Beranda legenda Sepenggal Perjuangan Ronggo Lawe dan Keris Kyai Mega Lamat

Sepenggal Perjuangan Ronggo Lawe dan Keris Kyai Mega Lamat

0
4210

Mengenal sosok besar Senopati agul Majapahit Raden Ronggo Lawe, tentu kerat kaitannya dengan pusaka andalannya Keris Kyai Mega Lamat. Keris kyai Mega Lamat sendiri, kerap digunakan Ronggo Lawe dalam babat pendirian kerajaan Mojopahit. Seperti yang diketahui, Ronggo Lawe adalah seorang pangeran dari kerajaan Sumenep pulau Madura.

Setelah kerajaan Singosari di kalahkan oleh tumapel dengan keris kyai jaran goyang dan di bantu oleh kerajaan Mongol pada waktu itu maka, Raden Wijaya selaku menantu dari raja Singosari, menjadi budak dari kerjaan Tumapel. Raden Wijaya yang di beri tanah Perdikan di daerah hutan belantara akhirnya dengan perlahan dan tersembunyi, berhasil mendirikan padukuhan Mojopahit.

Ketika berdiri dan berkembangnya padukuhan Mojopahit yang belum berbentuk kerajaan, Raden Wijaya sendiri sudah berniat memberontak pada kerajaan Tumapel guna membalas dendam atas terbunuhnya sang mertua. Dalam penyusunan rencana pemberontakan tersebut, Raden Wijaya dibantu banyak pengikut setia termasuk raja Sumenep Arya Wiraraja dan putranya Ronggo Lawe guna menyusun strategi.

Memperhitungkan kerajaan Tumapel yang dibantu kerajaan Mongol dengan menggunakan baju baja yang sulit ditembus senjata tajam dan rajanya yang memiliki keris ampuh kyai Jaran Goyang. Maka, raja Sumenep waktu itu meminta pertolong kepada mpu Kantang untuk dibuatkan senjata pusaka ampuh yang beracun berupa tombak Kyai buntut me-meh.

Di sisi lain Ronggo Lawe mencari jalan kemenangan perang dengan bertapa di goa pajudden selama 41 hari. Diakhir pertapaannya, Ronggo Lawe mendengar wangsit yang harus pindah bertapa di gua bawah kursi potre koneng dekat jurang
gunung gagger selama 313 hari.

Setelah selesai bertapa ronggo Lawe mendapat wangsit untuk minta bantuan kepada mpu Bajraguna yang berada di barat tambak Bangkalan, untuk di buatkan sebilah pusaka sakti yang terbuat dari bahan baja yang di kenal dengan besi aji bajra.

Kemudian, berangkatlah ronggo Lawe menemui empu tersebut dan setelah bertemu dibuatkanlah sebilah keris panjang dengan pawakan besi hitam Sepeti hangus terbakar ber aura kemerahan. Keris itu ber luk 13 bernama Kyai Mega Lamat ( keris kyai bajra guna menurut orang Madura barat ). Konon, keris itulah yang menjadi cikal bakal adanya keris Kanjeng kyai sengkelat kelak.

Singkat cerita setelah keris itu selesai, terjadilah peperangan mojopahit dengan kerajaan Tumapel dan pasukan Mongol yang di kenal dengan istilah perang tar-tar di sungai Brantas.

Saat peperangan berlangsung, tampak Ronggolawe melurup keris kyai mega lamat dari warangkanya. Seketika iru, cuaca menjadi mendung kemerahan bagaikan waktu menjelang malam atau terbit fajar.

Dalam perang tersebut, Ronggo Lawe mengamuk sejadi-jadinya hingga menumbangkan ratusan musuh. Semua pasukan Raden Wijaya berteriak, “sang mega telah hadir membantu kita, kita akan Menang maju dan serang,” teriak semua pasukan.

Setelah keris itu diarahkan pada musuh, seketika itu musuh berjatuhan mati dan baju baja pasukan Mongol mudah di sobek sobek bagaikan sehelai kertas dengan keris tersebut.

Hingga pada akhirnya, pasukan Raden Wijaya memenangkan pertempuran dan beliau menjadi raja pertama besar Mojopahit dengan gelar Prabu Sangramawijaya Kerta Rajasa Jayawardhana.

Demikianlah sepenggal peran Ronggolawe dan Keris Kyai Mega Lamat yang dengan gagah membantu berdirinya kerajaan Majapahit. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan