Penonton Lebih Cerdas Dari Sang Pemeran

0
478

0leh. M. Syahrir

Dalam setiap adegan apapun dan dimanapun, penonton yang menyaksikan, otomatis menjadi lebih cerdas dan lebih pintar sesuai kapasitasnya.

Seolah mereka (penonton) dengan segala persepsi dan fonis-fonisnya, mampu menggantikan lebih sempurna dari sang pemeran adegan yang di tontonnya.

Tanpa penonton sadari, si pemeran dalam tahap sebelumnya telah menjalani pelatihan persiapan yang sangat berat, hingga mengantarnya menuju pertunjukan.

Disinilah, para penonton yang dengan kritis melontar persepsi dan fonis-fonis tersebut, tanpa sadar talah terhipnotis oleh bawah sadar atau napsunya sendiri hingga menilai dirinya lebih pantas menggantikan sang pemeran.

Untuk kajian bersama, contoh diatas merupakan jebakan menuju kebijakan yang bersumber dari perbedaan sudut pandang.

Jika mereka (penonton & pemeran) tidak saling menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing, niscaya suatu pertunjukan bahtera tidak akan membawa kebijakan.

Layaknyalah sang penonton, menyadari proses persiapan sang pemeran dan pemeranpun juga sadar pada konsumsi penontonnya.

Jika penonton sadar mereka akan terjun langsung memberi masukan pada pemeran sebelum pertunjukan dimulai. Dan pemeranpun welcome atas saran skenario dari penonton.

Sehingga dengan demikian, pertunjukan selalu berjalan menghibur, mendidik dls, sesuai yang dikehendaki bersama. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here