Beranda budaya “Odheng Ki Togo” Khas Bondowoso dan Filosofi Kebijakan

“Odheng Ki Togo” Khas Bondowoso dan Filosofi Kebijakan

0
1711

Selain memiliki segudang Julukan, ciri khas dan beragam tempat wisata menarik, kota Bondowoso ternyata juga memiliki tinggalan khas Odheng / blangkon / pengikat kepala tinggalan lampau yang berjuluk “Blangkon Ki Togo”.

Odheng / blangkon / pengikat kepala sendiri, berfungsi sebagai aksesoris penutup kepala dan sudah menjadi penyandang pakaian khas Nusantara sejak lampau. Selain itu juga merupakan suatu tinggalan arif leluhur yang keberadaannya harus dilestarikan bersama.

Odheng Ki Togo di Bondowoso ini, bentuk dan makna filosofinya teradopsi dari ciri khas kerajaan Blambangan dan Majapahit.
Dinamai Odheng Ki Togo, karena bentuk dan cirinya menyerupai pengikat kepala yang kerap digunakan tokoh legendaris jaman lampau yaitu Kyai Togo Ambarsari. Dimana tokoh tersebut selain sebagai sesepuh juga tokoh pimpinan Pondok Pesantren yang tersohor kewaliannya.

Baca juga: Segudang Karomah Kyai Togo Ambarsari

Baru sekitar bulan April 2019, Odheng Ki Togo ini diresmikan di wana wisata Tirta Agung oleh Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin yang sekaligus sebagai keturunan langsung dari Kyai Togo Ambarsari (alm).

Adapun ciri khas yang dimiliki Odheng Bondowoso yakni, memiliki lilitan di bagian depan layaknya surban. Hal ini melambangkan bahwa masyarakat haruslah menjunjung tinggi persatuan sebagai garda terdepan bangsa, layaknya lilitan tersebut.

Odheng Bondowoso
Contoh Pemakaian Odheng Ki Togo Khas Bondowoso

Selain itu, ikatan simpul belakang menyerupai akar menjulur ke bawah, yang artinya kita layaknya dapat menanamkan kemanfaatan bagi sesama sebagaimana akar yang menghidupi pohonnya.

Serta di bagian samping kanan mengerucut layaknya ujung gunung, yang bermakna Masyarakat Bondowoso harus kuat dan tegas seperti gunung. (dats)

Baca Juga:  Selamatkan Aset Negara, Benarkah Supriyadi Lari ke Bondowoso..?

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here