Proses penyembelihan Hewan Sesuai Mekanisme Agama dan Budaya

0
388

Salah satu bagian penting pada saat hari raya Idul Adha maupun Idul Fitrih yakni berkorban dengan menyembelih hewan sapi maupun kambing. Hal ini disebabkan, selain dalam kepentingan menunaikan ibadah, juga memenuhi kebiasaan dalam tradisi lebaran.

Tentu peranan tukang jagal atau penyembelih hewan kurban sangatlah mendominan dalam moment ini.

Jika dilihat sekilas, menyembelih hewan memang sangat mudah namun, untuk menyembelih hewan kurban yang dilakukan sendiri ternyata tak semudah yang dibayangkan. Terlebih apabila hewan kurban yang akan disembelih adalah sapi yang berukuran besar. Belum lagi pertimbangan agar hewan kurban yang disembelih tidak merasakan sakit.

Agar proses penyembelihan berlangsung dengan lancar dan mudah, ada sejumlah tips yang akan dijelaskan sejarah-budaya.com pada sesi kali ini.

Menurut salah satu jagal sapi dan kambing asal Bondowoso, ia memiliki cara tersendiri dalam menyembelih agar hewan kurban tidak merasakan sakit. Untuk itu, proses penyembelihan harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Pertama-tama, jagal haruslah menyiapkan mental agar selalu mengingat Tuhan, kedua mengasah goloknya dengan sangat tajam, dan yang terakhir, menyembelih dengan mengikuti alur nafas hewan kurban.

Dalam proses sembelih ini, si jagal harus mengikuti alur nafas sapinya, pada saat sapi/kambing menarik nafas, disitulah si jagal langsung menggorok / menyembelih. Dengan catatan, sekali tarik goloknya langsung selesai.

Walau demikian, untuk kita dapat melakukannya sendiri, tentulah harus meminta dampingan sang jagal yang berpengalaman. Sebab, jika dalam proses penyembelihan ini, tidak sesuai prosedur dan mekanisme yang ada, tentu akan berakibat fatal. Baik bagi si hewan yang disembelih maupun pada yang menyembelih.

Nah kiranya cukup sekian dulu penjelasan ini, semoga banyak manfaat yang didapat. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here