Beranda legenda Asal Mula Keris Omyang Jimbe Hingga Penggandaan Kekayaan

Asal Mula Keris Omyang Jimbe Hingga Penggandaan Kekayaan

0
5452

Kyai Omyang Jimbe merupakan nama sebilah keris yang ampuh dan banyak dicari oleh para kolektor benda antik, atau benda-benda bertuah.

Selain dipercaya memiliki tuah istimewa guna memperlancar rezeki, jika dilihat dari wujudnya keris omyang jimbe memang tergolong keris dengan wujud ricikan yang lengkap.

Konon, KERIS OMYANG JIMBE banyak di cari karena dapat digunakan untuk mendatakangkan atau melipat gandakan uang, beras, jagung dan lain sebagainya dari alam ghaib.

Pernah dicoba kekuatan keris ini oleh beberapa orang dengan sebuah gelas yang diisi dengan seper empat gelas beras. Kemudian, gelas tersebut ditutup kain putih, lalu keris omyang jimbe ditaruh di atas gelas. Dalam waktu satu jam, keajaiban terjadi, gelas yang semula hanya berisi seperempat, kini gelas tersebut terisi penuh oleh beras.

Beberapa literatur kuno baik versi jawa tentang sejarah perkerisan (serat centhini) maupun buku-buku yang di terbitkan oleh penjajah Belanda zaman dahulu bahwa, keris berdapur puthut kembar yang biasa di sebut sebagai omyang jimbe ini memiliki beragam versi.

Meski sebenarnya penamaan omyang jimbe kurang pas, karena penamaan tersebut di ambil dari nama seorang mpu yang hidup di zaman kerajaan pajang bernama omyang.

Namun penamaan tersebut sudah terbiasa di kalangan masyarakat sehingga penamaan dapur puthut kembar menjadi sangat akrab di sebut sebagai keris umyang jimbe.

Adapun beberapa jenis dan keutamaan dari keris yang biasa di sebut omyang ini, di antaranya Omyang jimbe, Omyang Tagih, Omyang Tambah Beras, Omyang Cungpet (pemadam listrik), Omyang Darah dan Omyang Kera Nadah (bagian gandhik bentuk kera kembar bukan puthut kembar) konon pusaka yang satu ini termasuk kategori langka.

Keris “Omyang” versi buatan Empu Omyang (Era Pajang) memiliki ganja yang datar tergolong ganja wuwung. Bagaimana dengan yang dikenal masyarakat dengan “omyang jimbe” (yang dikenal memiliki isoteri / tuah melindungi harta pemiliknya dan memudahkan menagih hutang. Bahkan beberapa keris omyang jimbe dapat di manfaatkan sampai menarik dana ghaib. Apakah setiap keris “Omyang” sepuh semuanya dibuat oleh Empu Omyang yang hidup di era Pajang ?.. Jawabannya, tentu tidak.

Baca Juga:  Wujud Pengabdian Tulus Mpu Prapanca Hingga Jati Dirinya Kabur

Sekali lagi hal tersebut adalah kesalahan persepsi yang sudah terlanjur beredar di kalangan masyarakat tentang keris ber dapur puthut kembar ini. Di samping itu Garapan Mpu Omyang juga memiliki ciri di bagian Pesinya yang berlubang sekecil lubang jarum. Berdasarkan buku versi belanda Omyang yang asli hanya ber pamor, wos wutah, wengkon, toyo membeg, lawe saukel dan kelengan, namun seiring kemajuan zaman keris ini banyak di kembangkan menjadi berpamor lain yang lebih indah lagi. Khususnya lebih banyak kepada keris kamardhikan (keris yang di buat setelah zaman kemerdekaan).

Mpu Omyang sendiri, merupakan anak dari mpu Supa (Sepuh) dari jaman Majapahit. Ki Omyang juga disebut Ki Tundhung Kudus. Sebutan tersebut karena sewaktu mengabdi kepada Raja Pajang ia diusir dari keraton gara-gara difitnah oleh rekannya Empu Cublak.

Di Kudus pembuat keris ini tidak lama, kemudian ia mengabdi ke kerajaan Mataram, bahkan dia diangkat menjadi pemimpin para mpu dan diberi gelar Ki Supa Anom atau lebih kondang disebut Ki Nom.

Karya mpu Omyang banyak dipercaya masyarakat jika digunakan untuk mengkreditkan uang akan menguntungkan.

Yang berhutang selalu akan risih karena diganggu oleh dhemit dan thuyul yang bercokol di dalam KERIS OMYANG itu. Keris Omyang ditandai dengan bagian sor-sorannya yang mbekel (buncit) seperti perut Bethara Narada atau Ngedhe karena luknya berjalan kekiri, tidak kekanan seperti lazimnya.

Namun, menurut pakar tayuh keris R. Oesodo, keris Omyang tidak selalu ngedhe. Ada juga keris Omyang yang berluk biasa bahkan ada juga yang berdapur lurus.

Pada umumnya keris tangguh Pajang memiliki besi mentah, terkesan kurang tempaan Pamornya mubyar (menyala) putih seperti perak. Baja sedang jika berluk, kelokannya terlihat rapat (kekar), Ganja umumnya besar, Sirah cecak juga besar, Tantingannya agak berat, lebih berat dari keris-keris Mataram.

Baca Juga:  Mengenal Bagian dan Filosofi Pusaka Kujang Khas Pajajaran

Selain Omyang di jaman Pajang, juga dikenal mpu Cublak, mpu Wonogati, mpu Surawangan, mpu Joko Puthut dan mpu Pengasih. Pembuat keris yang disebut terakhir ini ditandai dengan karyanya yang tidak berpamor (polosan).

Keris Omyang Jimbe adalah pusaka mistik yang di dalamnya terdapat khodam dari golongan omyang jimbe.

Khodam dari golongan omyang jimbe dipercaya sebagai khodam yang memiliki kelebihan untuk memudahkan mendapatkan kekayaan, menarik simpati orang sehingga dagangan menjadi laris, mempengaruhi hati lawan dalam bernegosiasiasi.

Melunakkan hati rekan bisnis dan digunakan juga sebagai sarana memantapkan kharisma dan kewibawaan sehingga tidaklah mengherankan manakala banyak para pejabat, tokoh politik, dan orang-orang besar menyimpan keris omyang jimbe.

Adapun beberapa kepercayaan manfaat istimewa dari keris berdapur putut ini diantaranya,

Mendatangkan kekayaan berlimpah tanpa batas dari segala arah, Mendatangkan kekayaan dari berbagai sumber yang tidak pernah Anda kira sebelumnya, Memuluskan negosiasi, Menaklukkan hati rekan bisnis, kolega maupun klien, Dimudahkan dalam upaya mengembangkan usaha dan Dimudahkan dalam menagih hutang.

Selain itu juga berfungsi untuk memudahkan dalam melunasi pinjaman hutang, meniadakan resiko kerugian atau kebangkrutan, membuka aura keberuntungan, mendapatkan kemampuan istimewa untuk menangkap setiap peluang usaha.

Berfungsi sebagai pegangan dalam mengikuti pemilihan, seperti pemilihan anggota dewan, pemilihan pimpinan institusi atau pemilihan kepala daerah

Membentuk pagar ghaib yang berfungsi melindungi diri sendiri, keluarga, kediaman maupun bisnis dan tempat usaha dari berbagai hal yang tidak diinginkan, termasuk serangan fisik dan serangan gaib dalam segala wujud.

Menarik rezeki yang halal, berkah dan bermanfaat, mendapatkan kenaikan pangkat, memperoleh jabatan tinggi, memunculkan kharisma tersendiri, memunculkan daya tarik ketika berhadapan dengan publik, memunculkan dan meningkatkan kewibawaan, memunculkan dan meningkatkan kebijaksanaan dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Joko Bandung Raksasa Bondowoso Dan Sepenggal Tape Legidnya

Akan tetapi, segenap kepercayaan manfaat gaib tersebut, tentu tidak akan terwujud tanpa campur tangan Tuhan Semesta Alam. Yang perlu kita tekankan bersama justru pada lestarinya tinggalan kuno negri pertiwi ini. Jangan sampai kekayaan Nusantara tercinta, diakui negara lain apa lagi hingga musnah ditelan peradapan modernisasi. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here