Asal Usul Pusaka Mahesa Lajer dan Segudang Pesan Arif Dari Mpunya

0
3839

Keris dapur Kebo Lajer atau Mahesa Lajer, merupakan keris yang di harapkan untuk si pemiliki keris, agar dapat memiliki watak seperti kerbau jantan suci positif yang giat bekerja dengan jalan kesucian untuk menghidupi keluarga yang dipikulnya.

Terdapat beberapa ricikan pada Keris Kebo/Mahesa Lajer, antara lain: Kembang kacang, Jalen, Lambe gajah (seringkali lebih dari satu, kadang juga tidak ada), Blumbangan.

Adapun tuah maupun do’a yang dititipkan sang mpu dalam sebilah keris dhapur kebo lajer, dipercaya untuk menolak wabah penyakit dan menjadi sosok manusia arif yang disakralkan.

Sebagaimana dalam kepercayaan ummat hindu atau kejawen, kerbau merupakan hewan suci yang erat kaitannya dengan dewa Nandini, (tunggangan Dewa Shiwa). Dimana kerbau Nandini memiliki watak bijak, berani, pemberi dan sangat setia pada bendoronya.

Karena, kepercayaan ini sudah ada sejak jaman lampau, keris Kebo sering di miliki oleh para pengreh praja seperti, lurah, bupati, raja, bahkan golongan resi dll. Mereka percaya keris Dhapur Kebo Lajer bertuah untuk mengamankan dan mensucikan daerah kekuasaanya dari serangan hama tanaman, mengangkat drajat dan wibawa serta menghalau wabah dari berbagai penyakit.

Hal ini terbukti dari adanya Pusaka milik Keraton Yang Berdapur Mahesa Lajer atau Kebo Lajer yaitu, Kanjeng Kiai Ageng Mahesa Nular yang merupakan pusaka persembahan dari Kiai Mandureja kepada Nyai Mas Ageng Danureja I, isteri Sri Sultan Hamengku Buwono IV. Konon, keris tersebut sengaja dihadiahkan sebagai penambah kharisma Kasultanan beserta seluruh keravatnya di mata manca nagari.

Nama KEBO atau MAHESA sendiri, pada masa lampau, banyak dipakai oleh segenap Kesatria yang mana, di pundaknyalah beban tegaknya pilar sebuah Negara. dari fakta tersebut gelar KEBO atau MAHESA adalah satu nama yang cukup di hormati kedudukannya.

Hewan KERBAU atau MAHESA, sebenarnya Cukup dihormati, bahkan hingga saat ini jika kirab suro-an di keraton solo pun Kerbau Kyai Slametlah yang menjadi Cucuk lampahnya atau penjaga ujung tombak.

Beberapa kali ditemukan koleksi pusaka Berdapur Kebo atau Mahesa Lajer warisan milik seorang petinggi negara, ternyata merupakan Pusaka Utama yang diwariskan oleh leluhurnya. Setelah ditelusuri silsilahnya ternyata, sebagian dari mereka masih memiliki Garis keturunan dari darah biru hingga seorang RAJA.

Sebagian pecinta keris lain, mengatakan tuah Kebo Lajer diperuntukkan sebagai menambah atau memperkuat untuk membantu penghidupan petani, menyuburkan tanaman, penambah wibawa bahkan pesugihan. Menolak wabah penyakit ternak sehingga ternak dapat berkembang dengan baik serta memberikan haasil yang berlipat, tentu dengan kehendak sang pencipta.

Lalu bagaimana dengan keris Mahesa Lajer ber pamor Sodo/Lidi, Sakler/satu batang…?

Dari penemuan team sejarah-budaya.com yang berkunjung ke salah satu kerabat kasultanan Cirebon mengatakan, Keris Kebo/Mahesa Lajer berpamor Sodo Sakler merupakan pemberian dari kerabat Pajajaran. Dimana keris tersebut sengaja dihadiahkan kepada Sunan Gunun Jati, dengan harapan semoga kasultanan Cirebon yang baru berdiri, dapat dengan mudah berkembang ditengah hiruk pikuknya pemberontakan. Namun jika dibuka sembarangan, keris pusaka ini sangat memiliki karakter penunggu halus yang dapat mengganggu kaum kosong fikiran.

Hal ini terbukti, saat keris pusaka tersebut di lurup dari sarungnya oleh seorang pemuda, sontak saja ada seorang wanita yang kesurupan berteriak-teriak. Namun, setelah di lurup kembali, wanita yang kesurupan tersebut, sembuh dengan sendirinya.

Setelah di telusuri, ternyata pemuda yang membuka keris tersebut dalam kondisi junub dan belum bersuci.

Simak vidio kesurupan Kebo Lajer berikut:

Begitu Dibuka, Keris Kebo Lajer Bikin Kesurupan

Demikianlah sekilas asal usul Pusaka Keris Kebo / Mahesa Lajer yang memiliki segudang pesan mulia dari sang mpu disetiap bilahnya. Semoga informasi ini dapat menjadikan pengetahuan agar kita semua tergugah untuk melestarikan setiap peninggalan leluhur. (dats)

Tinggalkan Balasan