Kyai Nogo Siloeman, Keris Fenomenal Lambang Seorang Pemimpin

0
2386

Seperti diketahui, dari berbagai inforfasi baik media cetak, elektronik, maupun lisan, cukup banyak sekali barang-barang langka tinggalan masa lampau Indonesia yang masih tersimpan di Belanda. Barang-barang tersebut dibawa penjajah Belanda sebagai hasil rampasan perang.

Namun, beberapa pekan yang lalu, Perdana Menteri Belanda melakukan lawatan untuk membicarakan kerja sama dengan Indonesia. Saat pertemuan itu, Perdana Menteri Belanda, memberikan sebilah keris kepada Presiden Joko Widodo. Keris itu merupakan simbol dikembalikannya sekitar 1.500 artefak asli Indonesia yang banyak disimpan di Museum Delft.

Walau beberapa artefak sudah dikembalikan, dari beberapa informasi masih banyak peninggalan asli Indonesia yang masih disimpan di Belanda. Ada arca yang berasal dari candi-candi masa lalu, wayang kuno, mahkota raja, dan pusaka yang tidak ternilai harganya.

Salah satu pusaka yang kemungkinan besar masih berada di Belanda dan keberadaannya masih menjadi misteri adalah keris Kyai Nogo Siloeman.

Keris ini dipercaya pernah dipegang oleh salah satu tokoh Nasional Pangeran Diponegoro yang sangat disegani dan sering membuat repot pihak Belanda pada perang Kemerdekaan.

Selain itu, ada pula pahlawan Nasional lainnya yang juga memiliki ageman Keris Nogo Siluman yaitu, Jenderal besar Soedirman yang dengan gagah berani memimpin pasukan PETA berperang melawan penjajah Belanda pada perang Kemerdekaan.

Kata Siluman atau Seluman sendiri, dalam bahasa Sansekerta berarti khayalan (penglihatan), yaitu bayangan yang dibangkitkan oleh kekuatan magis. Maka pengertian Nogo Siluman secara harafiah dapat diartikan sebagai Naga yang tidak kelihatan atau Naga yang ada di alam khayalan (alam ghaib/mistis).

Adapun ciri Keris Nogo Siluman yaitu memiliki gandhik kepala Naga mengenakan mahkota, sumping, dan juga kalung. Sedangkan badan Naga dibuat sedikit tersamar yang kemudian menghilang pada luk pertama menyatu dengan bilahnya yang mengandung makna sebagai himbauan agar Manusia dalam menjalani hidup ini harus bisa mengendalikan hawa nafsunya yang berupa kekuasaan, kemewahan atau kekayaan.

Baca Juga:  Biografi Borobudur, Gambaran Alur Manusia Capai Ketuhanan

Makna simbolis ini dapat diartikan bahwa, sebagai seorang pemimpin tidak boleh bertindak sewenang-wenang, karena apa yang dimilikinya adalah “Sampiraning Urip” (titipan sementara hidup). Sedangkan mulut Naga yang terbuka cukup lebar dan kadang disumpal dengan butiran emas atau batu mulia diyakini dapat meredam kekuatan negatif atau hawa panas dari Keris Nogo Siluman tersebut.

Makna sesungguhnya yang menjadi pesan dari disumpalnya mulut Naga menggunakan emas atau batu mulia adalah bahwa, Manusia harus mampu mengendalikan ucapannya.

Masyarakat Jawa mengenal ungkapan yang berbunyi “ajining diri soko kedaling lati”, artinya kehormatan diri seseorang berasal dari ucapan atau kata-katanya.

Jika dihubungkan dengan sifat-sifat kepemimpinan, pesan yang tersirat yaitu bahwa sabda seorang pemimpin tidak boleh berubah-ubah (sabda pandita ratu tan keno wola-wali). Dengan demikian kemulian seorang pemimpin tercermin dari kemampuannya untuk menyelaraskan antara perkataan dengan perbuatan.

Tuah Keris Nogo Siluman:

• Keris Nogo Siluman dipercaya memiliki tuah untuk menghilang, atau mengalihkan pandangan musuh sehingga tidak bisa melihat kita (panglimunan).

• Tuah ghaib Keris Nogo Siluman dipercaya dapat menghindarkan pemiliknya dari segala masalah atau selalu dapat lolos dari masalah seperti filosofi tubuh Naga yang menghilang pada bilahnya.

• Menambah aura Kewibawaan dan kesaktian bagi pemiliknya.

Adapun pembuat dari keris yang sangat melegenda ini berasal dari Majapahit. Seorang empu yang sakti, membuat keris ini dengan serangkaian ritual yang cukup pelik. Setelah jadi, keris ini diberi nama Kyai Nogo Siluman dan digunakan secara turun-temurun dari Kerajaan Majapahit hingga akhirnya ke Kerajaan Demak dan sampai ke tangan Pangeran Diponegoro dan Jendral Soedirman.

Adapun asal-usul keris ini hingga berada di Belanda, diawali dari kisah tertangkapnya Diponegoro oleh serdadu Belanda. Setelah Diponegoro melakukan pemberontakan kepada Belanda hingga Perang Jawa pecah, beliau akhirnya ditangkap untuk diadili. Dalam penangkapan ini, Diponegoro dibuang ke Makassar hingga akhirnya wafat di sana.

Baca Juga:  Asal Usul Warok Ponorogo dan Titah Upeti Brawijaya V

Dalam penangkapan itu, semua barang yang menyandang pada tubuh Pangeran Diponegoro diambil, termasuk keris Kyai Nogo Siloeman.

Saat keris itu diambil, pihak Belanda tidak tahu jika keris itu merupakan ibu dari segala jenis pusaka yang ada di tanah Jawa. Tanpa memperhatikan, keris yang sangat berharga itu dibawa ke Belanda untuk dikumpulkan.

Pada saat keris nogo siluman dibawa ke Belanda, Sentot Ali Basha memberikan catatan yang akhirnya catatan itu terbaca oleh Raden Saleh.

Diketahui, Raden Saleh sendiri, adalah salah satu dari maestro pelukis Indonesia yang pernah mengeyam pendidikan di Belanda. Salah satu lukisan paling terkenal dari seorang Raden Saleh adalah lukisan dari penangkapan Pangeran Diponegoro yang konon kejadian dalam lukisannya itu, tidak dia lihat secara langsung, melainkan wangsir imajinasi.

Orang yang membaca catatan Sentot Ali Basha dalam Bahasa Jawa itu, adalah Raden Saleh ini. Tulisan itu menginformasikan perihal siapa pemilik dari keris ini dan apa nama juga makna dari keris yang masih menjadi misteri karena keberadaannya nyaris tidak bisa dideteksi hingga sekarang.

Kyai Nogo Siluman sendiri memiliki makna sebagai guru dalam bentuk makhluk supranatural dan memiliki kekuatan yang sangat hebat. Dari nama ini saja, kita sudah bisa menebak mengapa keris ini dijuluki sebagai ibu dari segala pusaka yang ada di Tanah Jawa.

Secara kekuatan, keris ini memiliki kekuatan yang sangat besar. Sayangnya, kekuatan yang dimiliki oleh Kyai Nogo Siluman tidak digunakan dan cenderung tidak terpancar dengan sempurna. Pun saat ini keris yang selalu dibawa oleh Pangeran Diponegoro itu tidak diketahui rimbannya. Ada yang bilang keris itu ada pada Raden Saleh, ada pula yang mengatakan kalau keris itu masih tersimpan rapi di Eropa.

Baca Juga:  Rahasia Penempaan dan Tuah Keris, Justru Dapat Melestarikannya

Demikianlah sekelumit kisah tentang keris Kyai Nogo Siloeman yang sampai sekarang rimbanya masih dalam kabut misteri. Jika saja keris ini benar berada di Belanda, dan dapat kembali lagi ke Indonesia maka anak cucu bangsa ini, akan mendapatkan benda berharga yang tidak ternilai harganya. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here