Beranda Sejarah Ungkap Penemuan Situs Majapahit di Bumi Megalitikum Bondowoso

Ungkap Penemuan Situs Majapahit di Bumi Megalitikum Bondowoso

0
47
Beberapa temuan batu bata, kramik dan belulang kuno

Penemuan Situs Era Majapahit pada hari Jumat Manis, 28 Agustus 2020 di Dusun Kerajan Utara, Desa Alas Sumur, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, berawal dari sebuah mimpi misterius yang dialami seorang wanita pemilik lahan galian sumur yang juga merupakan warga setempat.

Baca Juga: Asal Usul Legenda Desa Alas Sumur

Menurut kesaksian Kepala Desa Setempat Totok Hariyanto, wanita ini awalnya mendapat semacam wangsit untuk suaminya agar menggali sumur tepat di samping rumahnya.

Singkat cerita, sang suami pun menggali sampai kedalaman sekitar 5 meter dan barulah ditemukan susunan batu bata pertama yang rata-rata ukuran panjangnya 32 Cm, lebar 20cm dan ketebalan 6 sampai 7 Cm.

Sumur yang baru digali dan ditemukan tumpukan batu bata bekas pagar candi

Totok menjelaskan, selain susunan batu bata yang sebagian telah diangkat ke atas, juga ditemukan beberapa serpihan keramik dan tulang lapuk.

Selang beberapa hari dari penemuan tersebut, Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho, meninjau lokasi atas laporan sebelumnya, dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso.

Usai meninjau, Wicaksono mengatkan bahwa, dilihat dari ukuran batu bata yang diperkirakan adalah pagar dari sebuah candi, kemungkinan besar penemuan tersebut juga merupakan sambungan dari sejarah panjang tinggalan kerajaan Majapahit yang terputus.

Baca Juga: Puncak Kejayaan Bondowoso di Masa Lampau

Pentolan BPCB Trowulan itu juga meyakini bahwa, temuan kali ini merupakan bekas pemukiman atau desa kuno disekitar Gunung Raung yang meliputi areal Bondowoso, Jember dan Banyuwangi.

Baca Juga: Kaitan Gunung Raung Dengan Bumi Ki Ronggo

Dimana kawasan tersebut, dijelaskan dalam kitab Negara Kertagama, menjadi areal perjalanan Prabu Hayam Wuruk saat meninjau luas areal kekuasaan kerajaan pada abad ke 14, tepatnya sekitar tahun 1281 saka atau tahun 1359 masehi.

Baca Juga:  2017 Tahun Ayam Api, Tahunnya Cinde Laras

Baca Juga: Sejarah Napak Tilas Hayam Wuruk Hingga Ke Bondowoso dalam Kitab Negara Kertagama

Selain itu, juga dapat dilihat dari temuan beberapa pecahan keramik yang besar kemungkinan peninggalan dari dinasti Yuwan abad ke 13 sampai 14 dan ada juga dari dinasti Song akhir abad ke 12 sampai 13.

Diatas susunan batu bata yang ditemukan itu, terdapat lapisan endapan vulkanik setebal perkiraan 50 Cm dan diatasnya ada endapan tanah lempung setebal 450 cm.

Hal ini kuat dimungkinkan bahwa, areal tersebut dahulunya terdampak bencana letusan gunung Agung atau gunung Raung yang serpihan materialnya seiring waktu, menutupi bangunan bersejarah tersebut hingga saat ini.

Namun demikian, hal itu dijelaskan pihak BPCB Trowulan harus dilakukan pembuktian ilmiah dengan melakukan langkah awal Geolistrik dan Ekskavasi Awal untuk pembuktiannya.

Baca Juga: Tragedi Puputan Bayu Meliputi Bondowoso, Jember dan Banyuwangi

Tidak berhenti disitu saja, beberapa warga setempat juga berusaha menguak misteri penemuan tersebut dengan mendatangkan beberapa praktisi supranatural.

Baca Juga: Tinggalan Kerajaan Demak Bintoro Desa Ramban Bondowoso

Dimana menurut keterangan praktisi tersebut, terungkap dalam dunia tidak kasat mata bahwa, di areal sekitar 100 m persegi di kawasan itu terdapat sebuah bangunan menyerupai candi.

Dalam pandangan bawah sadar, dari salah satu praktisi supranatural yang datang, pintu bangunan ada di sebelah selatan kemudian, sekitar 100 meter dari galian sumur terdapat sebuah puri dan ditengah-tengah areal terdapat sebuah bangunan Candi yang masih tertata rapi dengan ukuran sekitar 7 meter persegi.

Baca Juga: Tinggalan Dewi Rengganis Di Bumi Bondowoso

Namun demikian, hal tersebut butuh penanganan ilmiah lebih lanjut agar sebuah misteri dapat menjadi fakta yang kelak bisa dinikmati dan dilestarikan generasi penerus.

Baca Juga:  Masjid Tertua Dan Bersejarah

Kuat dugaan bahwa, areal Desa Alas Sumur ini dahulunya merupakan kawasan pemukiman kuno. Hal ini terbukti dari banyaknya benda sejarah maupun prasejarah yang sering ditemukan oleh warga sekitar. Baik benda peralatan rumah tangga, aksesoris maupun benda pusaka.

Penemuan ini, sangat menjadi menarik karena ditengah peradaban pra sejarah megalitikum ditemukan peradaban sejarah era kerajaan.

Baca Juga: Sejarah dan Saksi Bisu Gemilangnya Bondowoso di Jaman Lampau

Merebaknya berita penemuan tersebut, mendapat respon positif dari pemerintah setempat dalam upaya pengungkapan fakta tinggalan sejarah. Hal ini disampaikan wakil ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajad yang mengaku akan berupaya mendukung dan mengawal dalam mewujudkan langkah lanjutan penanganan Situs Tinggalan Majapahit tersebut.

Dirasa anggaran yang dibutuhkan masih dapat dijangkau, Sinung mengaku optimis dalam mewujudkan cita cita presiden pertama Indonesia uantuk jangan pernah meninggalkan sejarah. (hadats)

Klick Video terkait di bawah 👇

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here