Beranda Kuliner Cara Mengolah Daging Kepala Sapi dan Kambing Dalam Moment Lebaran

Cara Mengolah Daging Kepala Sapi dan Kambing Dalam Moment Lebaran

0
923

Hari raya Idul Adha maupun Idul Fitrih, memang identik dengan menyembelih kambing, sapi, atau kerbau. Pada hari raya ini tiap muslim didunia merayakannya dengan memasak daging yang mereka peroleh. Baik di peroleh dalam momen Idul Qurban yang disebut daging Qurban, maupun di momen lebaran Idul Fitrih yang disebut masyarakat Bondowoso sebagai daging tompo’an.

Entah itu dimasak Gule, Sate, atau Tongseng sekalipun. Kebanyakan yang dimasak adalah bagian yang berdaging, sedangkan bagian lain seperti kepala dan kaki hewan kurban acap kali disepelekan bahkan di buang.

Namun, pernahkah terpikir oleh kita bahwa sebenarnya bagian kepala dan kaki ini bisa diolah menjadi makanan yang sedap?.., dan bagian kepala ini ternyata memiliki daging yang cukup banyak bila kita tahu cara mengolahnya.

Berikut ini sejarah-budaya.com akan memberikan tips bagaimana cara mengolah kepala dan kaki kambing atau sapi yang keras hingga menjadi lunak dan dapat diolah menjadi masakan yang sedap dan enak.

Tips ini berdasarkan dari pengalaman beberapa sumber tepatnya di hari raya Idul Adha maupun Idul Fitrih yang selalu saja ada yang mengolah kepala dan kaki kambing. Dari kebiasaan masyarakat Madura, dalam momen lebaran mereka yang mendapat kepala hewan biasanya orang yang memelihara hewan tersebut sebelum di sembelih. Namun, terkadang mereka justru menjualnya kepada yang berminat.

Nah langsung saja yuk, kita simak cara mengolah kepala maupun kaki sapi atau kambing.

Pertama kali yang perlu dilakukan ketika sudah mendapatkan bagian kepala kambing adalah menghilangkan bulu yang ada disekitar kepala. Caranya, dengan membakar kepala kambing diatas bara api yang menyala. Jangan lupa untuk membolak – baliknya agar tidak gosong pada satu bagian saja. Ketelatenan dan kesabaran di moment ini sangat di butuhkan.

Baca Juga:  Lestarikan Tajin Sorah Tradisi Dari Sunan Kalijogo

Kedua; setelah hilang bulu pada seluruh kepala kambing, hilangkan sisa – sisa arang yang menempel di kulit kepala akibat rambut yang terbakar. Caranya adalah dengan mengerik bagian yang terlihat hitam menggunakan pisau dapur sampai terlihat kulit yang sebenarnya.

Ketiga; setelah kepala kambing tidak lagi berwarna hitam dan terlihat warna yang sebenarnya (umumnya berwarna putih coklat setelah dibakar diatas api, jangan lupa untuk mencucinya dengan bersih. Tujuan pencucian ini adalah menghilangkan kotoran sisa – sisa pembakaran dengan tuntas sebelum diolah lebih jauh.

Keempat; kepala kambing yang sudah bersih, selanjutnya direbus didalam panci. Lamanya perebusan tergantung pada usia kambing tersebut. Intinya semakin tua usia kambing semakin lama waktu untuk merebusnya. Jika anda bingung dan tak bisa membedakan apakah itu kambing muda atau tua; anda bisa menge-cek-nya dengan cara mengorek dan menekan kulit dari kepala kambing. Jika kulit kepala kambing sudah lunak berarti kepala kambing siap untuk diolah. Sebaliknya bila masih keras, rebus dan cek kembali seperti yang telah diterangkan sebelumnya. Tujuan perebusan ini adalah supaya kepala kambing menjadi lunak dan mudah untuk disayat. Namun, perlu diingat jika terlalu lunak kepala kambing tak akan enak bila diolah lagi. Intinya adalah kita merebusnya sampai lunak tapi daging maupun kulit masih terasa kenyal bila disentuh (setengah matang), yaaa…bisa kita kira – kira sendirilah.

Kelima; Bila kepala kambing sudah terasa lunak tapi daging maupun kulit masih terasa kenyal bila disentuh, kita bisa menyayatnya menjadi kecil – kecil, tergantung selera. Kemudian olahlah menjadi berbagai masakan yang lezat dan enak, terserah kemauan.

Nah demikianlah beberapa tips mengolah daging kepala hewan sapi maupun kambing, semoga menabah pengetahuan anda. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here