Mengenal Bondowoso Dari Sejarah Puncak Kejayaannya

0
1089

Kabupaten Bondowoso merupakan sebuah Daerah yang berada di Provinsi Jawa Timur, Negara Indonesia, tepatnya berada diantara jalur dari Besuki dan Situbondo menuju Jember dengan koordinat 113°48′10″ – 113°48′26″ BT dan 7°50′10″ – 7°56′41″ LS wilayah tapal kuda.

Kota kecil dengan Luas wilayah 1.586km2 dan dengan Populasi penduduk sekitar 791.838 jiwa pada tahun 2018 ini, memiliki ciri khas dan keunikan daerah tersendiri.

Selain memang dikenal dengan julukan fenomenalnya “Kota Tape“, daerah nan sejuk ini, ternyata menyimpan beragam kekayaan alam dan intelektual tinggalan lampau. Banyak saksi-saksi bisu kejayaan Bondowoso masa lampau yang menggambarkan kota satu ini cukup makmur dan berjaya.

Memang, sejarah Bondowoso dahulunya dikenal sebagai daerah hasil Babat Ki Ronggo atau Raden Bagus Asrah. Namun siapa sangka, ternyata daerah yang masuk dalam dataran tinggi ini sudah memiliki peradaban jauh sebelum adanya babat tersebut.

Kita tinjau dari tinggalan purbanya, ada ribuan bahkan jutaan batu pra sejarah yang masih terpelihara sebagian, di kota ini. Salah satunya tinggalan batu nyaeh juga batu umpak dan lain sebagainya. Juga ditinjau dari kultur budayanya, bondowoso memiliki beragam kebudayaan yang cukup khas, ada sejarah tari singo wulung, tari ojhung, sejarah musik tong-tong, budaya nyonteng, tajin sapar dan masih banyak yang lain.

Terlepas dari kultur budaya dan sejarahnya, ada juga beragam legenda populer yang menghias dalam berdirinya Bondowoso. Ada legenda gunung Putri, dimana cerita ini pernah tenar dibawakan segenap seniman lokal di TMII anjungan Jawa Timur, Jakarta. Adapula legenda legenda putri Rengganis, legenda Alas Sumur, mitos keberadaan Pahlawan Peta Supriyadi dan masih banyak lagi yang lain.

Kesemuanya itu, bukanlah mencakup pada legenda dan mitos saja akan tetapi banyak masyarakat yang percaya kenangan tersebut merupakan cerita nyata.

Baca Juga:  Eyang Kemiri Babat Alas di Jember Taklukkan Macan Gadungan

Tidak berhenti disini, kota yang cukup sejuk di timur pulau jawa ini, dahulunya juga merupakan kota pilihan napak tilas Raja Hayam Wuruk dalam memperluas wilayah Majapahit.

Walau demikian, bukan berarti megahnya Bondowoso di masa lalu terlepas dari adanya penderitaan demi meraih kemerdekaan dari tangan penjajah asing. Hal ini terbukti dari adanya sejarah fenomenal tragedi Gerbong Maut, dimana sejarahnya cukup menyisakan kepiluan bagi segenap generasi. Selain itu, ada juga tinggalan perih sejarah Tugu Basuki yang juga masih tampak terawat hingga saat ini.

Diera milenial sekarang, Bondowoso yang di pimpin oleh seorang ulama’ yang merangkap sebagai umaro’ yaitu KH. Salwa Arifin. Dimana beliau merupakan salah satu putra dari sosok kyai sains legendaris Kyai Togo Ambarsari. Sehingga, dengan adanya kepemimpinan dari dwi kebijakan (ulama’ dan umaro’) tersebut lebih menjadikan kota yang satu ini untuk tidak melupakan sejarah.

Mungkin hal ini pulalah yang membuat Bondowoso dimasa lampau mencapai puncak kejayaannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi segenap pembaca untuk selalu mengukur pada sejarah masa lalu dalam setip langkah. Sehingga kelak generasi penerus dapat membanggakan diri di kancah dunia dengan jati dirinya sendiri. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here