Jangan Ceritakan Mimpi Indahmu, Agar Terkabul Doamu

0
492

Seperti diketahui bersama khususnya ummat muslim bahwa, Nabi Yusuf putra kesayangan dari Nabi Yakub, yang tersohor tampan rupawan hingga membuat saudara-saudaranya menjadi iri, kisahnya sangat inspiratif bagi kita semua.

Yuk kita simak bersama kisahnya gays…

Suatu malam, Nabi Yusuf bermimpi melihat 11 bintang, bulan dan matahari bersujud kepadanya. Ketika Nabi Yusuf menceritakan mimpi tersebut kepada ayahnya (Nabi Yakub) yang menyuruh Yusuf untuk tidak menceritakan mimpi tersebut kepada siapapun.

Baca Juga : Kisah Sunan Kedu Awali TAnam Tembakau Dengan Prigen Sunan Kudus

Nabi Yakub mengatakan, arti mimpi itu ialah bahwa, suatu hari Yusuf akan menjadi orang besar dan semua anggota keluarga termasuk ayah, ibu dan kesebelas saudaranya akan tunduk hormat terhadapnya.

Akan tetapi, kecemburuan saudara-saudra Yusuf tidak bisa lagi terbendung. Hingga mereka membuat rencana untuk melenyapkan Yusuf selama-lamanya. Dengan dalih mengajaknya pergi menggembala yang kemudian Nabi Yusuf dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya.

Baca Juga: Segudang Karomah Kyai Togo Ambarsari Dari Ahli Sains Hingga Membendung Banjir

Kemudian, saudara-saudara Yusuf pulang dan menyampaikan pada Nabi Yakub bahwa, Yusuf tewas dimakan serigala. Nabi Yakub sangat berduka karena kehilangan Yusuf, ia menangis selama berhari-hari hingga matanya menjadi buta.

Sementara itu, Yusuf yang berada di dalam sumur tetap hidup berkat lindungan Allah SWT. Hingga kemudian rombongan musafir yang sedang di dalam perjalanan ke Mesir melihat sumur tersebut. Mereka berhenti untuk mengambil air namun, bukan air yang mereka dapatkan, mereka malah menemukan pemuda tampan di dalam sumur.

BACA JUGA :Odheng Ki Togo Khas Bondowoso dan Filosofi Kebijakan

Yusuf pun dibawa oleh mereka ke Mesir untuk dijual sebagai budak. Yusuf kemudian menjadi pelayan di rumah Raja Al Aziz. Bertahun tahun kemudian, Yusuf tumbuh menjadi lelaki yang amat tampan, hingga istri Raja Al Aziz yang bernama Zulaikha merasa tertarik dan berusaha menggoda Yusuf.

Baca Juga:  Ungkap Rahasia Tape Kuning Bondowoso Menjadi Legid Dan Muaaniz

Akan tetapi, Yusuf tidak meladeni godaan Zulaikha. Hingga akhirnya Zulaikha marah dan memfitnah Yusuf hingga dia dimasukkan ke dalam penjara. Nabi Yusuf terus bersabar menjalani hidup di dalam penjara.

BACA JUGA :Ketua PBNU Budaya di Indonesia Cocok Dengan Ajaran Agama

Suatu hari Raja Mesir bermimpi melihat 7 ekor sapi gemuk dimakan oleh 7 sapi kurus, dan 7 bulir gandum yang hijau dan 7 bulir gandum yang kering. Sang raja meminta para ahli nujum menafsirkan mimpinya namun, tak ada seorangpun yang bisa menjabar akan mimpi tersebut.

Hingga kemudian seorang budak yang pernah menjadi teman satu sel Nabi Yusuf di dalam penjara, mengatakan pada Raja bahwa, Yusuf pandai menafsirkan mimpi. Raja Mesirpun meminta Yusuf untuk menafsirkan mimpinya.

Nabi Yusuf pun berkata bahwa, negeri Mesir akan mengalami 7 kali masa subur dan 7 kali masa sulit. Dan disarankan agar Raja menyimpan bahan makanan selama masa subur untuk menghadapi masa sulit yang akan datang.

Raja merasa senang dengan tafsiran mimpi tersebut hingga Yusuf dibebaskan dari penjara dan ketika tafsir mimpi tersebut menjadi nyata, Nabi Yusuf diberi tugas untuk mengelola bahan pangan yang akan disimpan selama masa subur dan juga distribusi bahan makanan tersebut selama masa sulit.

Ketika masa kemarau panjang tiba, seluruh wilayah di Mesir terkena dampaknya. Termasuk perkampungan di mana keluarga Yusuf berada. Mereka pun datang ke Mesir untuk meminta bantuan bahan pangan.

BACA JUGA :Bukit Pecaron dan Kisah Cinta Syekh Maulana Ishaq

Nabi Yusuf terkejut melihat saudara-saudaranya, namun ternyata mereka tidak mengenali Yusuf. Maka Yusuf pun melakukan sebuah trik kecil, yakni menyuruh mereka membawa Benyamin, adik bungsunya jika hendak meminta bahan pangan lagi. Jika tidak, mereka akan pulang dengan tangan kosong.

Baca Juga:  Istimewa Zaitun, Pengobatan Dan Ritual

Nabi Yusuf bertemu saudara-saudaranya setelah sekian lama.

Mau tak mau, saudara-saudara Yusuf pun menuruti permintaan tersebut. Meski dengan berat hati, Nabi Yakub merelakan Benyamin pergi ke kota Mesir untuk meminta bahan pangan. Ketika saudara-saudaranya hendak pulang, Yusuf memasukkan sebuah piala emas dalam karung yang dibawa oleh Benyamin.
Hal ini menyebabkan Benyamin ditahan dan tidak boleh pulang ke kampung halaman. Nabi Yakub pun semakin bersedih karena kehilangan anak bungsunya, duka yang ia rasakan akibat kehilangan Yusuf belum hilang, ditambah lagi Benyamin ditahan di kota Mesir.
Saudara-saudara Yusuf pun kembali ke kota dan memohon agar Benyamin dibebaskan, karena tak tega melihat ayah mereka yang terus terusan bersedih. Mendengar hal tersebut, Nabi Yusuf pun menyuruh saudara-saudaranya untuk membawa Nabi Yakub ke kota.

Saat bertemu lagi dengan sang ayah, Yusuf tak mampu menahan diri. Dia mengatakan siapa dia sebenarnya dan mengajak ayah serta saudara-saudaranya untuk tinggal bersama di ibukota. Merekapun hidup dengan rukun dan bahagia bersama. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here