Beranda Artikel Asal-Usul Keris Putut Sajen Bertuah atau Tidak, Tergantung Pemegangnya

Asal-Usul Keris Putut Sajen Bertuah atau Tidak, Tergantung Pemegangnya

0
2962

Keris Putut Pajen merupakan keris sederhana, mini, dan kebanyakan hulu atau gagangnya menyatu dengan bilahnya. Hulu keris yang juga terbuat dari logam wesi aji, umumnya berupa gambaran manusia (putut) yang beragam bentuknya. Keris sajen kebanyakan hanya berpamor sanak atau merambut dan gambaran pamor Adeg. Selain unik, keris ini juga memiliki bilah sama dengan keris pada umumnya, ada yang lurus juga yang ber Luk.

Dari berbagai sumber keterangan, keris sajen putut yang amat sederhana ini, biasanya disebut dengan istilah Keris Majapahit atau Joko Tole. Padahal menurut keterangan dari kepustakaan keraton serta karya pujangga-pujangga kita, keris tangguh Majapahit selalu indah dan tinggi mutunya, tidak sesederhana keris sajen.

Keris sajen sendiri, dibuat khusus untuk keperluan sesaji, terutama pada upacara bersih desa atau upacara lain yang berkaitan dengan kekuatan alam gaib. Keris tersebut biasanya diletakkan di tengah brragam sesaji, dan sesudah upacara ritual usai, keris tersebut juga turut dilarung.

Itulah sebabnya, banyak keris sajen yang dijumpai sebagai barang temuan di tengah sawah, di pinggir hutan, atau di tanah peladangan. Keris sajen banyak yang sudah tidak utuh karena ada bagian bilah yang termakan karat. Hal ini disebabkan karena pada umumnya keris semacam ini ditemukan dalam keadaan tertim bun tanah karena memang tidak dipelihara.

Karena keadaan barang yang telah rusak dan keropos itulah, sebagian orang yang kurang paham mengenai budaya keris sering mengatakannya sebagai keris yang amat bertuah. Bahkan oleh kalangan tertentu, keris itu kadang-kadang di tanjeg sebagai keris yang ampuh.

Walau demikian, Keris Putut Pajen yang banyak dijumpai, juga dipercaya mimiliki tuah. Sebagian orang percaya Putut Pajen, memiliki kekuatan terutama sebagai penolak, ada yang menolak guna-guna, ada yang menolak wabah, angin ribut, banjir dan lainnya. Ada yang hanya menolak satu sifat ada yang beberapa sifat penolakan.

Baca Juga:  Bongkar Rahasia Eksotis Bambu Jalu dan Berbagai Khasiat Mengejutkan

Namun, apapun alasannya keampuhan dan tuah sebuah keris tetaplah tergantung si-pemegangnya. Menurut Ki. Bramono (Seorang budayawan ahli keris asal Sumenep), “Keris itu, ibarat sepucuk pustol. Bila dipegang aparat yang bertanggung jawab, niscaya pistol itu akan tepat pemanfaatannya. Namun, jika pistol tersebut dipegang bocah, yach… salah -salah tidak berguna atau bahkan memvawa bencana” terang Ki. Bramono.

Oleh sebab itulah, keris sajen puthut yang di era kemajuan saat ini pemanfaatannya sudah berbeda, hendaknyalah dijadikan benda bertuah untuk tetap lestarinya warisan pertiwi. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here