Beranda mitos Saksi Bisu Astana Giri Bangun dan Astral Presiden Soeharto

Saksi Bisu Astana Giri Bangun dan Astral Presiden Soeharto

0
1163

Dalam kesempatan yang bahagia ini, sejarah-budaya.com akan menguak kisah misteri dibalik megah nan asrinya makam tokoh Presiden NKRI ke 2 Soeharto.

Astana Giri Bangun, merupakan tempat pemakaman keluarga Presiden kedua Indonesia yakni, Presiden Soeharto. Makam ini, berdiri pada sebuah lereng nan sejuk di kaki gunung Lawu. Tepat disebelah tenggara dari Astana Giri Bangun, berdiri astana-mangadeg-makam-raja-raja-mangkunegaran.

Baca juga: sejuta-pesona-membentang-eksotis-di-megahnya-gunung-lawu

Makam keluarga pecahan dinasti Mataram tersebut, terletak di Desa Karang Bangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sebagai leluhur di atasnya Astana Mangadeg yang dipercaya melindungi atau orang Jawa menyebutnya “hamemayungi” atau menjadi payung keberadaan makam anak cucu dibawahnya.

Yang menarik dari ke dua areal asta ini, selain memiliki udara sejuk juga membentang pesona alam yang eksotis, ternyata juga memiliki daya magis dalam sejarah berdirinya. Sering muncul baik kejadian nyata maupun mitos bahwa, makam tersebut merupakan tempat yang wingit dan sakral.

Hal ini menjadi cukup wajar, karena memang mantan Tokoh yang dimakamkan di tempat tersebut sangat Identik dengan dunia Supranatural semasa hidupnya.

Baca juga: identik-supranatural-soeharto-semasa-hidup-hingga-wafatnya

Menurut juru kunci Astana Giribangun, Sukirno, ada beberapa kejadian dan fenomena mistis yang dialaminya, maupun dialami para penjaga makam lainnya yang membuktikan keberadaan makam ini patut diperhitungkan, sebagai wisata spirirual.

Dari keterangan masyarakat sekitar, beberapa bulan sebelum kematian Soeharto, terjadi longsor mendadak di bawah Perbukitan Astana Giribangun. Anehnya pada saat itu, cuaca sedang tidak dalam kondisi buruk dan dari kejadian tersebut tidak menelan korban manusia satupun. Padahal saat longsor, dibawahnya sedang banyak orang berlalu lalang.

Selain itu, pernah juga terjadi pada tahun 1998, saat itu sedang bergulirnya gerakan reformasi. Kekuasaan Soeharto mulai dirongrong dan berujung tumbangnya rezim Orde Baru.

Baca Juga:  Mbah Kucur Puger Dipercaya Masih Hidup Ditengah Masyarakat

Baca juga: tusuk-konde-ibu-tien-simbol-tegak-dan-runtuhnya-masa-orba

Dimana pada saat itu banyak ancaman yang ingin mengadili Soeharto beserta keluarganya. Termasuk juga ancaman pengerusakan terhadap Astana Giribangun, hingga warga sekitar Astana yang ikut mengamankan makam bersiap menghalau massa yang hendak merusak tempat tersebut. Namun atas kuasa Ilahi, ancaman-ancaman tersebut tidak satupun yang terbukti.

Atas peristiwa tersebut beberapa warga berkeyakinan, bahwa Tuhan melalui khorin para leluhur raja Mangkunegaran datang dan melindungi. Hal ini dibuktikan dari adanya beberapa kejadian diluar nalar salah satunya, terdengar suara gamelan bak raja sedang berjalan, keluarnya asap putih tipis di beberapa sudut asta dan lain sebagainya.

Baca juga: tiga-pusaka-pangeran-samber-nyowo-saksi-babat-dinasti-mangkunegaran

Sebagian masyarakat Jawa meyakini adanya fenomena tersebut menandakan sang leluhur datang untuk menyelamatkan alam semesta dan anak cucunya dari kerusakan.

Menurut Sukirno yang menjelaskan, sebelum Sueharto dimakamkan pada Minggu Wage, 27 Januari 2008 setelah Azan Asar sekitar pukul 15.30 WIB, keluarga besar Soeharto terlebih dulu melakukan upacara Bedah Bumi, yakni dengan menancapkan linggis ke tanah pemakaman sebanyak tiga kali. Upacara yang dipimpin oleh Begug Purnomo Sidi mantan Bupati Wonogiri ini, bertujuan agar penggalian dapat berjalan lancar dan selamat.

“Saat itu pada penancapan yang pertama dan kedua, tidak terjadi apa apa. Namun, saat penancapan ketiga ada kejadian yang membuat merinding bulu kuduk. Tiba-tiba terdengar suara seperti ledakan, sangat keras bergema di atas kepala kami,” ungkap Sukirno.

Mendengar bunyi tersebut, lanjut Sukirno, para penggali makam dan orang-orang di sekitarnya sontak kaget dan ketakutan. Mereka bingung dan mencari-cari dari mana asal suara menggelegar itu.Namun setelah dicari kemana-mana tak satupun yang berhasil menemukannya.

Baca juga: kerbau-bule-kyai-slamet-pengawal-pusaka-keraton-kasunanan-surakarta

Atas kejadian tersebut, para penggali makam menganggapnya sebagai suara gaib. Mereka beranggapan bumi telah menerima kedatangan jasad Soeharto.

Baca Juga:  Rahasia Ajian Segoro Macan Dan Misteri Persetubuhan Soeharto

“Saat itu banyak orang, bahkan pejabat yang datang. Semua terdiam, terpaku dan bingung. Kata pak Begug, bumi telah mengisyaratkan penerimaan terhadap jenazah pak Soeharto,” tutur Sukirno.

Tak hanya cerita diatas bahkan, banyak para peziarah maupun warga sekitar yang juga sering mengalami hal serupa, baik di malam hari, ataupun siang hari. Bagi warga sekitar dipercaya, saat berkunjung ke areal asta, hendaklah membersihkan pikiran dan hati terlebih dulu. Sebab dengan demikian kita akan dipermudah dalam segala urusan terutama, urusan kedekatan insan dan Tuhannya.

Dari sisi-sisi mistis di atas tentunya kita semua sadar bahwa dunia lain di tempat-tempat tertentu itu ada. Dan semua terjadi atas se ijin sang pencipta. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here