Pengusir Nyamuk Warisan Leluhur Dayak Kalimantan

0
1397

Sejak dahulu kala nyamuk memang sudah menjadi ancaman bagi kesehatan umat manusia, terlebih di musim penghujan.

Banyak virus penyakit yang disebabkan oleh hewan yang satu ini, mulai virus malaria, demam berdarah, cikungunya dan sejenisnya. Tidak sedikit dari kaum manusia yang berakhir dengan kematian oleh sebab nyamuk.

Nah kali ini sejarah-budaya.com akan mengupas herbal alami pengusir nyamuk yang kerap digunakan oleh suku primitif dayak pedalaman Kalimantan.

Seperti diketahui suku pedalaman dayak, kerap kita jumpai hidupnya langsung di alam bebas bahkan di tengah blukarnya rimba. Mereka hidup berkembang, berkeluarga dengan bertelanjang dada bahkan sebagian memang menjadi pantangan untuk berpakaian secara layak. Dengan kehidupan yang demikian tentu, hewan Nyamuk dapat menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup mereka.

Akan tetapi, dalam fkata kesehatan nadional cukup jarang sekali bahkan hampir tidak ada diantara mereka yang sakit maupun meninggal di sebabkan oleh virus nyamuk.

Setelah dilakukan penelitian berlanjut, ternyata mereka memang memiliki trik rahasia khusus dari nenek moyang mereka dalam mengatasi nyamuk.

Ok, langsung saja kija kita simak bahan apa dan bagai mana cara menggunakan ramuan khas dayak Kalimantan tersebut.

Bahannya cukup mudah didapatkan dihutan maupun diperumahan padat penduduk yaitu, ruas Serai atau Cymbopogon citratus.

Perlu diketahui, Serai atau Sereh merupakan tumbuhan dari anggota suku rumput-rumputan. Dimana tanaman ini dapat / biasa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur guna mengharumkan makanan.

Selain itu, minyak serai merupakan minyak atsiri yang diperoleh dengan jalan menyuling bagian atas tumbuhan tersebut. Minyak atsiri dapat digunakan sebagai pengusir (repelen) nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya. Adapun kandungan yang terdapat pada serai antara lain, sitronela. Dimana aroma kandungan tersebutlah yang tidak disukai oleh nyamuk. Maka dari itu, serai dapat dibuat menjadi obat nyamuk dan serangga lainnya.

Adapun caranya, kita cukup merajangnya dengan halus dan menaruh rajangan tersebut di setuap sudut rumah rawan nyamuk. Ramuan yang di rajang ini, dapat bertahan kurang lebih hingga 2 bulan lamanya.

Sementara jika ingin dibuat obat oles kita bisa menumbuk dan memeras airnya untuk dioleskan pada seluruh badan. Atau, jika sedikit ingin berkreasi kita dapat menyuling minyaknya.

Nah, begitulah sekilas tentang ramuan herbal yang cukup simpel dan sederhana ini, semoga bermanfaat dan selamat mencoba. “Mencegah lebih baik dari pada mengobati”. (dats)

Tinggalkan Balasan