Beranda Tokoh Beberapa Fakta Dibalik Simpang Siurnya Biografi Sang Proklamator

Beberapa Fakta Dibalik Simpang Siurnya Biografi Sang Proklamator

0
985

Siapa yang masih belum mengenal dengan Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno,,,? Karena itulah sejarah-budaya.com menghadirkan profil, biodata dan Biografi Soekarno yang dilengkapi dengan Perjalanan Karier Beliau semasa hidup.

Nah untuk lebih lengkapnya, yuk kita simak saja Biografi Lengkap Soekarno dibawah ini.

Menurut buku induk mahasiswa Technische Hogeschool/TH (sekarang Institut Teknologi Bandung) Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 6 Juni 1901 menjelang fajar sekitar jam 05.30 pagi dan wafat di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun.

Beliau adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 hingga 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. SeIain dikenal sebagai penggali sendi-sendi Pancasila, Ia juga Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Soekarno dilahirkan dari rahim seorang Ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Buleleng, Bali dan Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo (seorang guru di Surabaya) dengan nama kecilnya Kusno Sosrodihardjo.

Walau demikian, bukan berarti kelahiran Soekarno tidak memiliki polemik perbedaan. Versi lain menyebut tahun kelahiran Soekarno berbeda dengan yang kita ketahui diatas. Menurut Bambang Eryudhawan, seorang arsitek dan juga pemerhati sejarah yang menemukan buku induk tersebut, mengakui tahun yang dicatat oleh buku induk itu bisa saja tidak akurat. “Itu lumrah karena biasanya dulu anak yang mau masuk sekolah usianya dibuat muda atau bahkan sengaja dituakan oleh orang tuanya.

Kemungkinan besar data itu menggunakan data semasa Sukarno sekolah di HBS Surabaya,” kata Bambang seperti dikutip Historia.

Sementara Harian Kompas yang terbit pada 5 Oktober 1970 menyebutkan, ada kemungkinan Bung Karno lahir sebelum 23 Mei 1901. Versi ini diungkap oleh paman Bung Karno, Soemodihardjo.

Dari penuturannya, kelahiran Bung Karno ditandai dengan letusan Gunung Kelud pada 23 Mei 1901.

Sempat pula muncul polemik tentang tempat lahir Bung Karno. Versi Orde Baru yang banyak beredar menyebut Bung Karno dilahirkan di Blitar, Jawa Timur. Tetapi, dalam biografi yang ditulis oleh Cindy Adams, Soekarno Penyambung Lidah Rakyat (cetakan pertama 1965), Bung Karno mengatakan dirinya dilahirkan di Surabaya.

Baca Juga: beberapa-fakta-rahasia-dibalik-kemerdekaan-nkri

Lambert Giebels dalam bukunya, Soekarno, Biografi Politik 1901 – 1950, menyebut Bung Karno dilahirkan di Jalan Pasar Besar, Surabaya. Juga Kapitsa M.S. & DR Maletin N.P, yang menulis buku “Soekarno: Biografi Soekarno”, menyebut Bung Karno dilahirkan di Jawa, Surabaya, pada tanggal 6 Juni 1901.

Kemudian, buku induk mahasiswa Technische Hogeschool/TH menyebut Bung Karno dilahirkan di Surabaya.Ketika lahir, Bung Karno diberi nama Kusno. Nama ini disandang Sukarno hingga belasan tahun. Namun, Kusno sering sakit-sakitan. Hingga, pada usia 11 tahun, Kusno diserang sakit berat (thypus).

Ayahanda Sukarno, Raden Sukemi Sosrodiharjo, merasa nama Kusno tidak cocok. Akhirnya, Bung Karno diganti nama. Dia diberi nama “Karna”, nama tokoh pewayangan dalam cerita Mahabharata. Dalam bahasa Jawa, huruf “A” menjadi “O”. Sedangkan awalan “Su” berarti baik atau paling baik (Jadilah Sukarno).

Perihal nama, Bung Karno ingin ditulis dan disebut “Sukarno”, bukan “Soekarno” (Soekarno mengikuti ejaan Belanda). Memang, di zaman Belanda, “U” ditulis “OE”. Namun, setelah Indonesia merdeka, Bung Karno selaku Presiden memerintahkan agar semua “OE” dikembalikan “U”.

Baca juga: mustika-md-andalan-rangkap-nyawa-sang-proklamator

Nama Soekarno menjadi Sukarno. “ Tetapi tidak mudah mengubah tanda tangan setelah berumur 50 tahun, jadi dalam hal tanda tangan aku masih menulis Soe,” kata Bung Karno di biografinya. Bung Karno mengaku lahir bersamaan dengan letusan gunung Kelud. Orang yang percaya kepada tahayul meramalkan, Ini adalah penyambutan terhadap bayi Sukarno.

Nah, berbagai sumber menyebut gunung kelud meletus di tengah malam antara 22-23 Juni.

Apakah ini berarti Bung Karno lahir pada tanggal itu?

Bung Karno menceritakan dalam biografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, dirinya dilahirkan tanpa pertolongan dokter atau tenaga kesehatan resmi. Bahkan tanpa bantuan dukun beranak. “Bapak tidak mampu memanggil dukun untuk menolong anak yang akan lahir. Keadaan kami terlalu ketiadaan. Satu‐satunya orang yang menghadapi ibu ialah seorang kawan dari keluarga kami, seorang kakek yang sudah terlalu amat tua. Dialah, dan tak ada orang lain selain dari orang tua itu, yang menyambutku menginjak dunia ini,”kenang Bung Karno.

Bung Karno lahir di tengah konteks dunia yang mulai berganti-rupa, yakni dari zaman gelap-gulita penjajahan menuju pasang naik revolusi kemerdekaan dan kemanusiaan. Juga dimulainya abad lompatan maju pengetahuan. Sering disebut “Abad Atom” atau “Abad Ruang Angkasa”.

Kemunculan Bung Karno di gelanggang politik perjuangan kemerdekaan tidak lepas dari konteks zaman yang melahirkannya.

Sejak kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Menginjak usia 14 tahun, seorang kawan bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya dan disekolahkan ke Hoogere Burger School (H.B.S.) di sana sambil mengaji di tempat Tjokroaminoto.

Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu. Soekarno kemudian bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa).

Tamat dari H.B.S. tahun 1920, Soekarno melanjutkan pendidikannya ke Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung, dan tamat pada tahun 1925. Saat di Bandung inilah Soekarno berinteraksi dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Nah demikianlah kilas biografi Soekarno, semoga kita sekalian mendapat manfaat pengetahuan dari tulisan diatas. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan