Habib Sholeh Tanggul dan Karomah “Weruh Sa’ Durunge Winarah”

0
566

sejarah-budaya.com – Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (Tanggul) yang saat ini keberadaan makamnya terletak di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, merupakan salah satu waliullah di Nusantara ini yang cukup terkenal akan segudang karomahnya.

Adapun salah satu Karomah Habib Sholeh Tanggul yakni doa beliau yang mustajab dan tidak pernah ditolak oleh Allah SWT. Menurut kisah yang beredar, jika beliau berdo’a, sebelum kedua telapak tangan beliau diturunkan, do’a beliau sudah dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wata ‘Ala bahkan ada yang bersaksi secepat petir menyambar. Ini semua karena beliau hamba yang sangat taqwa kepada Allah.

Baca Juga : Kilas Bujuk Melas di Jember dan Energi Power Kinasih Jodoh

Hidup dan wafatnya beliau dipersembahkan untuk mengabdi kepada Allah. Beliau terkenal memiliki ilmu kasyaf Ladunni atau biasa di sebut orang jawa dengan ilmu “Weruh Sa’ Durunge Winarah” atau mengetahui sesuatu yang belum terjadi. Dari berbagai sejarah di Nusantara, ilmu Kasyaf Ladunni ini, hanya dimiliki oleh orang-orang yang berhati bersih dan memiliki kedekatan khusus pada sang pencipta.

Diantara kisah karomah kasyaf yerkenalnya yakni ,saat Habib Sholeh bertemu dengan Habib Taufiq asal kota Malang.

Baca Juga : Dengan Wirid Aneh Mbah Lanceng Jember Mengantar Muridnya Menuju Kewalian

Dikisahkan, Habib Sholeh Tanggul memberi nama Habib Taufiq yang sebelumnya bernama Habib Abdurrahim. Ketika Habib Abdurrahim masih kecil diajak sowan ayahnya (Habib Abdul Qodir Assegaf) kepada Habib Sholeh.

Saat bertemu, Habib Sholeh bertanya kepada Habib Abdul Qodir, “Yaa Habib ini siapa namanya?”

“Abdurrahim,” jawab Habib Abdul Qodir Assegaf.

“Tolong beri nama Taufiq, karena saya melihatnya di Lauhul Mahfudz. Dia namanya Taufiq dan dia akan menjadi ulama besar nantinya,” pinta Habib Sholeh.

Baca Juga: Eyang Kemiri Babat Alas di Jember Taklukkan Macan Gadungan

Akhirnya Habib Abdul Qodir mengganti nama Habib Abdurrahim dengan nama Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Bin Husein Assegaf hingga sampai sekarang. Subhanallah… Sungguh sangat luar biasa para wali-wali Allah sampai untuk masa depanpun yang belum terjadi mereka mengetahuinya dengan izin Allah Subhanahu Wata ‘Ala.

Bukan hanya itu saja, Habib Sholeh juga memiliki ilmu agama yang luas yang didasari dengan taqwa, zuhud, waro, ahli ‘ibadah, hati yang bersih. Setiap gerak geriknya mengikuti akhlak Baginda Nabi Besar Muhammad Shollahu ‘Alaihi Wasallam.

Baca Juga : Karomah Kyai Ali Brangbang Melatih Kera Hingga Fasih Mengaji

Sebagaimana Imam Junaid Al Baghdadi pernah berkata:

كل الطرق مسدودة إلا على من اقتفى اثر الرسول صلى الله عليه وسلم

Artinya: “Semua jalan tertutup (untuk sampai ke Hadirat Allah Subhanahu Wata ‘Ala) melainkan hanya dengan mengikuti akhlaknya Baginda Nabi Besar Muhammad Shollahu ‘Alaihi Wasallam.”

Selain itu, ada salah satu kisah karomah Habib Sholeh saat bersama sahabat karibnya, KH. Ahmad Qusyairi bin Shiddiq yang tidak lain merupakan mertua Kyai Abdul Hamid Pasuruan.

Dulunya Habib Sholeh sering mengikuti pengajian KH. Ahmad Qusyairi di Tanggul, tetapi setelah tanda-tanda kewalian Habib Sholeh mulai nampak, justeru KH. Qusyairi lah yang mengaji kepada Habib Sholeh.

Dalam kisahnya, saat KH. Qusyairi sowan kepada rumah Habib Sholeh. Tidak seperti biasa, sambutan Habib Sholeh begitu hangat, sampai dipeluknya erat-erat dan Habib Sholeh pun menyembelih seekor kambing khusus untuk menjamu sang teman karibnya itu. Disela-sela bercengkerama, Habib Sholeh mengatakan bahwa, pertemuan itu merupakan pertemuan terakhir kalinya dengan KH. Qusyairi. Ternyata, beberapa hari kemudian dari pertemuan tersebut KH. Qusyairi wafat di kediamannya kota Pasuruan.

Adapula tersebutlah seorang jenderal yang konon kala itu, pernah mendapat hadiah bolpoin dari Presiden AS D. Esenhower. Suatu ketika bolpoin tersebut raib saat dibawa ajudannya ke pasar (kecopetan).

Karuan saja sang ajudan kalang kabut kehilangan barang yang sangat dicintai oleh sang jenderal dan takut mendapat hukuman, sehingga disarankan oleh seorang kenalannya agar minta tolong kepada Habib Sholeh.

Baca Juga : Karomah Sang Waliullah KH Hasan Sepuh Genggong Dengan Gelar Wali Kutub

Sampai di sana, Habib Sholeh menyuruhnya mencari ke pasar Tanggul. Sekalipun aneh dituruti saja dan ternyata bolpoin itu tidak ditemukan. Habib Sholeh menyuruh ajudan itu kembali lagi ke pasar Tanggul. Namun lagi-lagi bolpoin yang dicari tidak ditemukan. Karena memaksa, Habib Sholeh masuk ke dalam kamarnya dan tak lama kemudian keluar dengan menjulurkan sebuah pulpen.

“Apa seperti ini pulpen itu?” tanya Habib Sholeh

Ajudan pun tertegun melihat kejadian tersebut, dan benar saja bolpoin itulah yang dimaksud. (dats)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here