Beranda mitos Mitos Akar Salpek Desa Wonoboyo dan Penangkal Linglung

Mitos Akar Salpek Desa Wonoboyo dan Penangkal Linglung

0
950

Meskipun saat ini termasuk zaman moderen yang hampir semua bisa dibuktikan secara ilmiah dengan menggunakan ilmu pengetahuan, tak jarang masyarakat masih menyankut pautkan suatu kejadian dengan cerita mistis.

Terlebih di tanah Jawa yang masih kental dengan kebudayaannya memiliki banyak cerita misteri yang sering membuat parno ketika berjalan sendiri di tengah malam. Salah satu cerita yang melegenda adalah cerita mengenai akar Salpek atau Slempet, atau disebut juga oyot mimang atau akar rimang.

Akar ini konon mampu membuat orang lupa segalanya, tak tahu arah, linglung dan bahkan sampai membuat orang menjadi gila.

Nah kali ini, sejarah-budaya.com akan menguak cerita rakyat dahsyatnya akar mimang di daerah terpencil nan asri, tepatnya cerita rakyat di desa Wonoboyo, Bondowoso.

Setelah marak dalam pemberitaan Siber bahwa Bondowoso kerap di gadang-gadang sebagai lokasi kejadian “KKN di Desa Penari” dan hal itupun di tepis kebenarannya oleh banyak pihak, akan tetapi Desa Wonoboyo juga memiliki legenda yang layak di angkat ke permukaan publik.

Desa Wonoboyo ini, bukan tidak memiliki cerita rakyat yang hingga kini melegenda di kalangan masyarakat setempat. Akan tetapi, kota kecil nan asri ini, juga memeliki legenda seperti desa-desa lain di tanah jawa khususnya di Bondowoso

Ya, legenda akar Mimang atau masyarakat setempat biasa menyebutnya akar Salpek atau Slempet.

Dalam cerita masyarakat Wonoboyo ini, akar Salpek tersebut, kerap di jumpai di bawah batu besar yang bagi masyarakat disebut batu Raje’. Dimana batu raje’ itu dahulunya kerap mengeluarkan bunyi tetabuhan gamelan. Selain itu juga pada jaman lampau, ketika batu tersebut sudah mengeluarkan bunyinya, masyarakat yang melintas dengan kendaraan, diwajibkan turun dan berjalan kaki ketika melintasi jalan dekat batu tersebut.

Baca Juga:  Bukit Pecaron Dan Kisah Cinta Syekh Maulana Ishaq

Akan tetapi, kali ini kita akan lebih mengupas cerita akar salpek yang konon berada di bawah batu raje’ itu.

Berbicara mengenai akar Mimang atau Salpek, yang terlintas pertama kali pasti terkait dengan pohon atau tumbuhan. Tetapi berbeda dengan akar yang mampu menyesatkan manusia ini, akar ini tidak diketahui dari pohon apa asal muasalnya. Meskipun demikian, banyak masyarakat yang tetap meyakini adanya akar ini beserta kekuatan mistis yang dimilikinya. Kekuatan mistis yang dimiliki oleh akar miman ini memang luar biasa.

Akar yang tidak bertuan dan berada di daerah hutan, bukit ataupun gunung sering membuat orang tersesat saat tidak sengaja menyandung atau melangkahinya. Beberapa dari mereka merasa tidak kunjung sampai ke tempat tujuan padahal sudah menempuh perjalanan yang sangat lama.

Sedangkan waktu tempuh normalnya hanya membutuhkan beberapa jam saja. Ada juga yang sama sekali tidak bisa kembali ke rumah dan ada yang bisa diketemukan tetapi dalam keadaan gila.

Walau demikian dahsyat efek dari melangkahi akar Salpek ini, bukan berarti tidak ada cara untuk menangkalnya.

Menurut beberapa tokoh masyarakat di desa Wonoboyo, ketika kita sadar bahwa perjalanan kita hanya berputar-putar ditempat yang sama dalam waktu lama, maka kita harus menggunakan pebangkalnya.

Adapun penangkal dari efek akar mimang ini, kita cukup membalik baju, celana, juga pakaian dalaman, yang kita gunakan di tempat tersebut lalu lanjutkanlah perjalanan. Konon, bagi yang dengan sigap membalik semua atribut pakaian, akan terselamat dari linglung yang berkepanjangan.

Meskipun akar Mimang tidak diketahui asalnya muasalnya, akar ini bisa juga didapatkan untuk tujuan tertentu. Bisa disebut sebagai akar Rimang, manakala wujud dari akar atau kayu itu melingkar dan menyambung antara ujung satu dan ujung lainnya. Sehingga seseorang sulit membedakan mana ujung mana pangkal dari akar atau dahan kayu tersebut.

Baca Juga:  Asal Mula Keris Omyang Jimbe Hingga Penggandaan Kekayaan

Banyak yang menjual akar ini sehingga orang yang berniat menggunakannya akan mudah untuk mendapatkannya. Orang-orang yang menggunakan akar ini biasanya dijadikan sebagai sarana pesugihan dan alat penjagaan lahan atau rumah agar menjadi tameng bagi orang yang hendak berbuat jahat. Akar ini bisa dijadikan sebagai sarana pesugihan karena diyakini mampu untuk memperlancar dan mengembangkan usaha dengan cepat. Biasanya, akar ini digunakan untuk alat penjagaan baik menjaga rumah, tempat usaha, lahan ataupun menjaga tubuh si pembawa akar. Untuk dijadikan sebagai alat penjagaan rumah, tempat usaha dan sawah akar ini harus ditanam di sekitar pintu masuknya. Sebelum ditanam, akar ini dibawa memutari tempat yang akan diberi penjagaan. Dengan ditanami adanya akar ini, biasanya pencuri atau orang yang berniat jahat yang memasuki tempat penjagaan akan linglung dan tidak tahu jalan keluar sehingga memudahkan pemilik tempat untuk menangkap orang jahat ini.

Selain digunakan untuk penjagaan tempat, tak jarang orang menggunakan akar mimang untuk penjagaan diri. Jika orang yang tidak sengaja menyandung atau melangkahi akar ini akan linglung atau tersesat, orang yang membawa akar ini justru akan terlindung dari kelinglungan itu. Manfaat lainnya adalah orang yang membawa akar ini akan terhindar dari kejahatan. Orang yang akan berbuat jahat pada pembawa akar akan linglung saat berusaha menyentuhnya. Wallahu A’lam bissawwab. (dats)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here