“Feby” Terungkapnya Misteri Dibalik Gelapnya Rasa

0
814

Bagian (01)

Pada kesempatan kali ini sejarah-budaya.com akan menyuguhkan sebuah cerpen bersambung yang tentunya menarik untuk reverensi inspirasi guna melangkah pada hal positif kedepan. Yuk simak ceritanya…

Ditengah hingar bingar perkotaan yang menyuguhkan gemerlap dan kemudahan hidup, ada gadis kecil bernama FEBY.

Sejak masih balita, Feby merupakan gadis yang diliputi kesederhanaan ekonomi orang tuanya. Kedua orang tua Feby sering mengajarkan gadis itu untuk jangan pernah takut akan fenomena ganjil atau cerita mahluk halus. Sebab, kata orang tua Feby, mahluk halus itu ada namun, janganlah kita sebai mahluk terbaik ciptaan Tuhan, takut pada mahluk halus. Mereka juga sama-sama ciptaan Tuhan yang perlu dihormati.

Dari doktrin yang demikian, balita yang mulai beranjak kanak-kanak itu makin hari makin menunjukkan rasa penasarannya akan apa dan bagaimana sebenarnya mahluk halus itu. Walau sedikit ada rasa takut, Feby selalu berusaha mengungkap misteri mahluk halus dengan berbagai imajinasi dan perbuatannya.

Sesekali Feby mencoba pergi dalam kegelapan dan berinteraksi ditempat gelap dan berharap dapat menemui atau sekedar berinteraksi dengan mahluk halus. Namun, meski hal itu sering ia lakukan, tak sekalipun Feby bertemu atau sekedar mencium aromanya.

Hingga suatu ketika, di malam hari yang gelap gulita dan pada saat itu kedua orang tua Feby sedang nyenyak tertidur. Dengan setengah sadar gadis itu terbangun dan memberanikan diri beranjak keluar rumah.

Dia pergi ke kesebuah persawahan yang sangat sepi dan duduk termenung berharap ada mahluk halus atau sejenisnya yang menemuinya. Seketika ada rasa takut yang melanda perasaan dan fikirannya. Ada bisikan yang berteriak di dalam rasanya dan menyuruh Feby untuk segera kembali kerumahnya.

“Kembalilah pulang kerumahmu, jangan ikuti semua ajakan kegelapan. Dirumahmu kau lebih hangat,” begitu bisikannya.

Sementara dalam rasa lain, Feby juga mendapat bisikan yang berbeda. Dalam halusinasinya, ada makhluk merayap yang bersembunyi dalam kegelapan dan memberitahunya, untuk tak perlu takut dan khawatir.

“Ikutlah denganku keatas gunung, aku akan memberimu segala yang kau impikan. Disana semua yang kau inginkan akan menjadi nyata, kau akan bahagia bersamaku,” kata sosok yang merayap dibalik kegelapan itu.

Feby yang ter ombang ambing dalam ketakutan atas dua bisikan berbeda itu semakin kebingungan.

Ditengah kebimbangannya itu, dia beranjak dari duduknya dan mengikuti bisikan yang mengajaknya ke atas gunung. Namun, baru beberapa langkah, seolah dia terperosok ke dalam jurang terjal. Rasanya sangat dingin dan sakitnya sangat menusyk hingga ke tulang sumsumnya.

Seketika itu Feby membuka mata dan ternyata dirinya berada ditengah kubangan sawah yang becek dan kotor. Iapun berteriak memanggil Ayah dan Ibundaya hingga memekik suaranya.

“Ayaaaaah…., Bundaaaa, Tolonglah aku, Ayaaaaah…., Bundaaaa, Tolonglah aku, Ayaaaaah…., Bundaaaa, Tolonglah aku,” begitu teriakan Feby.

Beberapa kali berteriak, namun tidak seorangpun yang mendengarnya. Hingga, dengan tertatih Feby berdiri dan beranjak pulang, dan hingga pagi hari Gadis kecil itu duduk tertelungkup ketakutan di pojok kamar.

Hingga kedua orang tuanya sadar dan menanyakan perihal apa yang terjadi sebenarnya.

“Kamu kenapa nak, dari mana kok basah semua baju dan celanamu,?” Tanya ayah Feby.

Perlahan, Feby memeluk ayahnya dan bercerita kejadian yang semalam menimpanya. Sejak saat itulah Feby mendapat penjelasan dari Ayahnya, yang justru penjelasan itu, semakin membuat dirinya jauh ingin mendalami tentang keganjilan yang menimpanya. dan simak cerpen kelanjutan selanjutnya….

Oleh: Hadats

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here