Legenda Kyai PASOPATI Yang Lahir Dari Rahim Istri Raja

0
2173

Mendengar kata “Pusaka Pasopati”, mungkin sudah tidak asing lagi bagi dominan masyarakat Indonesia pada umumnya. Pasopati yang identik dengan sebuah senjata pusaka orang jawa yaitu keris sendiri, memiliki sebuah cerita yang cukup melegenda pada jaman lampau sehingga, akan selalu melekat pada sejarah khususnya masyarakat pulau Jawa. Dari saking tenarnya, nama Pasopati ini kerap digunakan pada berbagai nama seperti stasiun radio, merek elektronik, nama perusahaan dan bahkan nama orang.

Untuk mengawali kisahnya di masa lampau, alangkah lebih baik jika kita duduk santai ditemani segelas kopi pahit dan jajanan pasar alakadarnya. Ok gays langsung saja kita simak kisahnya.

Sebelum menyebarnya agama Islam di pulau Jawa, pada jaman dahulu kala ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang gagah perkasa bernama prabu Jamojoyo. Sebagai penguasa, Jamojoyo dikenal sebagai raja yang pemberani dengan selalu memimpin peperangan sendiri di barisan terdepan untuk menaklukan musuh musuhnya.

Selain itu kesaktiannya konon terletak pada senjata anadalannya yaitu sebilah pusaka keris sakti. Sehingga jika sang raja pergi berperang tak pernah terluka karena selalu dilindungi oleh kekuatan keris itu. Sehingga, jika keris sakti itu hilang atau dicuri oleh orang lain maka sang raja pun tidak dapat memenangkan peperangan maupun menjadi lemah tak berdaya.

Akhirnya seiring berjalannya waktu, sang musuh yang bernama raja Wrekrodata pun mengetahui letak kelemahan Jamojoyo tersebut yang terletak pada keris saktinya itu. Hingga pada suatu malam setelah raja Jamojoyo berperang beliau tidur dibawah pohon yang kemudian secara diam-diam Wrekrodata mendatanginya dan menangkapnya sebagai tahanan lalu mengambil keris sakti raja Jamojoyo.

Dalam masa tahanan, raja Jamojoyo tidak pernah tidur dan tidak pernah makan sekalipun meski makanan sudah disediakan oleh sang penjaga tahanan. Hingga pada suatu malam beliau terlihat sangat lemas dan tak berdaya sehingga tertidur. Dalam tidurnya Jamojoyo bermimpi ada seorang bidadari yang mendatanginya dalam mimpi tersebut dan berkata : “Tuanku, keris sakti tuanku sudah diambil oleh orang lain, tetapi tuanku Jamojoyo akan mendapatkan sesuatu yang lain yang tidak kalah ajaib”. Namun, ketika sang raja hendak menanyakan “Bagaimana caranya?” kemudian dalam sekejap bidadari itu menghilang dari mimpinya, dan rajapun terbangun.

Karena jarang tidur dan makan sang raja Jamojoyo pun menjadi kurus kering dan jatuh sakit dan Wrekrodata pun akhirnya merasa kasihan melihat kondisi kesehatan raja Jamojoyo yang sudah tak berdaya itu. Sehingga Wrekrodata berjanji akan membebaskannya setelah Wrekrodata menggunakan keris sakti Jamojoyo untuk peperangan Wrekrodata dalam mengalahkan musuh musuh Wrekrodata.
Alhasil Wrekrodata pun berperang yang kemudian peperangan tersebut dimenangkan olehnya dan janjinya pun ia tepati. Akan tetapi, ada salah satu persyaratan yang harus ditepati oleh Jamojoyo jika ingin bebas dari Wrekrodata, yaitu harus menyerahkan keris sakti itu beserta seluruh senjata yang ada dikerajaan Jamojoyo untuk diserahkan kepada raja Wrekrodata.

Setelah mendengar persyaratan itupun Jamojoyo menunduk dan memenuhi persyaratan itu dengan alasan kerajaannya tetap aman dan tentram dari kerajaan Wrekrodata.

Akhirnya raja Jamojoyo pun merdeka dan kembali memerintah kerajaannya dan saat pengumpulan seluruh senjata di dalam kerajaannya yang akan diberikan kepada raja Wrekrodata datang seseorang yang pertama kali memeluk agama Islam di kerajaan Jamojoyo bernama Pasopati yang kemudian berkata kepada sang raja Jamojoyo, “Tuanku, kita boleh menyerahkan segala senjata yang ada dikerajaan ini kepada raja raksasa itu, tetapi tuanku jangan khawatir, Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik dari pada itu semua,”. Lalu kemudian, perkataannya ditertawakan oleh Jamojoyo dan para mentri pendamping raja Jamojoyo.

Kemudian sang raja bertanya kepada orang tua (Pasopati) itu : “Siapakah Allah itu.?” kata Jamojoyo. “Kami tidak mengenal siapa dia.” ucapnya.

Lalu sang raja justru menuduhnya sebagai penipu dan menuduhnya menyembunyikan senjata yang kemudian akan dijual kepadanya. Pada akhirnya orang tua tersebut ditahan oleh sang raja Jamojoyo.

Setelah berbulan bulan meringkuk di penjara, sampai sang raja Jamojoyo beserta kerajaan pun lupa bahwa beliau menahan orang tua itu. Hingga pada suatu hari sang permaisuri raja Jamojoyo melahirkan seorang putra yang berbadan tegap dan gagah tetapi ajaib! Ia lahir dengan membawa sebuah keris emas. Sehingga hal ini menimbulkan keanehan dikerajaan Jamojoyo dan sang raja pun akhirnya teringat dengan mimpinya saat ditahan oleh Wrekrodata dan omongan yang diucapkan oleh Pasopati.

Dengan adanya kejadian itu akhirnya sang raja memerintahkan untuk segera mengeluarkan Pasopati dari penjara “Keluarkan segera orang tua itu dari penjara dan segera bawa kemari”. Akan tetapi saat Pasopati menghadap raja dan hendak menyembahnnya, Pasopati tergeletak tak berdaya dan menghembuskan nafas terakhirnya. Pasopati telah berpulang.. Hanya sekali saja ia membukakan matanya untuk menengok sang bayi putra sang raja dan berkata : “ Allah Yang Maha Kuasa telah menentukan ini, tetapi senjata ini tidak boleh dipergunakan untuk peperangan oleh karena itu tuanku harus patuh terhadap kekuasaan Allah dan kenalilah Ia.”

Pada akhirnya setelah kejadian itu sang raja pun menyesal telah menyiksa Pasopati dan kemudian menamakan keris tersebut dengan nama keris Kyai Pasopati.

Semoga cerita rakyat pasopati di atas dapat menjadi sumber pengetahuan anda tentang cerita rakyat yang ada di jawa dan sekaligus menjadi referensi cerita rakyat terbaik anda. Dari cerita rakyat pasopati di atas tentunya anda jadi semakin mengetahui sejarah maupun legenda Pasopati sendiri tanpa lagi bertanya tanya apa itu sebenarnya Pasopati. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here