Mengenal Jalur Pendakian Puncak Rengganis Argopuro dan Pantangannya

0
1156

Khusus dalam episod ini, sejarah-budaya.com akan mengenalkan beberapa persiapan dan pengenalan jalur menuju (puncak hyang), yang melalui Puncak Rengganis. Nah langsung saja lurd….!!!

Ada tiga jalur populer yang biasa digunakan pendaki untuk mencapai puncak Gunung Argopuro yaitu, jalur Bederan Situbondo, jalur Bremi Probolinggo dan Jalur Patirana Bondowoso.

Untuk menikmati spot-spot cantik di sepanjang perjalanan diantaranya, Danau Taman Hidup di jalur Bremi dan padang savana cikasur di jalur Baderan, yang sangat eksotis. Tak heran banyak pendaki yang melalui kedua jalur tersebut, ketimbang jalur lainnya.

Dapat dikatakan para pendaki banyak yang memilih jalur Baderan untuk trek pendakian dan jalur Bremi untuk trek penurunan agar semua spot cantik bisa dieksplore.

Jalur Baderan di Situbondo

Untuk rute Baderan jalur pendakian dimulai dari basecamp di kantor Perhutani – Pintu masuk hutan dengan jarak tempuh sekitar 4 jam perjalanan.

Dari pintu masuk menuju ke pos Mata air I membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Mata air I – Mata Air 2 sekitar 2 jam.

Jalur pendakian masih didominasi dengan tanjakan dan jalan yang cukup sempit.

Ketika sampai di pos Mata Air 2, kita akan disuguhkan pada area yang cukup luas nan indah sehingga, bisa kita gunakan untuk mendirikan tenda dan istirahat.

Dari Pos Mata Air 2 menuju padang savana Cikasur kurang lebih dapat ditempuh dengan 5 jam perjalanan, jalur yang dilewati pun berupa hutan yang cukup rapat dengan pepohonan sehingga terlihat gelap meskipun disiang hari.

Selepas hutan ini, kita akan menjumpai padang savana pertama yang ditumbuhi bunga lavender. Dari savana pertama, perjalanan bisa kita lanjutkan dengan memasuki hutan yang cukup menanjak.

Di beberapa lokasi, ada beberapa area yang cukup luas untuk mendirikan tenda sehingga kita bisa berhenti sejenak untuk istirahat jika waktu tidak memungkinkan untuk mencapai padang savana cikasur.

Baca Juga:  Areal Masjid Agung Sumenep Terlarang Untuk Segala Jenis Mahluk Halus

Setelah melewati jalur track yang cukup landai, akan dijumpai savana kedua yang lebih luas lagi. Perjalanan bisa dilanjutkan dengan membelah savana menuju ke padang Cikasur.

Sampai di Cikasur pendaki akan disuguhi dengan pemandangan alam yang begitu menakjubkan dengan padang savana yang sangat megah.

Di sekitar kawasan ini terdapat sumber mata air yang bisa digunakan untuk kepentingan perbekalan. Bukan hanya itu saja, tanaman selada air juga banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai dan tentu saja bisa digunakan untuk menu makan siang sebelum melanjutkan perjalanan.

Dari jalur Cikasur menuju Cisentor perjalanan yang akan di tempuh tidak terlalu menanjak. Kita akan melewati bukit savana dan hutan yang tidak terlalu rapat hingga sampai ke puncak bukit.

Setelah menuruni sungai, barulah kita sampai di Cisentor yang sangat available untuk mendirikan tenda lagi.

Dari Cisentor menuju rawa Embik membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan, sementara dari rawa Embik menuju puncak Rengganis membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Nah, dari puncak Rengganis munuju puncak Hyang Argopuro ini kita hanya butuh waktu pendakian sekitar 40 menit.

Jalur Bremi di Probolinggo

Rute perjalanan menuju puncak melalui jalur Bremi bisa strat dari polsek Krucil, lalu menuju danau Taman Hidup dengan waktu kurang lebih 4 jam.

Lalu dari danau Taman Hidup menuju Hutan Lumut dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan.

Lalu kamu dapat melanjutkan perjalanan dari hutan Lumut menuju Cemara Lima sekitar 2 jam perjalanan. Dari Cemara Lima lalu menuju ke Angkene sekitar 3 jam.

Setelah itu, dari angkene menuju Cisentor sekitar 2 jam. Dari Cisentor menuju rawa Embik sekitar 2 jam, dan terakhir dari rawa Embik menuju Puncak Argopuro sekitar 1 jam.

Baca Juga:  Eksotis Jalur Cemoro Sewu dan Segudang Misterinya

Perlu diketahui bahwa, keberadaan danau Taman Hidup menyimpan pesona bernuansa mistis, oleh karena itu kita disarankan untuk tidak membuat kegaduhan.

Beberapa pendaki pernah mengalami pengalaman yang cukup janggal dimana musik Mp3 yang diputar tiba-tiba mati dan berganti dengan suara gamelan.

Sangat disarankan pula untuk mengunjungi danau ini pada siang hari demi kenyamanan dan keamanan bersama.

Jalur Patirana Bondowoso

Jalur ini memang jarang dilalui pendaki sebab, selain memang belum banyak mengetahui, jalurnyapun terkadang masih harus membuat sendiri. Hal ini dikarenakan jarangnya jalur tersebut di lalui manusia, sehingga dengan cepat pepohonan menutupi jalur yang sudah ada.

Melewati jalur ini, kita cukup menuju dasa Patirana sekitar 30menit dari pusat kota. Dari Patirana ini kita menuju pos 2 Air terjun sembilan sap (tancak sanga). Setelah melepas lelah, barulah kita beranjak lagi menuju Cikasur.

Selain pos-posnya yang sedikit jalur ini dikenal cukup menyingkat waktu dibanding dengan jalur yang lain. Dari pengalaman beberapa pendaki, yang pernah mendaki dari pos Patirana menuju Cikasur hanya membutuhkan waktu 4-5 jam.

Selain itu, khusus di jalur ini pula, ada sebuah komunitas pecinta alam yang menamakan perkumpulan itu dengan nama AMPABON. Dimana komunitas ini, selalu menyiapkan anggotanya guna mengantar dan menjadi penunjuk jalan bagi segenap pendaki yang memerlukan pendampingan. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here