Wujud Pengabdian Tulus Mpu Prapanca Hingga Jati Dirinya Kabur

0
1365

Selain sebagai mpu terkenal, Prapanca merupakan seorang pujangga sastra Jawa yang hidup pada abad ke-14 di zaman keemasan Majapahit, dibawah kepemimpinan Raja Hayam wuruk.

Nama Prapanca yang legendaris itu, cukup dikenal oleh semua orang di Indonesia hingga saat ini. Hal tersebut disebabkan karena beliau merupakan sosok penulis kakawin Nagarakṛtagama yang sangat termasyhur di berbagai kalangan.

Mpu Prapanca sendiri sebenarnya merupakan seorang dharmadhyakṣa atau penghulu agama Buddha. Namun hal ini banyak ditentang oleh banyak pakar Sastra Jawa Kuno, seperti Th. Pigeaud dan P.J. Zoetmulder.

Baca juga : mpu Tantular awali kebhinekaan

Nama prapanca kemungkinan bukan nama asli melainkan nama pena yang memiliki arti dari “bingung”. Nama tersebut, mengisyaratkan bahwa nama asli sang pengarang kakawin Nagarakertagama terdiri dari lima aksara atau pancaksara.

Konon, setelah tidak menjabat sebagai pendeta kerajaan lagi, ia menyepi dan tinggal di desa Kamalasan di lereng sebuah gunung. Dimana, tempat nyepinya inilah kakawin Nagarakretagama ditulis. Ada dugaan bahwa ayah Prapanca adalah Acarya Nada, penyusun prasasti Wuware tahun 1289, akan tetapi hal ini juga tidak dapat dibuktikan dengan jelas.

Siapa sesungguhnya Prapanca sampai sekarangpun belum dapat terungkap denfan gamblang. Ia melukiskan dirinya sendiri dalam Negarakretagama Pupuh 96: yang berbunyi Prapanca itu pra lima buah / Cirinya: omongannya lucu / Pipinya tembam, matanya ngeliyap / Gelaknya ngakak. Terlalu kurangajar dia, tidak bisa ditiru / Tolol, tidak mengikuti anjuran tutur / Memerlukan pimpinan yang baik dalam tatwa / Pantasnya ia dipukul pantatnya berulang kali. Begitulah beberapa gambaran tentang mpu prapanca.

Yang jelas Prapanca legendaris itu, hidup pada zaman keemasan Majapahit, sebagai hasil perluasan wilayah keluar Jawa mengikuti politik Kertanegara yang dilancarkan oleh Gajah Mada. Ia menguraikan kebesaran Majapahit, kemakmurannya, hubungan antara pusat dan daerah, dan hubungan dengan luar negeri.

Baca Juga:  Sejarah Terkekangnya PERS Jauh Sebelum Indonesia Dikukuhkan

Meski identitas asli mpu Prapanca sengaja dirahasiakan / dikaburkan oleh dirinya sendiri, namun hal itu merupakan wujud sebuah pengabdian tulus terhadap Tuhan dan Negaranya. Hal yang demikian cukup banyak dilakukan oleh banyak tokoh besar di jaman lampau. Sehingga, nama dan identitas mereka sulit ter identivikasi oleh anak cucu mereka kelak. Mereka sengaja melakukan itu semua, agar kelak dapat ditiru oleh generasi setelahnya untuk selalu mengenalkan wujud kebaikan tanpa harus merasa dirinya baik.

Sebab, dari beberapa literatur Jawa mengatakan,

  • ~ Berbuatlah baik tanpa harus kau harap menerima dari kebaikanmu sendiri.
  • ~ Hilangkan ke Akuanmu terhadap sesamamu niscaya kau akan mendapat kemurmian sejati.
  • ~ Jangan merasa bisa, Namun harus bisa merasa. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here