Beranda Artikel Ungkap Misteri Gunung Argopuro dan Tinggalan Benda Prasejarah

Ungkap Misteri Gunung Argopuro dan Tinggalan Benda Prasejarah

0
1568

Menelisik kemegahan gunung Argopuro, memanglah cukup mengasyikkan terutama bagi segenap insan pendaki dan pecinta alam.

Nah, kali ini sejarah-budaya.com akan me rilis beberapa penjelasan terkait gunung yang satu ini. Yuks… langsung di samak aja…!!!

Gunung Berapi tidak aktif Argopuro, dengan ketinggian puncaknya 3.088 Mdpl ini, memiliki jalur tracking terpanjang di seluruh gunung Pulau Jawa. Dimana, para pendaki haruslah menempuh jarak sekitar 64 km untuk menuju ke puncak atau sampai 4 hingga 7 hari perjalanan.

Gunung yang populer dengan sebutan puncak Hiyang ini, berada di beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang , Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Probolinggo.

Gunung Argopuro memiliki beberapa puncak terkenal yaitu, jika diurut dari Puncak terendah ada puncak Patirana (di Bondowoso), puncak Rengganis, Puncak Argopuro dan Puncak Hiyang.

Jalur trecking terpanjang yang menyuguhkan sejuta pesona di tiap lintasannya ini, bukan hanya terkenal dengan pemandangan indah yang luar biasa namun juga terkenal penuh misteri di kalangan para pendaki maupun masyarakat sekitar. Untuk dapat menuju puncak hyang, segenap pendaki haruslah membekali diri dengan (Persiapan khusus Pendakian) dan faham betul pada trecking – (trecking gunung Argopuro) yang akan di lalui.

Seperti gunung lainnya, Argopuro juga menyimpan sejuta misteri, sejarah, legenda dan cerita mistis yang sudah begitu populer dikalangan masyarakat luas. Beberapa diantaranya adalah tentang kisah sejarah peniggalan putri rengganis yang meliputi Banyuwangi Jember hingga Bondowoso.

Bahkan, khusus untuk wilayah Bondowoso, cukup banyak penemuan purbakala yang dominan mengarah pada asal usul dari Gunung Argopuro. Hal ini dapat ditinjau melalui sejarah-mengenal Bondowoso dari sejarah puncak kejayaannya.

Bahkan, yang hingga saat ini cukup populer dan erat hubungannya dengan gunung tersebut yaitu peninggalan Betoh Nyaeh yang keberadaannya dipercaya memvisualisasi kesuburan dan kemakmuran tanah Bondowoso.

Dari banyaknya penemuan tersebut, cukup menunjukkan bahwa gunung Argopuro termasuk dalam gunung yang wingit juga sakral.

Hal ini juga dikuatkan dengan beberapa informasi dari masyarakat sekitar lereng Argopuro yang menceritakan pernah ada seorang pendaki yang mengambil batu di puncak Rengganis dan mengalami sakit setelah sampai di rumah. Singkat cerita, setelah batu dikembalikan, sang pendakipun sembuh dari sakitnya.

Tak hanya itu, gunung yang banyak menyisakan serakan batu arca dipuncaknya itu konon, apabila Posisi arca yang berserakan dipindah/digeser, tak lama kemudian arca itu akan kembali pada tempat semula.

Itulah mengapa warga setempat tidak ada yang berani mengusik benda-benda yang ada di sekitar Gunung Argopuro.

Selain itu, (penampakan dewi Rengganis) yang disebut berparas cantik rupawan dengan rambut panjang dan mahkota di kepala juga acapkali terlihat oleh beberapa pendaki yang menjelajahi Gunung tersebut.

Konon hanya orang-orang dengan hati bersih yang akan dapat menjumpai penampakan sosok halus Dewi Rengganis, termasuk juga penampakan tempat shalat dan tongkat di atas Gunung Argopuro serta kuburan di Taman Hidup.

Nah begitulah sekilas mengenai gunung Argopuro dengan puncak Hyang-nya yang penuh sejuta eksotis yang takkan lekang sepanjang masa. Semoga kita semua mendapat manfa’at dari tulisan ini. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan