Mengenal Dua Hari Raya Umat Muslim

0
321

Dalam tradisi umat Islam, terdapat dua hari raya resmi yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Idul Fitri dirayakan pada akhir Ramadan (sebulan berpuasa), dan kaum Muslim biasanya memberi zakat (amal) pada hari tersebut.

Di momen kali ini, sejarah-budaya.com akan menjabar beberapa alur kebiasaan yang masih melekat dalam tradisi masyarakat dan terkait astronomi bulan dan matahari pada jatuhnya kedua hari raya tersebut.

Pada momen Idul Fitri yang dirayakan pada 1 syawal, ada berbagai macam tradisi dan kebudayaan yang kerap terlihat masih lestari pada moment ini. Salah satunya saling berkunjung antar sanak saudara guna mengikat kembali silaturahmi. Adapula tradisi tompo’an daging sapi, tradisi petasan, ter-ater dan lain sebagainya.

Sementara pada Idul Adha atau Idul Qurban, ditetapkan pada hari kesepuluh bulan Zulhijah dan berlangsung selama empat hari. Pada saat itu, kaum Muslim biasanya menyembelih seekor domba atau sapi dan membagikan dagingnya kepada para anggota keluarga, teman-teman, dan kaum fakir.

Kedua hari raya tersebut berdasarkan pada penanggalan kalender Islam (Hijriah), yang merupakan kalender perputaran bulan. Sehingga, tanggal hari raya tersebut dalam kalender Gregorian, yang merupakan kalender perputaran matahari, berubah setiap tahunnya.

Kalender Gregoria berdasarkan pada periode orbit dari pergerakan Bumi saat mengelilingi Matahari, yang berlangsung sekitar 365Templat atau 1/4 hari, sementara kalender Islam berdasarkan pada periode sinodik dari pergerakan Bulan saat mengelilingi Bumi, yang berlangsung sekitar 29 Templat atau 1/2 hari. Dalam kalender Islam, setiap bulannya memiliki 29 atau 30 hari (yang dimulai dengan bulan baru). Dua belas bulan berlangsung dalam tahun Islam, sedang yang 11 hari, lebih pendek ketimbang tahun Gregorian.

Nah demikianlah sedikit penjelasan terkait bab Idul Fitrih dan Idul Adha, semoga dapat memberikan penjelasan yang bermanfaat bagi kita semua. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here