem Gunung Lawu

Jarak antar pos di jalur pendakian Lawu via Cemoro Sewu, antara 30 menit sampai 1 jam. Dari base camp ke Pos 1, hanya perlu waktu sekitar 1 jam d3ngan jalan santai. Begitu juga dari Pos 1 ke Pos 2 (panjang tapi landai), Pos 2 ke Pos 3 (lumayan terjal), dan Pos 3 ke Pos 4 (juga lumayan terjal).

Tonton juga vidio jalur Cemoro Sewu dibawah; https://youtu.be/9XmjOFBAuIo

Akan tetapi, dari Pos 4 ke Sendang Drajat hanya perlu berjalan sekitar 30 menit. Dari Sendang Drajat ke Hargo Dalem sekitar hanya 15 menit. Nah, dari Hargo Dalem ke Puncak Hargo Dumilah cuma perlu trekking sekitar 15 menit saja.

Salah satu hal lagi, yang bikin jalur Cemoro Sewu jadi jalur pendakian Gunung Lawu yang paling populer adalah keberadaan beberapa warung di sepanjang jalurnya. Di Pos 1 dan Pos 2 ada warung, namun hanya buka di akhir pekan dan itupun pada siang hari.

Warung-warung yang selalu buka di hari-hari biasa adalah Warung Mbok To yang berada tidak jauh dari Sendang Drajat dan Warung Mbok Yem persis dibawah petilasan prabu Brawijaya V (Hargo Dalem). Harga makanannya pun tidak terlalu mahal untuk ukuran gunung (nasi pecel telur hanyw Rp 15.000). Plus, sudah bisa numpang berteduh ataupun menginap.

Setiap malam 1 Suro (tahun baru Islam), jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu pasti terlihat ramai. Di tiap pos bakal ada yang jualan sehingga, jika mau, tidak perlu repot-repot bawa bekal makanan.

Pokoknya minimal sekali seumur hidup kamu mesti ngerasain mendaki Lawu via Cemoro Sewu pas malam 1 Suro. Kapan lagi bisa makan gorengan dan teh anget di tiap pos?. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here