Astana Mangadeg Makam Raja-raja Mangkunegaran Nan Eksotis

0
1235

Astana Mangadeg yang berada di desa Karang Bangun, Kecamatan Matesih Karanganyar ini, berada di ketinggian sekitar 750 mdpl dl lereng gunung lawu. Tempat tersebut, merupakan kompleks pemakaman raja-raja Kraton Mangkunegaran yang memiliki udara cukup sejuk nan eksotis.

Jalur menuju cungkup yang asri ditambah akses jalan yang berkelok-kelok khas lereng gunung, membuat peziarah termanjan ketenangannya guna menuju area pemakaman raja pertama Kraton Mangkunegaran, Sri Mangkunegara I atau yang akrab dikenal sebagai Pangeran Samber Nyowo atau Raden Mas Said ini.

Terdapat beberapa arca serta gapura di sepanjang jalur menuju kompleks pasarean. Termasuk adanya sebuah tugu di tengah perjalanan. Selain Pangeran Sambernyawa, pada kompleks utama pasarean, ada dua raja Mangkunegaran lagi yang dimakamkan di tempat tersebut, yakni makam Mangkunegara II dan Mangkunegara III.

Sedang untuk Mangkunegara IV, V, VII dan VIII, dimakamkan di Girilayu dan Mangkunegara VI dimakamkan di Nayu.

Untuk memasuki area makam, peziarah haruslah mengikuti aturan yang sudah ada sejak lampau. Khusus bagi peziarah putri wajib mengenakan kain jarik saat memasuki kompleks makam yang terletak di desa Karang Bangun Kecamatan Matesih Karanganyar ini. Sementara peziarah putra dapat memasuki areal pemakaman asal mengenakan pakaian sopan.

Selain terdapat tiga penguasa awal Mangkunegaran, pada areal pemakaman tersebut juga terdapat sejumlah makam keluarga, kerabat dan pengikut Sri Mangkunegara I saat terlibat konflik dengan Sri Sultan HB I dan VOC.

Menurut jurukunci, makam Sri Mangkunegara I sudah dibangun sejak wafatnya pada 1795. Sampai saat ini, bangunan makam tetap utuh. Hanya bagian atap saja yang pernah direnovasi sebanyak 3 kali.

“Tapi sekitar tahun 1970 an dibangun beberapa bangunan tambahan di sekitar areal makam utama hingga seperti saat ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Mpu Tantular Awali Kebhinekaan Dengan Keluhuran Cita-cita

Astana Mangadeg ini posisinya lebih tinggi dari Astana Giribangun, tempat dimakamkan Presiden ke-2 RI, HM Soeharto yang lokasinya terletak tidak terlalu jauh. Sedang dikisahkan, Raden Mas Said sendiri masih memiliki hubungan paman dan keponakan dengan Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan HB I. Bahkan, Pangeran Sambernyawa dinikahkan dengan putri Sri Sultan HB I.

Hanya saja karena perbedaan pandangan politik, hubungan mertua dan menantu harus putus dan bahkan terjadi pertikaian di antara keduanya. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here