Muasal Reruntuhan Candi Deres Dari Perjalanan Hayam Wuruk

2
1665

Candi Deres yang berada di Dusun Krajan, Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, provinsi Jawa Timur ini, memang sudah menyisakan puing reruntuhan saja. Walau demikian, suasana dan kondisi disekitar Candi Deres saat ini, masih cukup mempesona. Kondisi demikian, lebih semakin asri dengan tumbuhnya pohon beringan besar yang secara otomatis menjadi penopang candi.

Klic dan Baca juga; Mbah Kucur Puger Dipercaya Masih Hidup

Selain itu, Pemerintah Jember juga sudah menyediakan bangunan paseban sebagai tempat peristirahatan pengunjung kala melepas lelah usai perjalanan menuju candi.

Candi Deres nan eksotis ini termasuk peninggalan cagar budaya di Kabupaten Jember yang pengelolaannya di bawah naungan BP3 Purbakala, Trowulan Mojokerto.

Klic dan Baca juga; Legenda Pangeran Puger

Menurut masyarakat sekitar, nama Candi Deres awalnya merupakan temuan dari zaman Belanda yang ditemukan pertama kali pada sekitar tahun 1980-an oleh masyarakat. Hal ini merujuk pada buku karya bangsa Belanda yang berjudul “Including to the Hindu Javanese“. Dimana buku tersebut ditulis oleh NJ krom pada sekitar tahun 1920-an.

Adapun desas-desus dari beberapa penduduk, dinamakan Candi Deres sebab, saat di temukan Belanda dalam semak belukar, tiba-tiba terjadi hujan lebat (deres) yang seolah sang penunggu candi tidak rela pihak penjajah menjamahnya. Alkhasil, Belandapun mengurungkan niat merambah candi dan lebih memilih lari berteduh ke pemukiman. Atas kejadian tersebut konon Belanda menyiarkan bahwa di tempat tersebut ada candi yang namanya Deres.

Klic dan Baca juga; Mbah Lanceng Jember Mengantar Muridnya Menuju Kewalian

Dari berbagai sumber yang menggali asal-muasal Candi tersebut, kemungkinan Candi Deres dibangun pada masa Raja Majapahit, sang Prabu Hayam Wuruk sewaktu mengadakan perjalanan panjang (Tirtayatra) keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi dengan jarak tempuh perjalanan sekitar 1700 kilometer.

Baca Juga:  Saksi Awal - Akhir Kerajaan Kediri, Singosari Dan Majapahit

Klic dan Baca juga; Bujuk Melas Jember dan Energi Power Kinasih

Perkiraan tersebut, merujuk dalam Kitab Negarakretagama karya Mpu Prapanca (Dang Acarya Nadendra – Petinggi Agama Budha (Dharmadyaksa ring Kasogatan) yang menyebutkan bahwa, perjalanan Hayam Wuruk dalam “njajah deso minangkori” (perjalanan politik perluasan wilayah) telah melalui beberapaa desa (daerah) yang sekarang namanya sebagian masih belum berubah.

Klic dan Baca juga; Eyang Kemiri Babat Alas di Jember

Adapun diantara nama desa yang masuk dalam deretaan perjalanan sekitar candi Deres tersebut diantaranya Basini (Besini/Jember), Sadeng (Puger Jember), Balung (Jember), Sarampwan (Puger Jember), Kuta Bacok (Watu Ulo/Jember), Renes (Wirowongso Jember), Kuta Blater (Jember) dan terus menuju wilayah Bondowoso dan Situbondo atau “Tigang Juru” yang sekarang disebut dengan wilayah ” Tapal Kuda “. Kemungkinan saat perjalanan singgah di sekitar Basini dan Sadeng inilah pembangunan Candi Deres dimulai.

Klic dan Baca juga; Peristirahatan di Bondowoso Dalam Napak Tilas Hayam Wuruk

Selain itu, bahan utama candi yang digunakan-pun merupakan batu bata merah ukuran besar dengan kualitas pembakaran yang sangat baik. Hal ini merupakan Ciri khas bangunan Majapahit dengan guratan motif sulur memanjang dan melengkung seperti hasil guratan jari.

Klick juga video dibawah

Karya legendaris tinggalan masa lampau ini cukup membuktikan betapa berkembangnya pembangunan di masa lampau dan betapa pedulinya sang raja Hayam Wuruk terhadap rakyat di Purwosari. Maka dari itu untuk melestarikan situs sejarah ini, pemerintah desa (Pemdes) Purwoasri melalui beberapa pihak terkait, berkeinginan menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata yang perlahan dapat melestarikan dan memulihkan cagar budaya di Jember.

Menurut Kades Purwoasri Pak Syahuri, “Sebetulnya Candi Deres ini harus di lestarikan karena ini adalah peninggalan Candi satu-satunya yang ada di Desa Purwoasri. Berkat Dinas Pariwisata dan pemuda setempat, kini sudah mulai di renovasi, rencana akan di jadikan tempat Wisata”, ujarnya.

Baca Juga:  Masjid Tertua Dan Bersejarah

Sehingga kedepannya diharapkan, Candi Deres dapat dinikmati anak cucu dengan kembali berdiri megah dan dapat menyampaikan pesan luhur pendirinya bagi seluruh manusia. (sbr)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here