Ungkap Legenda Pagar Pajajaran Macan Putih Prabu Siliwangi

0
4115

Berbicara tentang salah satu Raja Pajajaran Sang Prabu Siliwangi, memang kerap membuat takjub segenap pendengar maupun pembacanya. Bagaimana tidak, sang prabu yang dikenal sakti mandraguna juga arif dan bijak ini, ternyata juga memiliki banyak pasukan tidak hanya dari kaum manusia, melainkan juga dari bangsa ghoib.

Jika dari Jawa Timur ada Prabu Tawangalun dan Kumis Bodasnya maka, di Jawa Barat juga memiliki Siliwangi dan Maung Bodasnya.

Salah satu dari pasukan ghoib yang populer hingga saat ini yaitu pasukan ghoib macan putih. Oleh karena itu lah kita sering menemukan banyak gambar maupun lukisan dimana seekor macan putih yang selalu berada disekitar Prabu Siliwangi.

Selain itu yang tidak kalah fenomenalnya yaitu pusaka kujang kembar Siliwangi yang juga memiliki keterpautan hubungan dengan macan putih.

Nah kali ini sejarah-budaya.com akan sedikit mengupas legenda macan putih tersebut dari beberapa sumber yang mendekati kebenaran.

Keberadaan macan putih sebagai pendamping Prabu Siliwangi, memang sangat kental tersiar di masyarakat Nusantara hingga saat ini. Namun siapa sangka, mahluk halus berwujud harimau putih itu bukanlah didapat dari hadiah ataupun adanya hubungan pertemanan.

Ternyata, keberadaan macan halus tersebut didapatkan usai sang prabu menaklukkannya dalam suatu pertempuran sengit. Diketahui, macan putih yang dimaksud ini adalah raja macan putih bernama Maung Bodas dari dunia ghaib yang memiliki ribuan tentara sejenisnya.

Kisah ini bermula dari ketika Prabu Siliwangi hendak beristirahat di Curug Sawer Majalengka, guna melepas lelah dalam pengembara’annya. Tanpa disangka, sekawanan macan putih ghoib menghadang langkah dan hendak menerkam sang prabu. Namun, karena memang Siliwangi dikenal sangat sakti mandraguna, tidak satupun sekawanan macan itu yang dapat melukainya. Akan tetapi sebaliknya, banyak dari kawanan harimau ghoib itu yang tersungkur dan terluka.

Hingga selanjutnya, Raja dari kawanan macan putih tersebut maju dan terjadilah pertempuran sengit diantara keduanya. Lagi-lagi dengan kesaktiannya, Siliwangi berhasil mengalahkan sang raja ghoib macan putih.

Sejak saat itulah Raja Macan Putih dan seluruh pasukannya mengabdikan diri dan bersedia membantu Prabu Siliwangi sang penguasa tanah pasundan, dangan taruhan nyawanya. Dari kesaktian Siliwangi yang pilih tanding ditambah adanya bantuan dunia ghaib inilah, sang Prabu Siliwangi dapat menjadi Raja tersohor di persada tanah pasundan.

Dirasa telah banyak membantu kejayaan Pajajaran, Prabu Siliwangi kemudian, mengukirkan kepala harimau di gagang pusaka kujang miliknya dan menyuruh maung bodas bersemayam di dalam gagang kujang itu. Hal ini mungkin agar kemanapun sang prabu pergi sang macan putih ghoib itu selalu dekat dengannya, sebagaimana kujang pusaka yang selalu dibawanya.

Mengenai senjata kujang, di masa lampau senjata ini merupakan sebuah alat pertanian yang biasa dipakai oleh penduduk masa itu. Karena keinginan Raja Kuda Lalean (raja sebelum Prabu Siliwangi) untuk menciptakan sebuah senjata pusaka yang mencirikan tanah pasundan.

Ia kemudian melakukan suatu tirakat Tapa Brata untuk mendapatkan petunjuk dari Sang Pencipta Alam Semesta. Alhasil didapatkanlah ilham yang kemudian Ia menyuruh seorang Empu untuk membuatkan sebuah senjata yang bercirikan kerajaannya tersebut. Dikemudian hari senjata itu disebut dengan julukan Kujang Pusaka.

Baru setelah Raja Pajajaran beralih pada tangan Prabu Siliwangi, beliau Prabu Siliwangi menyempurnakan kembali Kujang Pusaka menjadi seperti yang Anda kenal saat ini yaitu, pegangan kujang yang diukir membentuk kepala macan.

Ukiran kepala macan merupakan sebuah bentuk penghormatan Sang Prabu terhadap Macan Putih yang telah senantiasa menjadi pendampingnya untuk membantu menghadapi serangan bangsa-bangsa yang ingin menghancurkan Kerajaan Pajajaran.

Nah demikianlah kilas tulisan kali ini, semoga senan tiasa menjadikan manfa’at bagi kita semua GBU. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here